Evi, Sekretarisku yang Janda 3

cerita dewasa anal, cerita anal sex bergambar, cerita anal bergambar, cerita dewasa bunda, cerita anal sex terbaru, cerita lucah 2017 com, cerita seks akibat tradisi, hubungan terlarang kisah incest bagian 2, ibu2 montok, majikan dan anak hiper, meki gadis pemuas, neng hayu ewean dg aa, hayu ngewe aa, foto bugil angelina sondakh rambut panjang, elita tomboy bugilm, cersex: anak majikan yg hypersex, cerita2 sex wanta2 solehah, cerita sex istri jubah, cerita sex bergambar stefani, cerita lucah pakde, neng hayu urang ewean

Tepat pukul empat pagi, alarm dari HPku berbunyi. Setiap hari aku memang memasang alarm tepat pukul empat pagi agar aku punya banyak waktu untuk siap-siap ke kantor, karena jarak dari rumahku ke kantor lumayan jauh. Mendengar bunyi alarm, aku terbangun dari tidurku. Dengan mata yang masih agak redup akibat bangun dari tidur, aku melihat tubuh bugil Evi disampingku. Pandanganku begitu nanar ketika menatap kearah selangkangan Evi. Bukit me2knya membukit indah dan bibir me2knya ditutupi oleh lebatnya bulu2 jembut yang hitam keriting. Sementara di dadanya menggantung dua payudara besar yang padat dan sekal dengan putingnya yang besar berwarna coklat kehitaman.

Melihat pemandagan tersebut, seketika nafsuku bangkit. Perlahan aku mulai menjilati kedua payudara tersebut, bergantian puting kiri dan kanannya kuisep dan kukulum. Merasakan ada yang mengerjai kedua payudaranya, Evi perlahan membuka matanya. Begitu dilihatnya aku sedang menjilati kedua payudaranya, dia tersenyum dan ketika kusedot putingnya agak keras dia melenguh.

”Oooooohhhh… Pak… terus isep putingnya Pak… enak Pak…” tangan Evi memegang belakang kepalaku dan ditekannya kepalaku sehingga mulutku menekan kuat pada payudaranya. Akibat jilatan dan sedotanku pada kedua puting payudara Evi, puting payudara tersebut lama kelamaan menjadi membesar dan mengencang.

Tiba-tiba Evi membalikkan tubuhku sehingga kini tubuhnya berada di atas tubuhku. Kemudian dia menggeser kebagian bawah tubuhku sehingga kepalanya berada diantara selangkanganku. Dengan cepat tangannya mulai memegang kon tolku yang masih lembek dan kemudian mengocoknya dengan lembut.

“Kon tol Bapak memang luar biasa… belum ngaceng aja sudah segede ini. Pantas saja me2kku terasa penuh ketika kon tol Bapak masuk dalam liang me2kku” kata Evi.

Akibat kocokan dan elusan tangan Evi tersebut, kon tolku perlahan-lahan mulai ngaceng dan mengeras. Kemudian Evi menjilati kon tolku. Aku mulai menggelinjang dan melenguh. Kon tolku keluar masuk dalam mulut Evi. Gerakanku pun semakin tidak karuan juga. Semakin cepat dan kuat Evi menghisap kon tolku, maka aku pun semakin keras mengerang sambil tanganku mulai mengelus dan mengkobel-kobel me2k dan 1til Evi, sehingga me2knya mulai basah kembali.

Mulut Evi masih penuh dengan kon tolku yang keluar masuk mulutnya. Sesekali tanganku juga meremas kedua payudara montok Evi sehingga dia merasa geli yang hebat. Evi melepas kon tolku dari mulutnya, kemudian kon tolku dikocok naik turun dan dihisap lagi berulang-ulang dan saat aku kegelian, aku kobel me2knya dalam dalam.

“Aaaaahh… Paaak… geli” kata Evi sambil melepaskan kon tolku dari mulutnya.

“Vi, aku pingin ngen toti kamu dari belakang tapi kamunya berdiri sambil pegangan meja rias itu…” ajakku sambil menunjuk tempat yang aku inginkan dan tanpa banyak bicara, Evipun kemudian turun dari tempat tidur dan berdiri di depan meja rias dan akupun segera menyusulnya.

