Sally, Tetangga Baruku 1

Cerita Dewasa Jadi Budak Sex Bagian 3, download video sex selingkuh, cerita sex tetangga, ngewe, cerita sex istriku

#1. Dengan Istri

Aku sedang menyelesaikan studi S2ku di suatu perguruan tinggi di kota S. Aku menempati rumah milik saudaraku yang tidak ditempati karena dia dengan keluarganya pindah ke luar jawa. Rumah tersebut berada disuatu komplek perumahan. Biasanya tiap libur panjang dan sesekali libur akhir pekan, istri dan anakku suka datang menginap. Suatu hari aku baru pulang dari mengantar istri dan anakku ke bandara, saat aku tiba di depan rumah, di seberang jalan tampak seorang wanita baru saja pindah menempati rumah di seberang jalan tepat di depan rumahku. Sebagai tetangga, akupun menghampirinya dan mengenalkan diri.

“Hai, aku Rudi. Tetangga depan rumah” kataku sambil mengulurkan tanganku mengenalkan diriku.

“Hai, aku Sally” jawabnya sambil sibuk mengatur barang2 yang baru saja diturunkan dari mobil. Akupun membantunya.

Saat membantu, mataku mencuri-curi pandang ke seluruh tubuhnya. Wajahnya khas wajah oriental, sehingga aku dapat menyimpulkan kalau Sally itu keturunan Cina. Wajahnya cantik. Tingginya sekitar 170 cm. Bodynya sungguh sangat menarik. Ia mengenakan celana jeans ketat warna biru, dipadu dengan tank top putih berleher rendah. Pakaiannya itu jelas menampilkan keseksian tubuhnya. Payudaranya yang cukup besar kira-kira berukuran 38C dan masih kencang itu tampak menonjol dibalik tank topnya seakan-akan ingin menembus keluar dari tempatnya. Pinggangnya ramping dan pinggulnya yang bundar indah itu terdapat dua bongkah pantat yang besar.

“Kok bengong” kata Sally sambil tersenyum, ”Ini minum dulu” sambungnya sambil menyodorkan sekaleng soft drink dingin.
“Oh ya terima kasih” jawabku gugup.

Akhirnya keakraban kami mulai terjalin dan setelah lama bantu2 di rumah Sally, tanpa terasa hari sudah semakin sore, akupun pamit ke Sally.

“Mas Rudi, nanti malam datang ke rumah ya. Kita makan malam di rumahku” ajak Sally.

Aku kaget mendengar tawaran Sally tersebut namun aku senang. Lelaki mana sih yang sanggup menolak dan nggak mau berada bersama wanita secantik dan seseksi Sally. Aku mengangguk. Ini kesempatan emas buatku apalagi aku nggak ada acara malam ini. Akhirnya aku pun meninggalkan rumah Sally menuju rumahku sendiri.

Sesampainya di rumah, aku pun segera mandi. Sambil mandi imajinasi seksualku mulai muncul. Membayangkan tubuh Sally yang indah itu tanpa busana. Pasti indah sekali tubuh bugil Sally itu. Dan pasti sangat nikmat kalau dapat menggeluti dan menyetubuhi tubuh mulus, montok dan halus itu. Apalagi aku belum pernah menikmati tubuh wanita Cina. Membayangkan itu semua, aku jadi tersenyum sendiri.

Jam tujuh tepat aku sudah di rumah Sally. Kuketuk pintu rumah Sally. Beberapa saat kemudian pintu terbuka.

“Silahkan masuk, Mas” kata Sally lalu mengajakku ke ruang tengah dan menyuruhku duduk di sofa yang empuk. Mulutku seakan terkunci. Kemudian dia berjalan ke dapur. Di saat itu kuperhatikan, pakaian santai yang dikenakannya cukup memberikan gambaran bentuk tubuhnya. Payudaranya yang montok itu menonjol ke depan laksana dua bukit yang menjulang. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengikuti gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang sangat indah. Pemandangan tersebut membuat batang kontolku menggeliat dibalik CDku. Tak lama kemudian Sally datang dengan membawa minuman.

“Ayo minum. Santai aja, tapi sori masih berantakan” kata Sally.

