Kisahku

cerita sex full gambar, Foto Cewek Squirt Dahsyat Karena Terlalu Terangsang, cerita lesbi smp, cerita seks dewasa bu dosen, cerita sex di tengah sawah

Perlahan mulai ku buka mataku, saat kurasakan sinar sang mentari memasuki kamar ini dan menerpa wajahku. Hangatnya membangunkan diriku dari tidur lelap. Mimpi, hmmm, entah mimpi apa yang semalam menghiasi tidurku. Aku sungguh tidak mengingat dan yang pasti aku juga tidak begitu pedulikannya.
Saat mataku mulai terbuka dan aku telah mendapatkan kesadaran akan sekitar, kulihat siluet sesosok wanita berdiri diujung ranjang, sepertinya sedang memperhatikan pemandangan dari jendela kamar yang memang berada di lantai 3 sebuah hotel berbintang.
Aku mulai menguap sembari meregangkan seluruh otot dibadanku, sehingga membuat sosok tersebut menoleh kearah ku, lalu tersenyum padaku. Senyum yang manis, yang membuatku mabuk kepayang.
“ Sudah bangun sayangku, gimana udah seger badan kamu? “ sapanya.
“ Heem sayang, udah seger nih, banget malahan karna disambut senyum indah kamu “ Jawabku padanya.
Wanita itu, Nessa seorang model ternama di kota ini yang kini telah resmi menjadi kekasihku. Setelah apa yang telah kita lewati bersama, setelah semua yang kita alami berdua kami yakin untuk mengikat hubungan ini.
Beberapa waktu yang lalu kita sempat bertengkar , karna sesuatu dimasa lalunya yang membuat merasa dibohongi, karna dia tidak pernah cerita dan menurutku lebih condong merahasiakan. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai menyadari apa yang dilakukannya semata untuk menjaga perasaanku yang tak ingin disakitinya. Kini aku mulai bias menerima setiap keputusannya karna aku menyadari aku menyayanginya setulus hati dan tak ingin menyakitinya.
———————————————————–00000000000000000—————————————————
Aku kembali mengingat apa yang terjadi semalam tadi, saat kunikmati hal-hal indah bersama Nessa kekasihku. Semua hal yang tidak aku sukai kini menjadi sesuatu hal baru yang sangat indah karna kehadiran Nessa dihidupku.
Aku tahu Nessa sangat gemar menonton film romantis, sedangkan aku sangat sangat tidak suka hal itu. Tapi demi membahagiakannya, suatu waktu aku menemaninya menonton di bioskop di mall yang ada di kota ini. Nessa tampak khusyuk menonton dan aku, aku akhirnya mulai ikut hanyut dalam film yang ditonton, dan yang ada, aku menjadi baper.
Saat di film menampilkan scene yang membuatku “on”, aku juga merasakan kegelisahan Nessa dari remasan jemari tangannya di pahaku. Karena didalam penonton tidak terlalu banyak dan posisi kita ditengah-tengah deretan kursi paling belakang, sikon sangat mendukung. Perlahan aku memalingkan wajahnya kearah ku menggunakan tangan. Aku mulai dengan mengecup lembut bibirnya,Nessa membalas perlakuanku, kita mulai saling mengecup, dan entah siapa yang memulai kami telah ber “French kiss”. Lidah kami bertautan, saling membelit, menjilat, saling mengulum lidah masing-masing. Kami berpagutan cukup lama, suara kecipak mulut kita, suara desahan Nessa menjadi irama tersendiri, yang menyelengi kenikmatan dari bericuman ini, kami sudah tak memperhatikan film itu. Yang ada saat itu hasrat kita berdua yang mulai menguasai pikiran kita. Aku menghentikan ciuman, dan di keremangan cahaya didalam bioskop aku melihat tatap matanya yang seakan berkata “kenapa berhenti?”. Tapi aku langsung membisikan “kita sudahi acara nonton kali ini”. Dia tersenyum setuju, dan kita keluar dari bioskop, langsung menuju hotel yang bersebelahan dengan mall tersebut.