Aku peluk Evi dari belakang sambil memciumi punggungnya, perlahan-¬lahan Evi aku suruh menungging dengan kedua tangan berpegangan pada tepian meja rias. Disaat Evi sudah membungkukkan tubuhnya, kedua tanganku meremas-remas kedua payudaranya sambil menciumi leher dan punggungnya. Kemudian kedua telapak tanganku berusaha semakin merenggangkan kedua belah paha Evi, sehingga kedua belah pahanya mengangkang lebar-lebar. Sambil mengusap-¬usap permukaan bibir me2k Evi, aku mendekatkan kepala kon tolku yang sudah tegak dan keras tersebut ke permukaan bibir me2k Evi. Perlahan-lahan kepala kon tolku menguak bibir me2k Evi dan disaat bibir me2k itu sudah terkuak, lalu kepala kon tolku kusodokkan ke dalam liang senggama me2k Evi.

Sesaat setelah kurasakan kepala kon tolku terjepit oleh bibir me2k Evi, perlahan-lahan aku menekan pantatku ke depan sambil kedua tanganku memegangi pinggang Evi.

Bleeesssss….. kon tolku yang besar dan panjang itu membelah bibir me2k Evi dan menyelinap masuk liang senggama me2k Evi sehingga membuat Evi menggeliat dan memekik pelan.

“Aaaaahhh… Ssssshhh… Ooooohhhh…” suara Evi dengan kepala mendongak ke atas dan matanya terpejam.

“Uuuuukkhhhh… uuufhhh…” suaraku serak-serak parau. Pantatku bergerak perlahan-lahan semakin kutekan semakin dalam batang kon tolku masuk kedalam liang senggama me2k Evi. Lambat laun akhirya semua batang kon tolku amblas masuk tanpa tersisa lagi dalam liang senggama me2k Evi, sampai bulu jembutku bertemu bulu jembut Evi. Bukan main nikmatnya perasaanku ketika kon tolku amblas seluruhnya ke dalam liang senggama me2k Evi. Evi menggeliat-geliat tak menentu, mendesah-desah dan tubuhnya terasa bergetar hebat.

Desah nafas kami berdua semakin terdengar. Tubuh kami berdua mulai basah terguyur oleh kucuran air keringat. Pantatku yang berada di belakang Evi yang membungkuk memegang tepian meja rias tersebut, terus bergoyang maju mundur. Kedua tanganku memegang erat pinggang Evi. Sedangkan Evi mengimbangi hempasan pantatku yang maju mundur dengan cara memutar-mutar pinggulnya dan menggoyang ke kiri dan ke kanan. Gerakannya tampak erotis sekali.

“Oooohhh… sssshhhh… aaaaahhhh…” desah suara Evi tak henti-henti dengan kedua matanya terpejam-pejam, sedangkan kepalanya yang terdongak ke atas bergerak ke kiri dan ke kanan, merasakan kenikmatan yang luar biasa.

“Oooohhh… aaaaahh… uuukhh… eesst… uuufffh…” suaraku dengan kepala terdongak ke atas langit-langit bergerak ke kiri dan ke kanan mengikuti helaan pantat Evi yang maju mundur itu.

Jleeb… jlob… jleeb… jlob… jleeb.. jloob… suara pergesekan dinding kon tolku yang menghujam keluar masuk di antara banyaknya cairan yang kian membanjir membasahi liang senggama me2k Evi. Licin dan hangat terasa bagian dalam liang senggama me2k Evi tersebut.

Tidak ada kenikmatan lain, selain kenikmatan yang kami rasakan saat itu. Saat aku menyodokan kon tolku kedalam me2k Evi, Evipun menyambut dengan menghentakkan pantatnya kebelakang. Evipun tidak henti-hentinya menggoyang dan memutar pantatnya sehingga kon tolku yang berada didalam liang senggama me2knya terasa dipijit dan diperas-peras oleh dinding-dinding liang senggama me2k Evi.

Setelah berkali-kali liang senggama me2k Evi kemasukan kon tolku, kini me2knya telah beradaptasi dengan besarnya kon tolku. Sehingga kali ini Evi dapat mengendalikan orgasmenya agar tidak cepat sampai. Akupun juga tidak ingin buru-buru ejakulasi. Aku ingin berlama-lama menikmati legitnya liang senggama me2k Evi.