“Terima kasih Mas, untuk bantuannya tadi sore” kata Sally memecah keheningan lalu duduk tepat didepanku. Saat ia duduk, baju tidurnya terangkat hingga pertengahan pahanya. Sungguh paha yang mulus dan kencang serta betis yang indah. Alangkah indahnya jika sepasang kaki tersebut melilit pinggangku saat aku sedang ngentoti dirinya. Sebelum pikiranku tambah kacau aku mencoba menanyakan keadaan keluarganya.

“Maaf Mbak, kok sepi. Suami dan anaknya kemana?” tanyaku.

Sally tidak menjawab. Mendadak ada perubahan mimik wajah pada Sally. Matanya memerah. Ia menunduk menghindari air mata.

“Suamiku sudah meninggal 5 tahun yang lalu” jawab Sally. Suasana hening sejenak, “Aku belum punya anak” lanjutnya.
“Maaf” kataku,”Aku tidak bermaksud membangkitkan kenangan masa lalu Mbak” lanjutku dengan rasa bersalah.
“Ah sudahlah Mas. Mas sendiri gimana?” Sally balik bertaya.
“Istri dan anak2ku di Jakarta. Aku lagi nyelesaiin spesialisku di Kedokteran UN**R” jawabku, “Tapi biasanya kalau ada hari libur atau weekend mereka kadang menyusulku ke sini” sambungku
“Oh pantesan sejak tadi aku tidak melihat ada orang lain di rumah Mas” jelas Sally, “Wah kalau istri lagi di sini asyik dong bisa balas dendam” goda Sally. Akhirnya suasana jadi cair. Karena kita hampir seumuran, akhirnya kita sepakat untuk panggil nama tanpa tambahan Mas atau Mbak.

Kemudian pembicaraan beralih ke masalah anak2ku dan istriku serta hal2 ringan lainnya. Akhirnya aku tahu kalau Sally punya usaha butik. Dia sengaja pindah ke kesini karena usahanya lagi butuh tambahan modal sehingga rumah peninggalan suaminya dia jual. Sebagian dia beliin rumah ini dan sisanya buat tambahan modal usahanya. Aku pun juga tahu kalau ia berusia 32 tahun dan suaminya meninggal karena terkena Leukimia tepat sebulan setelah pernikahan mereka. Sejenak kami saling diam.

“Nggak berpikir menikah lagi?” tanyaku memecah keheningan.
“Rasanya aku masih trauma, lagian kalau sekarang mau menikah lagi emang ada yang mau sama aku” sahut Sally.
“Ah, Masak!” sahutku, ”Kamu masih cantik dan menarik. Seksi lagi. Pasti banyak laki2 yang suka sama kamu. Aku aja juga mau kok, kalau diberi kesempatan” lanjutku sedikit nakal dan memberanikan diri.
“Gombal kamu, Rud. Terus istrimu mau dikemanain?” kata Sally tersipu-sipu sambil melemparku dengan bantalan sandaran kursi. Tapi dari sorot matanya nampak ia senang dengan ucapanku.
“Maksudku selama istriku gak disini” godaku lagi.
“Udah… udah… mendingan kita makan dulu ntar kamu jadi tambah ngaco…” Sally mengajakku untuk menikmati santap malam yang sudah dia siapkan.

Sehabis makan malam, akupun pamit pulang ke Sally. Aku tidak ingin memberikan kesan buruk ke Sally walaupun aku tahu kalau sebenarnya Sally menanggapi godaanku. Aku pikir masih banyak waktu dan aku yakin suatu saat nanti aku pasti dapat menikmati tubuh montok dan seksi Sally, tetangga baruku tersebut.

Sejak pertemuanku dengan Sally malam itu di rumahnya, aku jarang ngobrol lagi dengannya karena padatnya jadwal kuliahku.

Baru saja istriku juga telepon kalau selama 2 minggu kedepan dia dan anak2 nggak bisa datang mengunjungiku karena anak2 akan ulangan kenaikan kelas dan setelah itu istriku dapat jatah menguji mahasiswanya yang lagi UAS. Namun karena padatnya jadwal kuliah dan praktekku, maka hal itu tidak terlalu membuatku risau.