Setelah selesai urusan dimeja resepsionis, kita mulai memasuki kamar. Ku kunci pintu kamar, dan kita kembali melanjutkan ciuman hangat yang sempat terhenti. Mula-mula kita berciuman dengan irama pelan, tapi semakin lama hasrat kita semakin meninggi. Sambil berciuman, aku mulai melepas satu per satu pakaian yang dikenakannya, dan kini hingga tinggal bh yang membungkus payudara berukuran 36B dan celana dalam model G-string yang menutupi organ kewanitaannya. Deru nafas yang menggebu diantara kita melengkapi kita hasrat kita yang sedang masyuk bercumbu.
Tangan ku mulai aktif mengikuti insting lelakiku, mulai membelai perlahan payudaranya yang masih terbungkus bh yang terlihat susah payah menampung payudara Nessa, meremasnya sehingga membuat Nessa semakin mendesah merasakan nikmatnya bercumbu. Ciumanku mulai turun ke dagunya, menyusuri leher putih mulus nya, berpindah ke telinganya lidah membelai daun telinganya yang merupakan salah satu titik erotisnya. Aku masih menahan hasratku untuk mencumbui payudaranya, aku kembali mengulum bibir dan lidahnya dengan nafsu yang menggebu, Nessa membalas ciumanku dengan tak kalah hot nya. Tangan kananku memegang bagian belakang kepalanya, dan tangan kiriku membuka pengait bh nya sedangkan tangan Nessa kini mulai aktif melucuti satu persatu kancing kemejaku dan sesekali meremas penisku yang telah membesar dari luar celana jeans belel favoritku.
Kini BH nya telah terlepas, dan payudara Nessa yang bulat montok dengan ukuran 36B nya menggantung bebas di dadanya. Tangan ku mulai kembali membelai meremas payudaranya yang kini tidak terbungkus, sesekali ku sentuh putting merah jambu nya yang ternyata telah sangat sangat mengeras.
“ ssshhhhh…. Emmhhh..ahh “ , hanya itu yang keluar dari mulut Nessa di sela-sela ciuman kita, desahan yang sangat menggoda. Dengan tidak sabar kualihkan ciuman ku ke dadanya, ku cumbui bagian samping payudaranya yang kanan, sedangkan yang kiri masih asik kumainkan dengan jemari tanganku. Aku melirik ke wajah Nessa yang hanya memandang ku dengan tatapan sayu, yang berharap aku menyentuh putting susunya dengan lidah kasarku. Kupelintir putingnya dengan jari jemariku, dan mulutku men-cupang payudara montoknya.
“ ehmmm… ahhh, sayang emmhh “ lenguhan Nessa membuatku makin bergairah. Ku gendong Nessa dan kurebahkan di spring bed yang empuk di kamar hotel ini.
Cumbuan ku mulai bergerak turun keperutnya yang rata, ku kecup tipis-tipis sesekali ku selingi dengan jilat sehingga membuat dia menggelinjang merasakan geli bercampur nikmat. Lidahku mulai bermain-main di pusar nya, sebuah piercing menambah keseksian kekasihku ini. Semakin intens aku kecup dan jilati pusarnya semakin Nessa tak kuasa menahan geli-geli nikmat yang ia rasakan.
“ aarggghhh…. Hahahaha “, teriakan Nessa yang diteruskan dengan tawanya.
“ jangan disitu terus dong main-main nya, geli tau “, protes Nessa sembari memanyunkan bibir tipisnya, semakin menarik, wajah imut manja itu. Aku hanya tersenyum dan kembali mencium bibirnya. Tapi kali ini tampaknya dia ingin ambil alih permainan. Didorongnya tubuhku hingga jatuh terlentang di spring bed. Nessa menyeringai menggemaskan, dengan G-string yang masih menutupi organ kewanitaannya, dan payudaranya yang padat menggantung bergoyang mengikuti gerakan tubuhnya. Puting susunya berwarna merah jambu tampak keras menggodaku. Ingin rasanya ku gigit. Namun kali ini giliran Nessa ambil alih disini, dia mulai menindih duduk diperutku, dilepas kemeja yang kukenakan, kemudian di genggam kedua pergelangan tanganku, dan langsung melumat bibirku dengan ganasnya. Kubalas ciumannya dengan penuh nafsu, digigitnya bibir bawahku. Nikmat.. sensasi yang selalu kurindukan saat bercumbu dengannya. Ciuman Nessa mulai berpindah turun mengecup dan memberikan sedikit jilatan di leherku. Dan kecupannya mulai kurasakan turun di dadaku, putingku dijilat dan dihisapnya. Setelah puas bermain dengan putingku, dia mulai membalas perlakuan ku padanya tadi, dia memberikan kecupan diperutku, dijilatinya dan tentunya pusarku kini jadi main baru untuk saat ini. Geli kurasakan, seperti aliran listrik menyengat tubuhku. Nessa tersenyum memandang mimic wajahku yang menahan rasa geli. Dia bangkit turun dari ranjang, dan mulai meremasi sendiri payudaranya dan ditambah dengan goyang erotisnya. Dia menggodaku, sambil tersenyum nakal. Dia tahu, aku tidak bias tahan melihatnya bergoyang erotis seperti itu.