Setelah tiga puluh menit bertarung, barulah aku mulai merasakan adanya perubahan pada Evi. Tubuhnya semakin terasa menegang. Kedutan me2knya terasa semakin kencang.

“Oooohhhh… Paaaaak… sssshhhh… Evi gak tahan Paaaaak… Evi mau nyampai Paaaaak… sssshhhh… aaaahhhhh…” erang Evi.

“Aku juga Vi… ssshhhh… oooohhhh… nikmatnyaaaaa…” Akupun mengerang merasakan nikmatnya persetubuhan tersebut.

Aku merasakan adanya denyut-denyut sel yang bergerak ke ujung kepala kon tolku. Akupun semakin memperkuat hempasan pantatku yang maju mundur. Sedangkan dari depan, Evi semakin mempercepat goyangan pantatnya yang tak ubahnya bagai seorang penari striptease, sehingga bunyi decakan akibat pergesekan kedua klamin kami semakin terdengar keras.

Jleeb… jlob… jleeb… jlob… jleeb.. jloob… bunyi tersebut seakan memberikan semangat dan rangsangan bagi kami berdua untuk cepat-cepat mencapai puncak orgasme. Dan tak lama setelah itu tubuh kami berdua semakin terasa menegang. Hempasan pantatku yang maju mundur semakin cepat dan kuat, sehingga batang kon tolkupun semakin cepat keluar masuk liang senggama me2k Evi dan menusuk dalam-dalam liang senggama me2k Evi.

“Oooohhh… Paaaaak… Evi keluuuaaarrr… sssshhhhhh… aaaahhhh…!!!” rintih Evi setengah memekik. Tubuhnya mendadak tegang, dengan kepala menghadap ke atas dan bersamaan dengan itu cairan orgasmenya memancar keluar dari liang me2knya.

Ser… Seeeeeer… Seeeer… semburan cairan hangat dan kental seketika memenuhi rongga di liang senggama me2knya. Setelah itu tubuh Evi nyaris terjerembab jatuh karena lemas akibat orgasme yang baru saja dia alami. Aku dengan cepat memegang kuat bagian pinggang Evi. Sementara itu akupun merasakan ejakulasiku sudah semakin dekat, maka aku semakin mempercepat keluar-masuknya batang kon tolku di liang senggama me2k Evi dengan mempercepat hempasan pantatku maju mundur. Akibat banjirnya liang senggama me2k Evi oleh cairan orgasmenya, semakin mudah bagi kon tolku untuk keluar masuk me2knya. Dan tak lama setelah itu tiba-tiba tubuhku terasa tegang.

“Viiiiii… aku keluuuaaaaar… sssshhhh… aaaaahhhhh…!!!” aku memekik.

Croott… crot… croot… crooot… pejuku muncrat semakin memenuhi rongga liang senggama me2k Evi yang baru saja tersiram oleh cairan orgasmenya sendiri. Dan ketika semburan pejuku yang memancar keluar dari kon tolku berhenti, tiba-tiba tubuhku yang semula tegang mendadak menjadi lemas tak berdaya. Aku peluk erat-erat tubuh Evi yang sama-sama lemas akibat orgasme yang dialaminya.

Desah nafas kami berdua terdengar jelas ditelinga kami masing-masing dan keringat yang menguncur deras membahasi tubuh kami berdua yang sedang menikmati sisa-sisa orgasme kami masing-masing.

Setelah istirahat beberapa saat lamanya dan ketika tubuh kami mulai terasa agak segar, kami berdua bergerak naik ke atas ranjang agar kami dapat beristirahat dengan nyaman dari semua rasa lelah. Tubuh Evi yang montok tersebut aku dekap erat-erat.

Tidak sampai sepuluh menit, Evi kembali menggenggam batang kon tolku yang masih layu tersebut lalu dikocok-kocok dengan lembut kon tolku tersebut beberapa kali. Dan tak lama batang kon tolku terasa berdenyut-denyut mengeras dan kemudian tegak ngaceng kembali. Kon tolku yang besar dan panjang tersebut diguncang-guncangkan oleh Evi dan mulai membentur bagian permukaan me2k Evi yang berbaring berhadap-hadapan denganku. Kemudian kon tolku diulas-ulaskan ke bagian permukaan me2knya.