Siang itu tepatnya di hari Rabu, istriku menelepon memberitahukan kalau dia sedang berada di kota S mengikuti sebuah seminar. Sebenarnya sudah dari hari Senin dia ada di kota S tapi karena padatnya acara, dia sengaja tidak memberitahuku. Dia ingin buat surprise untukku. Dia ingin aku menjemputnya di Hotel TP.

Rupanya setelah lebih dari 2 minggu nggak aku setubuhi, istriku mendadak jadi sangat agresif. Begitu tiba di rumah tanpa basa-basi ditariknya aku kedalam kamar. Sampai di dalam kamar istrikupun kemudian langsung membuka kaosku. Dicium dan dijilatinya pentilku. Lalu terus ke bawah ke perutku. Kemudian dia berlutut dan dibukanya retsleting celanaku, dan ditariknya celanaku tersebut hingga lepas. Lalu dengan sekali tarik CDkupun lepas juga. Kini aku telah benar2 telanjang bulat dihadapan istriku. Tangan lentik istriku yang berbulu halus itu mulai memegang dan mengocok lembut batang kontolku.

“Ooohhh… Pa… ****** besar Papa ini yang selalu membuat Mama kangen… Ini yang Mama suka…” kata istriku sambil terus mengocok batang kontolku. Kemudian dia mengulum kontolku sehingga mulutnya yang mungil itu sudah penuh dengan kontolku.

“Enak Pa?” tanya istriku sambil melirik nakal kepadaku. Tangannya sibuk meremas-remas buah pelirku sementara lidahnya menjilati batang kontolku.

“Ooooohhh… Enak Maaaaa… Ayo isap terus” jawabku menahan rasa nikmat yang menjalar hebat. Sambil kedua tangannya meremas-remas pantatku, mulut istriku terus mengulum dan menyedot batang kontolku sementara lidahnya menggelitik ujung kepala kontolku. Nafsuku semakin membara tatkala melihat pemandangan, dimana istriku yang cantik, bertubuh montok itu, sedang berlutut didepanku dengan pipi yang menggelembung menghisap kontolku. Terlebih ketika kontolku keluar dari mulutnya, tanpa menggunakan tangannya dan hanya menggerakkan kepalanya mengikuti gerak kontolku, istriku mengulumnya kembali.

“Hhhmmmm… ****** Papa emang enak banget. Mama suka ****** besar Papa” desah istriku.

Tiba-tiba handphone istriku berbunyi. Istrikupun menghentikan isapan mulutnya di kontolku.

“Iya Kakak sayang… Ada apa?” jawab istriku. Ternyata anak sulungku yang telepon.

“Mama lagi dirumah Papa. Besok pagi2 Mama kembali ke Jakarta” istriku berbicara kepada anak sulungku yang sudah nggak sabar menunggu Mamanya pulang sambil tangan satunya tetap meremas dan mengocok kontolku.

“Iya Kakak sayang… baik2 dengan Bibi di rumah ya… Jangan nakal sama adik. Sampai ketemu besok ya Kakak sayang. Daaaa” istriku mengakhiri pembicaraannya dengan anak sulungku. Kemudian istriku kembali mengulum dan menjilati batang kontolku.

Nggak lama kemudian, istriku berdiri dan dengan cepat di lepaskannya semua pakaian yang menutupi tubuhnya. Dalam waktu singkat, istrikupun sudah telanjang bulat di depanku.

“Ayo Pa… Memek mama sudah basah dan gatal nih… pingin segera disodok sama ****** papa ya besar ini…” kata istriku sambil tangannya meremas-remas kontolku.

Deru nafas istrikupun terdengar memburu sedang mukanya sudah mulai memerah. Melihat itu aku mulai beraksi mengambil alih permainan. Aku rebahkan tubuh istriku dikasur, aku mulai mengisap dan menciumi payudara istriku yang besar dan kencang dengan pentilnya yang sudah mengeras itu.

“Ooooohhh… sssssshhh… Paaaaa…” erang istriku keenakan.

Sambil mengisap kedua payudara istriku kiri dan kanan secara bergantian, tanganku mengelusi jembut istriku. Kemudian jariku langsung menyentuh belahan bibir memek istriku dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas. Lalu gesekanku berakhir di itil istriku sehingga dia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Memek istriku semakin basah oleh lendir yang terus keluar dari liang memeknya. Lendir itu juga membasahi seluruh bagian dinding dalam memek istriku.