Aku bangkit melepas jeans belel ku, dan celana dalamku, penis 19cm dengan diameter 4cm mulai bebas, tidak tertahan pakain yang membungkusnya. Penisku mengangguk-angguk berharap bertemu lawannya saat itu juga.
Kudekati Nessa yang masih bergoyang erotis yang kali ini diselingi dengan desahan yang dibuat untuk menggodaku. Kudekap tubuhnya, kucium bibirnya, kami kembali berciuman dengan nafas memburu. Tangan ku menyusup ke balik G-stringnya, meraba daerah intimnya dan kurasakan mulai basah oleh cairan nafsunya. Ku elus-elus klitorisnya yang juga telah membesar dengan jari tengah tangan kiri ku, lalu kutekan-tekan, seketika dia melepaskan ciumannya dan melenguh tertahan “ ahh “ , jariku masih usil diklitorisnya, mulutnya kini mulai mengecup dan memberikan cupang dileherku. Dan tanpa permisi kumasukan jari tengahku ke liang senggamanya yang telah dibanjiri lendir bening, dia yang terkaget dengan datangnya kenikmatan yang diberikan oleh jari tengahku, sontak saja dia langsung menggigit pundakku untuk menahan lenguhannya.
———-oOo———-
Ku bimbing dia kembali ke ranjang,  kurebahkan tubuhnya. Mulai ku lepaskan g-stringnya, memeknya yang mulus tanpa bulu, merah merekah, telah mengundangku, semakin membuatku haus akan kenikmatan yang akan segera kudapatkan. Kutatap matanya, yang menatapku pasrah dengan apa yang akan ku lakukan, seakan menyuruhku untuk memulai memberikan kenikmatan padanya, tatapan matanya semakin sayu. Dan tanpa berpikir dua kali, langsung saja kujilat memek merah yang telah basah, yang kini menganga didepan mata. “Ouuhh aahh” sesekali lenguhannya keluar dari mulutnya, menandakan dia menikmati permainan lidahku. Kubelai klitorisnya yang membengkak dengan lidahku. Permukaan lidah yang kasar memberikan sensasi nikmat yang tak terkira. Sesekali kulihat wajahnya, dia hanya memejamkan mata,menggigit bibir tipisnya, menikmati setiap sensasi yang hadir yang seraya membangkitkan gairahnya.
Aku dengan penuh gairah terus memainkan lidahku di liang senggama Nessa, lenguhan-lenguhan dari mulutnya semakin membuat gairahku memuncak. Sesekali lidah kasarku, kumasukan kedalam lubangnya, mengorek dinding vaginanya, cairan nikmat mulai meleleh disela-sela dinding vaginanya. Kini kumulai memasukan jari tengahku untuk menstimulasi g-spot nya agar Nessa semakin merasakan nikmat, dan lidahku masih saja mengulum, mengecup, dan menjilati klitorisnya. Serangan intens yang kuberikan membuatnya melayang merasakan kenikmatan pergumulan ini. Tangan kirinya menjambak rambutku, tangan kanannya meremas sprei, pinggangnya diangkat dan semakin didorongnya kemulutku. Aku tau, dia akan mendapatkannya, orgasme. Rasa nikmat yang tiada tara. Kini yang keluar dari mulutnya bukan hanya lenguhan, melainkan teriakan karna rasa nikmat yang Nessa rasakan.
“ Aaahhhhhhh….” Lenguhan panjangnya, menandakan dia telah mendapatkan orgasmenya. Ku jilati dan kuhisap cairan lendir yang membanjiri vaginanya.