“Ukhhh… aaakhhh…” desahku ketika kepala kon tolku terasa ngilu tersentuh bebuluan yang rimbun di sekitar permukaan lubang me2k Evi.

“Eeessst…..” desah Evi ketika merasakan bibir me2knya teroles kepala kon tolku yang besar. Mata Evi terpejam-pejam menahan nikmat. 1tilnya terasa berdenyut-denyut dan me2knya mulai basah oleh lendir me2knya.

Tiba-tiba Evi bangkit dari tidurnya. Lalu sambil mengocok-ngocok batang kon tolku dengan telapak tangannya, dan kemudian melangkahi tubuhku yang terbaring dibawah tubuhnya. Sambil mengarahkan lubang me2knya ke bagian kepala kon tolku yang tegak menghadap ke atas itu, perlahan-lahan Evi menurunkan pantatnya ke bawah.

Bleeeeesssss….. batang kon tolkupun melesak kedalam liang senggama me2k Evi yang terasa licin akibat cairan yang keluar dari me2k Evi sehingga memudahkan masuknya batang pelirku kedalam liang me2knya tersebut.

“Ooouuuwww… eeessst… uuufhhh” desah Evi dengan kedua belah mata terpejam di kala merasakan batang kon tolku yang masuk semuanya diliang senggama me2knya sampai menyentuh dinding rahimnya ditambah lagi bibir me2knya yang tergesek bebuluan yang ada di sekitar pangkal kon tolku.

“Uuuuufhhh… akhhhh… eeeesssst…” erangku di kala aku merasakan remasan lembut dinding-dinding liang senggama me2k Evi. Empotannya sungguh luar biasa nikmatnya. Tak terbayangkan betapa nikmat rangsangan yang dirasakan kami berdua ketika itu.

Namun semua itu belum membuat kami untuk segera mencapai puncak kenikmatan. Perlahan-lahan Evi mengengkat pantatnya sehingga pantatnya yang menempel di pangkal kon tolku yang penuh dengan bulu-bulu jembut tersebut terangkat naik sehingga batang kon tolkupun perlahan-lahan keluar dari liang me2k Evi hingga sebatas bagian kepala kon tolku yang masih tejepit di bagian bibir me2knya. Kemudian Evi langsung menghempaskan kembali pantanya kebawah sehingga batang kon tolkupun masuk kembali kedalam liang senggama me2k Evi sedalam-dalamnya hingga pantatnya menindih pangkal kon tolku. Dengan cara menaik-turunkan pantatnya Evi terus mengocok batang kon tolku didalam liang senggama me2knya.

Decak-decak suara becek akibat kon tolku yang keluar masuk liang senggama me2k Evi yang mulai banjir dengan cairan me2knya mulai terdengar lagi. Bunyi suara becek tersebut membuat kami semakin bergairah.

Gerakan Evi yang mengangkat dan menurunkan pantatnya ke atas dan ke bawah, lama kelamaan membuat sekujur tubuhnya kembali basah oleh keringat. Nafas Evi tersengal-sengal, kepalanya tertatap menghadap ke atas dan kedua belah matanya terpejam. Kedua payudara Evi yang besar tersebut bergerak-gerak naik turun mengikuti gerakan tubuhnya yang sedang menaik-turunkan pantatnya. Dengan gemas kemudian kedua tanganku meremas-remas kedua payudara Evi tersebut sambil sesekali memilin-milin putingnya dengan jari-jari tanganku.

“Ooouww .. eesst… Aukhhh… uuufhh… eeeesssst…” Evi mendesah hebat ketika merasakan sentuhan hangat batang kon tolku yang menggesek dinding liang senggama me2knya dan remasan tanganku dikedua payudaranya serta pilinan jari-jari tanganku pada puting payudaranya. Bukan main nikmat yang dirasakan Evi ketika itu.