“Ooooohhh… ssssssshhh…” desah istriku sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas payudaranya.

“Pa, Mama udah gak tahan nih” kata istriku. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi. Kedua kaki istriku kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu2 jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus memeknya. Aku menyelipkan jariku ke belahan memek istriku yang sudah basah hingga menyentuh dinding dalam memeknya.

“Paaaaa…! Aduuuh…! Mama sudah nggak tahan, udah pengen dimasukkin” pinta istriku. Aku tidak langsung memenuhi permintaan istriku, jariku malah beralih menggosok-gosok itilnya.

“Aduuuh…! Paaaaa… enak Paaaaa…!” seru istriku. Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kontolku yang sudah keras sekali itu. Payudara istriku yang sudah keras sekali itu terus saja kuremas-remas, dan pentilnya aku jilat dan aku isap2.

“Ayo dong Pa masukin kontolnya, Mama sudah benar-benar enggak kuuuat…!” rengek istriku lagi.

Namun aku belum juga memenuhi permintakan istriku tersebut. Kumasukkan jariku ke dalam memek istriku yang sudah basah kuyup. Jariku menyeruak masuk ke dalam memek istriku. Memeknya langsung kukorek-korek, dindingnya kugaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yang ada di dalam liang memek istriku kumainkan dengan ujung jariku hingga badan istriku tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti permainan ujung jariku.

“Ssssshhh… Terus Paaa… enak sekali” desah istriku.

Kemudian aku menelungkup diselangkangan istriku dan langsung mengulum bibir memeknya. Tidak ketinggalan itil istrikupun kukulum dan kulumat dengan mulutku. Sementara jariku masih berada di dalam memeknya. Tubuh istriku menggelinjang hebat dan otot2 perutnya jadi kejang.

“Aaaaaaahhh!!! Mama nyampai Paaaaa!!!” jerit istriku.

Seeeeerrr… seeerrr… seeeeeeerrr… memek istriku menyemburkan cairan orgasmenya yang langsung kutampung dengan mulut dan kutelan semuanya. Istriku menghela napas panjang, sementara aku masih dengan lahapnya melumat memeknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali.

Memek istriku terus kuusap-usap, demikian juga dengan itilnya sehingga napsu istriku bangkit kembali.

“Terus Paaaaa… ssssshhh… Enak… Paaaaa…” desah istriku, “Ayo dong Pa… Mama udah gak tahan!!!” rengek istriku kembali. Tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap memek dan itil istriku sambil meremas-remas payudara dan pentilnya.

Akhirnya karena aku tak kunjung juga memasukkan batang kontolku kedalam memeknya, istriku bangkit dan mendorong tubuhku sehingga kini posisiku jadi telentang. Dengan sangat bernafsu istriku menindih tubuhku dan sekarang dia berada di atas tubuhku. Diarahkannya memeknya ke kontolku yang tegak menantang. Istriku kemudian menurunkan pantatnya sehingga kontolkupun menerobos liang memeknya yang masih sempit itu. Karena memang memek istriku belum pernah dipakai melahirkan. Kedua anakku lahir lewat operasi caesar.

“Aowww… Paaaaa… aaakhhhhh!!!” jerit istriku tertahan.

Kupegang pinggang istriku dan kemudian aku naik-turunkan sehingga kontolku maju mundur menjelajahi liang memek istriku yang cantik ini. Dengan liar istriku kemudian mengenjot tubuhnya naik turun. Payudara istriku yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya. Kemudian tanganku bergerak meremas-remas payudaranya dan sesekali kutarik badannya sehingga payudaranya bergerak ke depan wajahku untuk kemudian aku hisap dengan gemas.

“Ooooohhh… ****** Papa enak bangeeeeet…” desah istriku.

Istriku memutar-mutar pantatnya dengan perlahan sambil mengencangkan otot memeknya. Terasa kontolku seperti diremas dan dihisap di dalam liang memeknya. Inilah salah satu kelebihan istriku. Selain memeknya yang masih sempit, memeknya dapat mengempot-empot. Mataku merem melek menikmati pijatan memek istriku dan istriku tersenyum melihatku merasakan nikmatnya empotan memeknya. Istriku kemudian mulai menggoyang pantatnya naik turun sambil terus mengencangkan dan mengendurkan otot memeknya.

