Gairah Membara Berakhir dengan Prahara

cerita perkosa tante, cerita petting di mobil, cerita bergambar telanjang enaknya ngintip bulan puasa, cerita seks perselingkuhan adik kandung dan kk nya yg bersuami full, entot nenek

sebut saja namaku Adi (samaran), saat ini aku tinggal dan bekerja di Jakarta. Kisah ini nyata terjadi ketika aku kuliah di kota pendidikan 9 tahun yang lalu.

saat itu aku kos di daerah selatan propinsi yang semakin dikenal karena letusan gunungnya, karena menyebabkan juru kunci gunung itu tewas terkena lahar panas gunung berapi itu. awal mulanya aku mengenal wanita ini, sebut saja umi (samaran), dari kawanku, meski aku memiliki kos, tapi jarang aku tempati, selebihnya aku lebih sering berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.

di awal pertemuan ku dengan umi, aku sudah memiliki kekasih, namun aku merasakan sesuatu yang berbeda dari Umi, meski aku hanya mengetahui asalnya saja, selebihnya gelap, aku merasakan ada gairah dari dalam wanita ini sekaligus kepedihan. Luar biasanya, baru sekali berkenalan dia sudah mau ajak jalan. Anggap saja pacaran, aku mengajak dirinya menikmati suasana sore jalan M di kota itu kala bulan puasa, jalan yang terkenal seantero Indonesia. hanya sekedar jalan naik kendaraan tuaku dengan tatapan iri dari para lelaki ketika aku berjalan dengannya, jujur saja, meski mungil, Umi memiliki tubuh yang luar biasa indahnya.

ke esokan harinya , aku memberanikan diri mengajak Umi ke kosku, dari sanalah awal cerita terjadi, setelah kami berdua jalan-jalan di terik matahari bulan puasa, kami terlelap di kamar kosku karena kecapaian, meski singkat namun badanku terasa segar. Aku bangunkan ia dengan pelan, kalau hari sudah sore, dia terbangun dan sedikit manja padaku, kutatap matanya dalam, ada getaran yang terasa aneh. entah mengapa aku tanyakan pada dirinya, “apakah kamu merasakan yang aku rasakan?” Umi hanya memandang, dan entah siapa yang lebih dahulu memulai, bibir kami pun sudah berpagut erat. kesempatan emas dalam hatiku, kapan lagi aku bisa merasakan tubuh jelita ini sedemikian cepat.

sambil berpagutan kuremas susunya perlahan, tanpa disangka umi membuka kaosnya dan meminta pada diriku untuk membuka BHnya, ooooooohhhh luar biasa pemandangan yang ada di hadapanku, susu yang tidak besar, tidak pula kecil dan kencang dengan puting yang kecil. Tanpa meminta izin aku belai dan aku ciumi payudara yang menggairahkan itu, tanpa tersadar sudah tidak ada lagi sehelai benang yang menutupi tubuh kami. dengan perasaan yang menggelora aku ciumi tubuh itu. Namun tiba-tiba Umi menahan diriku meneruskan hal itu, dengan lembut ia tuntun penisku mengarah ke vaginanya yang basah. Aku merasakan memeknya masih terasa rapat, namun dengan sekali tekan masuklah seluruh batang penisku kedalam lubang surga itu, dia katakan kalau sudah pernah berhubungan badan. Bagiku itu tidak masalah, yang penting sekaran ia miliku. Persenggamaan pertama ini belum banyak gaya yang kami lakukan, aku di atas, tapi Umi aktif menggoyang pinggulnya dengan liar, oooooohhhhh, kami berdua saling mendesis merasakan sentuhan-sentuhan dan gesekan penisku yang terus memompa lubang senggamanya.

keringat kami bercucuran, tibalah puncak kenikmatan itu, ” aku mau keluaaarrrrrr” ujarku, keluarin di mana?? tanyaku, Umi menjawab keluarkan di dalam sajaaaaaaaaa, lalu aku pompa dengan cepat penisku dan aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh, seluruh air maniku tertumpah dalam vaginanya, jangan cabut dulu katanya, dedngan tubuh yang berpeluh kami berpelukan dan saling berciuman. aku katakan padanya, kalau bisa kamu tinggal di sini saja, Umi pun mengangguk setuju. Dua hari kemudian dia pun tinggal di kosku.

dia mau tinggal di kosku dengan syarat aku mau membelikan kompor serta peralatan masak, “untuk apa kataku??” dia pun menjawab supaya bisa membuatkan masakan untukku setiap hari, okelah permintaan itu aku setujui, hitung-hitung belajar punya istri beneran hehehehehe, selama tinggal di kos kami mulai terasa tidak nyaman, karena banyak pula kawanku yang main ke kos entah mengunjungi ku atau ke tetangga kos. kok semakin ga enak yaaa pikirku, kami tidak bisa bercinta dengan leluasa. Di kos itu masih ada sumur dekat kamar mandi yang terletak di kebun sebelah kos kadang kami bercinta malam hari di sebelah sumur itu, yaaaaaa, aku dan umi bercinta tidak mengenal waktu tidak mengenal tempat, hal itu yang membuat diriku semakin bergairah kepadanya.