“Aaauukhhh… Eeesst… aakhh…. Eekhhh… oooouuuuwww…” rintihku merasakan nikmatnya jepitan me2k Evi yang terus-menerus mengempot menyedot-nyedot kon tolku didalam liang senggama me2knya. Sungguh me2k Evi, sekretaris baruku yang bertubuh padat, sekal dan montok itu betul memberikan sensasi kenikmatan yang sangat hebat kepadaku.

Waktu semakin beranjak. Evi terus memacu tubuhnya naik turun di atas tubuhku yang terlentang dibawahnya. Tubuh Evi meliuk-liuk bagai penari erotis. Cairan me2knya kian banyak keluar membuat liang senggama me2knya menjadi semakin licin sehingga memperlancar gerakan kon tolku yang keluar masuk liang senggama me2knya. Cloook… cleeek… Cloook… Cleeek… bunyi suara pergesekan dinding kon tolku dengan dinding liang senggama me2k Evi yang semakin becek akibat banjir oleh cairan me2knya yang terus keluar dari me2knya. Bunyi decak-decak tersebut sungguh merangsang.

Keringat yang membasahi tubuh Evi semakin lama semakin banyak. Degub jantung Evi yang semakin kencang tersebut membuat dadanya berguncang-guncang. Nafasnya tersengal-sengal. Sungguh membuat aku benar-benar puas pagi ini.

“Oouuww… Akhhh… Eeessst… Eviiiii gak tahan Paaaaak… Uuukhh… eeekhhh… nikmaaaaattt… Evi mau nyam…pai lagi Paaaaak… Eeeesssttt…” desah Evi. Suaranya serak-serak parau akibat menahan rangsangan birahi yang semakin meningkat dan matanya terpejam-pejam menikmati kenikmatan yang amat sangat.

Waktu menunjukkan pukul lima pagi. Evi masih berada di atas perutku. Tubuhnya tampak sudah sangat basah oleh kucuran keringat. Rambutnya awut-awutan tak menentu. Gerakan naik turun tubuh Evi mulai melemah. Melihat Evi yang berada di atas perutku tampak sudah mulai kecapekan, lalu aku meminta Evi mencabut kon tolku dan menyuruhnya untuk membaringkan tubuhnya dengan posisi miring membelakangi tubuhku. Sambil meremas kedua belah payudara Evi aku mengangkat kaki kiri Evi kemudian aku menempatkan tubuhku diantara kedua kaki Evi sehingga kaki kiri Evi kini berada dipundakku. Sambil menggenggam batang kon tolku dan mengarahkan kepala kon tolku sehingga tepat berada di permukaan lubang me2k Evi yang terkuak itu, aku mengambil ancang-ancang dan kemudian aku tekan pantatku.

Bleeeeessssss….. batang kon tolku kembali menyeruak membelah celah diantara bibir me2k Evi. Melihat batang kon tolku masuk kedalam liang senggama me2k Evi menambah aku semakin terangsang dan dengan penuh gairah aku tekan kuat-kuat pantatku sehingga kon tolku amblas seluruhnya masuk ke dalam liang senggama me2k Evi.

Evipun merasakan nikmat yang tiada tara di saat pelupuk dasar lubang me2knya tersentuh oleh kepala kon tolku. Ditambah lagi dengan posisi senggama seperti itu membuat liang me2knya menjadi semakin sempit sehingga gesekan batang kon tolku semakin terasa banget didingding liang senggama me2knya.

“Oooohhhkhh… eesssst… Paaaaak… nikmaaattt… baaangeeet… Evi gak kuat Paaaaak… Eeeesssst… aaaaakkkhhh…” desis Evi dengan kepala menggeleng ke kanan dan ke kiri serta matanya terpejam-pejam.

“Aaakhhh… eeessstt… Viiiii… eeenaaak Viiii… Ooooohhh…” akupun mengerang merasakan kuatnya jepitan dan empotan liang senggama me2k Evi.

Aku menarik keluar batang kon tolku dari dalam liang me2k Evi hingga tinggal menyisakan kepala kon tolku yang masih terjepit bibir me2k Evi. Setelah itu perlahan-lahan aku tekan lagi pantatku ke depan sampai batang kon tolku kembali amblas masuk seluruhnya didalam liang me2k Evi. Lalu batang kon tolku aku tarik lagi perlahan-lahan dan kemudian aku tekan lagi sampai amblas. Sementara itu tanganku mulai meremas-remas payudara Evi yang membuat Evi menggeliat dan merintih hebat.