“Ooooohhh… Maaaaa… enak banget ****** Papa dimainkan seperti itu” kataku. Istriku semakin mempercepat tempo gerakannya. Payudaranya bergoyang naik-turun mengikuti irama goyangannya. Sekali-sekali istriku berhenti bergoyang tetapi ia terus memainkan otot memeknya. Kontolku benar-benar terasa seperti diremas dan dikocok didalam liang memeknya. Nikmat sekali.

“Aaaaakhhhh… Mama sudah tidak tahan, Paaa. Mama dah mau keluar lagi nih… aaaaaaahhh” erang istriku. Aku memegang pinggang istriku yang ramping dan menyodokkan kontolku dari bawah dengan cepat.

“Ampuuuun…… aaaaaahhhh… terus, Paaaaa…” istriku mengerang saking nikmatnya. Keringatnya menetes membasahi tubuhku.

“Ssssshhh… aaaaahhh… Paaaaa… Mama nyampai lagi Paaaaa… ooooohhh… aaaaakkkhhh!!!” jerit istriku. Tubuhnya menegang merasakan nikmat yang luar biasa. Seeeeerrr… seeerrr… seeeeeeerrr… memek istriku menyemburkan cairan orgasmenya. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku.

Setelah beberapa menit memberikan waktu bagi istriku menikmati orgasmenya, aku turunkan tubuhnya dan aku suruh dia menungging. Tampak pantat istriku yang bulat, besar dan putih itu begitu menggairahkan. Dan memeknya tampak mengintip diantara kedua pahanya. Melihat pemandangan itu membuat nafsuku semakin tinggi. Kuarahkan kontolku ke memek istriku, kugesek-gesekan sebentar kepala kontolku ke celah memeknya lalu sambil memegangi pinggul istriku langsung kugenjot dia.

“Ennngghh… Nikmat sekali Paaa” desah istriku sambil menggoyang pantatnya maju mundur. Dengan masih memegangi pinggul istriku dengan erat, aku menggenjot memek istriku dari belakang, makin lama makin keras. Dalam posisi doggy style memek istriku terasa makin sempit ditambah lagi empotan memeknya, semakin menambah kenikmatan yang dirasakan oleh kontolku.

“Pa, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya…” erang istriku
“Ooooohhh… ssssshhh… Maaaaa… Papa mau keluaaaar…” akupun mengerang merasakan ejakulasiku yang hampir tiba.
“Iya… terus Pa… Mama juga hampir sampai Paaaaa… Ayo Pa enjot terus… yang kuat Paaaaa… sodok yang keras Paaaaa…” kembali istriku mengerang.

Aku mengenjot kontolku lebih cepat lagi.

“Paaaaa… Mamaaaaa… nyampaiiiii… ssssssshhh… aaaaakkkhh!!!“ jerit istriku. Ternyata istriku justru lebih dulu mendapatkan orgasmenya. Dalam waktu yang hampir bersamaan,

“Maaaaaaa….. Papa….. kellluuuarrr… Maaaaaaa…. aaaaakkkhh!!!” akupun menjerit mengiringi ejakulasiku. Dan kemudian pejuku muncrat didalam memek istriku berulang-ulang, banyak sekali. Demikian pula dengan memek istriku yang menyemburkan cairan orgasmenya kembali.

Seeeeerrr… Crooooottt… seeerrr… crooottt… seeeeeeerrr… crooooooottt…

Aku merasa memek istriku agak membengkak akibat sodok2 kontolku yang besar itu. Kucabut kontolku yang sudah lemes dari memek istriku. Tampak kontolku berlumuran dengan spermaku dan cairan memek istriku. Aku jatuh kecapaian di samping istriku.