Nessa terengah-engah menikmati sisa-sisa orgasme yang baru saja dia dapatkan. Aku tersenyum melihat kearahnya, Nessa membalas senyumanku. Dengan tanpa diberi aba-aba segera kulumat bibir tipisnya. Kami berpagutan penuh nafsu. Dikulumnya bibirku dan disapukan lidahnya mengundangku untuk segera merengkuh kenikmatan pagutan bibir kami. Ku ladeni dia, kujulurkan lidahku yang langsung disambutnya dan dikulum dengan penuh nafsu yang menggelora.
Tangan kanannya dirangkulkan ke leherku agar semakin dalam kita berciuman, tangan kirinya mulai memainkan penisku yang memang telah tegang. Aku yang seakan tak ingin kalah langsung saja meremas payudara bulatnya yang sebelah kiri dengan tangan kananku, tangan kiri kusibukkan dengan memainkan klitorisnya. Semakin jauh kita menikmati setiap sensasi yang muncul, semakin dalam kita berciuman.
Setelah lumayan lama kita nikmati percumbuan itu, Nessa mulai melepaskan ciumannya dan seperti dia mengetahui apa yang ku inginkan, dia mulai meminta ku berbaring, dia mengarahkan penisku ke mulutnya. Lidahnya mulai disapukan ke ujung penisku, tepat di lubangnya, lidah kasar Nessa seperti aliran listrik, member sensasi nikmat mengejutkan. Kemudian mulai mengulum penisku, disedot dengan nikmat olehnya.
“ Engghh… mmhh…aaahhh “ hanya itu yang terlontar dari mulutku.
Dengan sigap Nessa memposisikan vaginanya yang merekah memerah tepat diwajahku, sontak saja langsung ku jilat, ku hisap klitorisnya, dan dengan rakus ku lahap vaginanya. Dia melenguh nikmat dengan penis masih didalam mulutnya.
Nessa melenguh sembari mengulum penisku, pinggulnya bergoyang maju mundur, digesekan liang kenikmatannya diwajahku, yang semakin memberikan rangsangan hebat disertai jilatan dan sedotan mulutku di klitorisnya. Goyangan yang semakin tak beraturan, menandakan orgasme akan kembali melanda Nessa. Ku sodokkan penisku dalam2 di mulut Nessa, dan lidahku ku dorong masuk ke liangnya, membelai dinding vaginanya sesekali kusapukan lidahku di gerbang lubang nikmatnya.
“ emmhh..ouuhhh..arrrggghhhh “ teriakkan Nessa saat orgasme kembali dia dapatkan.
Cairan lendir bening meleleh membanjiri liang nikmatnya dan kembali ku hisap penuh nafsu. Setelah sisa-sisa kenikmatannya mulai memudar, Nessa berdiri dan mengangkangkan kakinya diatas penisku yang masih menantang, seakan dengan buas siap menusuk liang Nessa yang semakin memerah menggairahkan. Nessa mulai jongkok, mengatur posisi senyaman mungkin, dan mulai membimbing penisku untuk segera memasuki lubang nikmatnya. Tepat di gerbang lubangnya, digesekkannya penisku sebentar dan mulai menurunkan pantatnya. Penisku mulai tertelan lubang nikmat itu, kepalanya, batangnya, dan disaat itu juga kulihat Nessa menahan nikmat, menggigit bibir bawahnya. Terus memaksa penisku untuk ditelan lubangnya, hingga kurasakan ujung penisku masuk jauh kedalam vaginanya, dan menyentuh sebuah dinding daging, dan ku tahu itu pintu rahimnya.
Nessa mendongakkan kepalanya, memejamkan matanya saat penisku telah memasukinya hingga menyentuh pintu rahimnya. Lenguhan pelah keluar dari mulutnya. Pemandangan erotis yang semakin membuatku bergelora. Namun aku tetap diam tak bereaksi, hanya menikmatinya saja. Kubiarkan Nessa yang memimpin permainan cinta yang bergelora. Nessa mulai menggoyangkan pinggulnya, pantatnya, bergoyang maju mundur, naik – turun. Aku hanya terpaku, melihat ekspresi wajahnya, dan menatap penisku yang seakan timbul – tenggelam di dalam vaginanya.