akhirnya aku memutuskan untuk mencari rumah kontrakan, akhirnya aku dapat kontrakan dengan pemilik di sebelah rumah. pemili kontrakan tidak mempermasalahkan status hubunganku dengan Umi, asal membayar listrik dan tidak mengganggu tetangga. di rumah kontrakan itu, kami semakin leluasa melakukan persenggamaan, Umi selalu meminta agar air maniku di keluarkan di dalam, namun anehnya, dia tidak hamil juga. ahhhhhh perduli setan, justru itu yang aku cari, aku puas kekasihku pun puas.

pernah sewaktu siang hari selepas aku kuliah dia menggoda diriku, langsung saja aku kunci pintu kontrakan dan kami melakukannya di kursi, ooohh sensasi yang luar biasa, bosan di kursi kami berdua pun berpindah ke atas motorku yang terparkir di dalam rumah. permainan kami benar-benar liar, kami bergumul, aku remas susunya yang padat dan berisi itu goyangan pinggul Umi pun tidak kalah dahsyatnya, kadang sehari kami bisa melakukannya hingga 3 kali

meski begitu, aku kadang merasa sepi ketika dia pamit pulang ke rumahnya di luar propinsi, terpaksa deh aku jajan, menemui lubang lain yang sudah menjadi langgananku. untungnya Umi pulang ke orang tuanya tidak pernah lama, sehingga kami berdua bisa melampiaskan hasrat. tak terasa enam bulan berlalu, persenggamaan kami yang liar terus berlangsung, hingga pada akhirnya dia mendapat telpon dari kakaknya yang ingin bertemu. setiap kali ditelpon oleh kakaknya dia selalu menangis, bahkan tidak mau menerima terlepon dari kakaknya itu.

sebagai pria, aku katakan pada dirinya, lebih baik kamu temui kakak kamu, kalau perlu aku antar, tapi Umi malah histeris dan membentur-benturkan kepalanya ke tembok, dengan serta merta aku tahan perbuatannya itu, setelah reda hasrat kami muncul, kupandangi dirinya, jujur, aku merasa akan kehilangan dia, padahal aku tidak tahu apa yang terjadi antara Umi dengan kakaknya, yang akhirnya kuketahui bernama eko (samaran). setelah ia histeris entah siapa yang mendahului, kami berpagutan dan kembali melakukan persenggamaan yang hebat, MOT, WOT , DS , MOT kembali hingga akhirnya kesemburkan seluruh benihku dalam vaginanya.

kami terdiam saling berpandangan, akhirnya kukatakan, telepon kakamu, katakan padanya kamu mau bertemu, dengan posisi penisku masih tertancap dalam lubang kewanitaannya itu, Umi hanya mengangguk. setelah itu aku bantu ia berkemas dan menunggu kakaknya di dekat permpatan ring road jalan Prtts. Tiba-tiba datang seorang pria, namun ada polisi disebelahnya, dan langsung mengatakan pada ku ini penganiayaan, dan aku di minta untuk ikut ke kantor polisi.

masalah apa lagi pikirku dengan badan lemas, ada apa ini tanyaku dalam hati, ternyata setelah dua hari aku mendekam dalam tahanan polsek S, aku mengetahui Umi sudah memiliki suami, pantas saja permainannya begitu liar dan hebat, di polsek itu dia katakan terpaksa menuruti keinginan kakaknya, apa lagi ini dalam batinku. di tengah aku di proses polisi, Umi bercerita banyak, dia sulit memiliki anak dengan suaminya, dan ketika dia hendak dimintai keterangan selalu histeris, dia tidak bisa menerima diriku berpisah dengannya, ternyata datang orang yang mengaku pamannya dan meminta uang damai pada ku. oooooo jadi ini semua maksudnya, mereka menjadikan Umi sebagai umpan untuk memeras diriku, dan umi tidak terima melakukan hal itu karena ia ternyata mencintaiku, karena jujur saja, sejak semula aku memang berencana untuk meminang dia sebagai istriku, namun akhirnya semua gagal.

semula aku tidak mau memenuhi permintaan pamannya, polisi pun meyakinkan aku bahwa mereka memeras, tapi keluargaku lebih memeilih memenuhi tuntutan itu, dan akhirnya aku pun bebas tanpa harus diproses di pengadilan.

hingga saat ini, aku masih teringat dirinya, teringat lekuk keindahan tubuhnya, pernah dia menghubungi aku 2 tahun lalu, dia mengatakan hingga saat ini belum memiliki anak. sekarang aku sudah memiliki 2 anak dan seorang istri yang cantik, yang kunikahi beberapa bulan setelah peristiwa itu, nadai saja semua sudah berubah, aku ingin kembali memadu kasih dengannya, karena aku masih mencintainya

_THE END_

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Related Post

Gairah Membara Berakhir dengan Prahara | memektante | 4.5

Leave a Reply