“Ma, memek Mama emang luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget. Makasih Ma…”kataku sambil terengah-engah.
“Ma… gimana barusan?” tanyaku memecah keheningan setelah istirahat beberapa saat.
“Nikmat banget Pa… sampai lemes Mama… nggak tau udah berapa kali Mama keluar…” jawab istriku sambil males-malesan dalam pelukanku.
“Cape ya Ma?” tanyaku melihat kondisi tubuh istriku yang masih lemas. “Iya Pa, Papa mainnya hot banget. Tapi Mama puas banget. Malem ini Mama bisa tidur nyenyak” jawab istriku. Demikian lelahnya istriku, nggak lama kemudian dia pun terlelap.
Mungkin karena lama gak bertemu, maka aku dan istriku jadi begitu menggebu-gebu dalam bersetubuh sepanjang siang hingga sore hari itu.

Karena haus akupun bangkit dari tempat tidur menuju dapur. Namun saat baru saja kakiku turun dari tempat tidur, aku mendengar pintu depan sepertinya baru saja ditutup oleh seseorang. Belum hilang rasa penasaranku mengenai siapa orang yang baru saja keluar dari rumahku, tiba2 HPku berdering ada SMS masuk.

Sender: Sally
“Aduh… habis ML ni ye??”

Deg jantungku berdegub kencang, berarti tadi yang menutup pintu adalah Sally. Ternyata Sally telah mengintip persetubuhanku dengan istriku.

Reply….
“hehehe… hayo tadi ngintip ya??”

Gak lama Sally membalas SMSku

Sender: Sally
“Sebegitu nafsu ya sampai lupa menutup pintu. Udah gitu pintu kamar juga nggak ditutup. Ya udah ada live show gratis ya aku nikmati saja… Sori ya bro”

Sialan umpatku dalam hati. Baru saja mau membalas SMSnya, SMS Sally sudah masuk lagi.

Sender: Sally
“Hot banget MLnya. Btw kamu kuat juga ya? Eh iya, siapa tuh ceweqnya?”

Reply….
“Itu Sintia istriku, tadi siang dia datang”

Sender: Sally
“Wah bahagia banget tuh istrinya. Kayaknya puas banget”

Reply….
“Hehehe… so pasti. Siapa dulu suaminya? Btw tadi pasti memek kamu basah, ya? Pasti kamu tadi masturbasi di rumahku”

Sender: Sally
“Yoi bro… aku kan masih normal. Lihat orang lagi ML ya pasti horney. Eh bro sori tadi aku ambil tisue di meja makan buat ngelap memekku”

Membaca SMS Sally yang vulgar tersebut membuat aku jadi terangsang juga. Apalagi kalau aku membayangkan tubuh Sally yang montok dan seksi itu. Lalu aku balas lagi SMS Sally tersebut.

Reply….
“Awas ya… nanti kuperkosa kamu!!!”

Agak lama nggak ada jawaban lagi dari Sally. Namun ketika aku hendak meletakkan HPku, tiba2 ada SMS masuk.

Sender: Sally
“Kalau kamu berani, ayo siapa takut. Lagian nggak usah diperkosa, kalau kamu mau, aku juga mau kok. @ngarep.com”

Jawaban SMS terakhir dari Sally tersebut membuat kontolku jadi tegang lagi. Dalam hati aku berkata: “Tunggu Sal, nanti aku akan memuaskanmu”
Setelah meneguk segelas air mineral, nafsuku jadi bangkit lagi gara2 SMS dari Sally barusan. Kemudian kudekati istriku yang masih tidur telanjang tersebut.

Perlahan-lahan aku mulai duduk disamping istriku, sambil membayangkan tubuh istriku tersebut adalah Sally. Maka kemudian kedua tanganku mulai meremas-remas kedua payudara istriku lalu dengan penuh nafsu aku mulai menjilati pentil payudaranya. Sambil tanganku yang satu meremas-remas payudara istriku, tanganku yang satunya lagi mengelus-elus bukit memek istriku. Terasa memek istriku mulai basah. Kemudian aku mulai memasukkan jari tengahku kedalam liang memek istriku yang sudah basah itu, dengan gerakan perlahan-lahan aku keluar masukkan jariku dimemek istriku. Akibat aksiku itu membuat istriku mulai mendesah keenakan.