Nessa tau betul apa yang kusuka, dihimpitkan pahanya, semakin merapatkan jepitan vaginanya. Ku rasakan tubuhku dan tubuh Nessa semakin memanas, keringat mulai membasahi tubuh telanjang kita berdua. Lelehan peluh di wajah dan tubuh Nessa semakin membuat gelora nafsuku memuncak, kuimbangi goyang naik-turunnya, dengan ku sodokan penisku semakin dalam. Saat pantat Nessa diangkat, kudiamkan saja, dan saat Nessa menurunkan pantatnya kusodokan penisku dalam-dalam.
 Nessa telah menemukan posisi nyaman, enak, nikmat yang memang ingin dia dapatkan. Tanpa dikomando, Nessa bergoyang liar diatas tubuhku. Dipermainkannya penis ku, mulai dari gerakan maju –mundur, naik-turun, hingga diputar-putarkan penisku, sensasi yang luar biasa dan sangat aku nikmati. Nessa menggigit bibir bawahnya dan semakin liar dia bergoyang, tubuhnya menegang, aku tahu dia akan orgasme. Aku hentikan kegiatannya, kutahan pinggulnya dengan cengkeraman tanganku. Dia memandangku dengan tatapan mata sayu, yang seakan mengatakan “ kenapa berhenti, lagi enak nih, aku mau dapet ! “ .
Kuturunkan dia dari tubuhku, ku posisikan tubuhnya dengan posisi nungging, dada dan wajahnya bertumpu di bantal, selangkangannya dibuka perlahan, setelah siap langsung saja kutusukan kontolku di vaginanya. Cairan precum, telah membasahi lubang sempitnya, semakin gencar kusodokan penisku, teriakan nikmat Nessa semakin menjadi-jadi. Setiap gesekan penisku dengan dinding bagian dalam vaginanya, dan teriakan desahan nikmatnya membuatku melayang, rasanya tak kuasa untuk menahan lebih lama, aku akan sampai puncak kenikmatan. Aku hentikan lagi, ku rebahkan tubuh Nessa, dikangkangkannya lebar-lebar selangkangannya, vaginanya merah merekah meminta untuk digempur kembali. Kali ini, dengan posisi Missionaries, kembali kuhajar vaginanya. Lenguhannya, deru nafas kami saling berpacu mengiringi perjalanan kami menuju puncak kenikmatan, mata yang menatap sayu kearahku kini mulai terpejam, menikmati sensasi yang tiada tara ini. Aku menusukkan penisku di vaginanya dengan liar, teriakan nikmat Nessa semakin keras kudengar, tubuhnya menegang dan aku pun merasakan demikian. Keringat dengan deras mengalir membasahi tubuh kami. Semakin cepat aku mengayuh perahu kenikmatan ini, membawa Nessa dan aku semakin melayang terlena, seakan lupa akan dunia fana ini. Kini kurasakan semakin kuat badai orgasme yang akan melanda, aku tak mampu menahan lebih lama. Di suatu titik yang bersamaan, kenikmatan orgasme telah melanda. Secara bersamaan aku dan Nessa mendapatkannya, penisku dengan sekuat tenaga menyemburkan sperma yang panas di rahimnya, begitu juga dengan vagina Nessa yang menyiramkan cairan cintanya yang penuh kenikmatan yang kurasakan hangat di penisku. Kedutan di vaginanya terasa semakin berkurang, begitupun penisku.
“ Ploop… “ suara saat batang penisku yang masih setengah ereksi, keluar dari sarangnya. Aku masih ingin menikmatinya, tapi kulihat Nessa telah kehabisan tenaga. Kuurangkan niatku untuk meminta ronde berikutnya,kuredam nafsuku, kupeluk tubuhnya erat, kubisikan kata-kata mesra, sesekali ku kecup leher dan pipi serta pundaknya. Hal itu mengantarkan Nessa menikmati tidur nyenyak, yang menuntunnya kea lam mimpi indah. Dengkuran ringan Nessa kini terdengar semakin jelas, menjadi symphony yang indah, mengantar ku menuju damainya alam mimpi.


_THE END_


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Related Post

Kisahku | memektante | 4.5

Leave a Reply