Setelah merasakan memek istriku semakin basah aku kemudian mengeluarkan jari tanganku, lalu aku mulai mengangkangkan kedua kaki istriku dan mengarahkan kontolku kememeknya. Dengan perlahan-lahan aku mulai mendesakkan kontolku keliang memek istriku. Sedikit demi sedikit kontolku mulai terbenam diliang memek istriku, dengan gerakan perlahan aku mulai menurunkan tubuhku sehingga posisinya mulai menindih tubuh istriku dan kedua tanganku kuletakkan disisi kiri dan kanan tubuh istriku.

Aku benamkan kontolku dalam-dalam kedalam liang memek istriku. Akibat gerakanku itu, istriku tersentak dan terbangun dari tidurnya. Istriku merasakan memeknya sedang disumpal oleh kontolku dan istriku mulai merasakan aku menggerakkan kontolku diliang memeknya.

Bless… sleep… bleess… sleppp… bleess…. sleeeppp…..

Terlihat mata istriku meredup sayu, nampaknya istriku mulai merasakan kenikmatan dientot olehku.

“Hhhmmmhhh…. Paaaaaaa… ssssshhh…. nikmat Paaaaa… oooooh” terdengar desahan dari mulut istriku.

Mata istriku pun mulai merem melek menikmati sodokan-sodokan kontolku yang besar itu. Melihat istriku mulai menikmati entotanku, aku mulai melumat bibir istriku lalu pindah menjilati leher dan telinga istriku. Aksiku ini semakin membuat desahan-desahan istriku semakin menjadi.

“Ouuhhh….. ssshhhhh….. aaahhhhh….. Paaaaaaa….. kontooolllmuuuu…. eenaakk sekali Paaaaa… sshhhh….. besar aaahhhh…..” istriku mendesah kenikmatan menikmati entotanku.

“Hmmhhhh….. slrrppp….. hmmmm….. memek Mama juga eenaaakkk….. oohhhh….. sslrrpppp….. empotannya nikmat sekali….. ooohhhh….. slllrrpppp…..” aku melenguh keenakan merasakan empotan memek istriku sambil mulutku menghisap-hisap payudara istriku. Saat itu aku lagi membayangkan sedang ngentoti tubuh montok Sally dan mengisap payudara Sally yang besar tersebut.

“Ouughhh… Paaaaa…. teruussss…. ooughhh… enaaakkkk…. sekaalliii…. oughhhh…. tekaaaann yang dalam, Oughhh…. Paaaaa….. yaaahhh…… aaaahhhh…” lenguhan istriku semakin menjadi.

Aku mengikuti kemauan istriku dengan menekan lebih dalam kontolku diliang memeknya, ia merasakan ujung kepala kontolku menyentuh bagian paling dalam memeknya.

“Aaagghhh…… Mamaaaaa….. sudah tidak tahan laaagiiii… ouugghhhh… Paaaaa…… Mama mau keluar… ough enaaaaakkkk sekali kontollmuuu Paaaaaa… aaaagghhhhhh…..Paaaaa…. Mamaaaaa… keluaaarrrrr…… aaaaghhhhhhh…” istriku mengerang.

Seeeeerrr….. seeerrr…. seeeeeeerrr….. akhirnya istriku mencapai orgasmenya. Tubuhnya mengejang saat ia mencapai orgasmenya. Memeknya berdenyut-denyut saat mengeluarkan cairan orgasmenya. Aku sendiri merasakan memek istriku seperti meremas-remas kontolku. Akupun lalu menekan lebih dalam lagi kontolku dan membiarkan kontolku terbenam sebentar didalam liang memek istriku.

Istriku memelukku erat-erat. Sementara kakinya ia kaitkan dengan erat dibelakang pinggulku, sehingga kontolkupun semakin terbenam dimemeknya. Beberapa saat kemudian istriku melepaskan pelukan dan kaitan kakinya ditubuhku, sementara diwajahnya terpancar kepuasan.

“Pa, kamu betul-betul hot kali ni, selama ini belum pernah Mama melihat Papa begitu hot ngentoti Mama” istriku berbisik ditelingaku. Aku tersenyum mendengar ucapan istriku. Karena sebenarnya saat aku ngentot dengannya, aku lagi ngebayangin ngentot dengan Sally.

“Kita tukar posisi Pa, biar Mama yang menggenjot ****** Papa” kata istriku.

Aku kemudian menarik tubuh istriku tanpa melepaskan kontolku dari liang memek istriku. Akupun lalu duduk diranjang, sementara posisi istriku sekarang sudah dipangkuanku. Dengan posisi ini aku lebih leluasa untuk memainkan payudara istriku. Kedua tanganku dengan penuh nafsu meremas-remas kedua payudara istriku, mulutkupun ikutan beraksi, kedua pentil payudara istriku bergiliran kujilati dan kukulum serta kuhisap-hisap.

Aksiku ini membangkitkan kembali birahi istriku. Dengan perlahan-lahan istriku mulai menaikturunkan pinggulnya, gesekan-gesekan kontolku didinding memeknya membuat birahinya kembali memuncak dengan cepat.

“Ouuughhh…. Paaaaa…… hiisaaaapppp…. payuuudaraaa….. Mamaaaaa….. ooughhhh… yyaaachhh…. begitu… aaaghhhh… kontolmu enak sekaaaliii… Paaaaa…” istriku mengerang sambil mempercepat gerakan naik turunnya.

Sleeppp……. blesss….. sleeppp…… bleesss……slleeepppp…… bleessss….. kontolku terlihat keluar masuk dalam liang memek istriku dengan cepatnya, karena pinggul istriku naik turun dengan cepat. Gerakkan naik turun pinggul istriku semakin cepat dan semakin liar.

“Ouughhh….. Paaaaa….. Mamaaaaaaa…… mauuuuu….. keellluuaaarrr….. lagi….. oooohhhhh…… aaaagghhh….. enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii……. kontolmuuuu….. Paaaaaa…” istriku mengerang saat ia merasakan bahwa ia akan mencapai orgasmenya lagi.

Sementara itu aku juga merasa bahwa aku akan mencapai puncak kenikmatanku. Akupun membantu istriku yang akan mencapai orgasmenya dengan memegang pinggulnya dan membantu menggerakkan pinggulnya naik turun dengan cepat.

“Ouuughhhhh….. Maaaaaaa…… Paaapaaaaa… jugaaa….. mau kelluaaaarrr….. aaaagghhhhhh……. enaaakkk sekaaalliiiii….. ooougghhhh…… Maaaaa….. Papa gak taaahhaaannn laagiii……” Akupun mengerang merasakan puncak orgasmeku yang sudah diujung kepala kontolku.

Crooooottt…… crooottt…… crooooooottt…….
Seeeeerrr….. seeerrr…. seeeeeeerrr…..

Kontolkupun menyemprotkan sperma didalam liang memek istriku bersamaan dengan memek istriku yang menyemprotkan cairan orgasmenya. Istriku merasakan hangatnya spermaku didinding liang memeknya. Sementara aku merasakan batang kontolku hangat tersiram oleh cairan orgasme istriku.

Kami berpelukan dengan erat menikmati saat-saat terakhir puncak kenikmatan dari persetubuhan kami. Kedua bibir kami berpagutan dengan mesra. Istriku sendiri dengan perlahan-lahan menggoyangkan pinggulnya menikmati sisa-sisa kenikmatan dari kontolku.

Tak lama berselang istriku beranjak dari pangkuanku, dari liang memeknya terlihat cairan putih mulai mengalir perlahan. Sementara kontolku yang mulai mengkerut tampak mengkilat karena cairan orgasme istriku. Kami berdua kemudian beranjak menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk, dengan masih bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan. Aku mengeluarkan buah2an dari lemari es.

“Mama mau makan buah2an atau mau makanan piza” kataku.
“Mama makan buah saja. Mama mau buru2 tidur lagi, cape dienjot terus sama Papa” kata istriku.
“Tapi enakkan?” godaku meledek istriku.
“Enak banget Pa, kalau Mama nggak ingat anak2, besok Mama nggak akan pulang. Mama masih mau lagi dientot sama Papa” jawab istriku sambil mulai mengupas buah.
“Kasihan anak2 Ma. Masih banyak kesempatan” kataku sambil mencium pipi istriku sambil makan sepotong piza.

Setelah kami merasa kenyang, kami kembali ke tempat tidur dan tak lama kemudian kamipun tertidur lelap.

===oooOooo===

Sally, Tetangga Baruku (Part.2)

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

 

Related Post

Sally, Tetangga Baruku 1 | memektante | 4.5

Leave a Reply