“Ooouuww… uuufhhh… eeessst… Evi keluuaaarrr… Aaaaakkkhhh…!!!” jerit Evi dengan muka tegang menatap ke arahku. Tangan Evi menekan kuat-kuat pantatku sehingga batang kon tolku masuk seluruhnya di liang senggama me2knya yang berkedut-kedut akibat orgasme yang dialaminya. Ser… seerr… seerrr… cairan orgasmen Evi menyemprot dengan derasnya memenuhi liang senggama me2knya.

Mendengar rintihan Evi tersebut, aku semakin memperkuat hujaman pantatku dan semakin kuat meremas-remas payudara Evi. Aku betul-betul merasa gemas dan geram menghadapi kemolekan tubuh Evi tersebut. Mendapat serangan dariku, membuat gairah Evi langsung bangkit kembali.

“Ooohhhh… Aaaaahhhhh… Enaaaakkk… teruuuuusssss Paaaaak… sodok yang kuat me2k Evi Paaaaak… ssssshhhhh… aaahhh…” rintih Evi dengan tensi birahi yang semakin tinggi.

Aku semakin memperkuat seranganku dengan menghujami liang senggama me2k Evi dengan batang kon tolku. Evi menggoyang-goyangkan pantatnya mengimbangi setiap tusukan kon tolku.

Creeekkk… croookkk… creeekkk… croookkk… bunyi decak-decak pergesekan antara batang kon tolku dengan diding liang senggama me2k Evi semakin terdengar keras. Seakan menyemangati kami berdua. Aku semakin memperkuat dan mempercepat enjotan kon tolku di liang senggama me2k Evi. Sedangkan Evi dengan sebelah kaki berada dipundakku mengimbangi helaan dan hempasan pantatku dengan menggoyang-goyangkan pantatnya sehingga pergesekan dinding-dinding kon tolku dan dinding-dinding liang senggama me2k Evi terasa begitu nikmat kami rasakan.

Waktu terus beranjak. Keadaan semakin memuncak tinggi. Tubuh kami berdua sudah tak karuan. Rambut acak-acakan, tubuh basah oleh keringat yang terus mengalir. Tubuhku terasa semakin bergetar hebat. Akupun merasakan kalau sebentar lagi akan mencapai puncak orgasme. Aku mengenjot kon tolku semakin cepat dan kuat. Sel-sel yang berada di tempat persembunyiannya, tiba-tiba terasa bergerak menuju ujung kepala kon tolku. Dengan sekali hentakan aku sodokkan kon tolku kuat-kuat diliang senggama me2k Evi hingga mentok dan terasa menyentuh dinding rahim Evi. Crooot… Crooot… Crooooot… menyemprotlah pejuku yang kental dan hangat didalam liang senggama me2k Evi.

“Ooooohh… Viiiii… aku keluuuaaaaar…!!!” teriakku.

Di saat Evi merasakan adanya muntahan dan deyut-denyut kon tolku di dalam liang senggama me2knya, sambil menarik pantatku dengan kedua tangannya, Evi langsung menggoyang-goyangkan pantatnya menggiling-giling batang kon tolku yang masih menancap di dalam liang senggama me2knya. Tubuh Evi semakin menegang kencang. Denyut-¬denyut me2knya terasa sangat kuat.

“Paaaaak… Eviiiii… keluaaaaarrrr… Aaaaahhhh…!!!” jerit Evi. Tubuhnya bergetar hebat merasakan orgasmenya yang kesekian kalinya dipagi ini. Ser… seerr… seerrr… kembali cairan orgasmenya menyembur memenuhi liang senggama me2knya bercampur dengan cairan pejuku. Akibat terlalu banyaknya cairan diliang senggama me2k Evi sehingga tidak tertampung lagi di dalam liang senggama me2knya sehingga cairan yang berwarna putih keruh tersebut meleleh keluar dari me2k Evi.

Tak terbayangkan kenikmatan yang kami rasakan saat itu. Bagai terdampar di pantai surga. Aku melepaskan kaki Evi yang masih menggantung di pundakku. Begitu kaki Evi turun, dengan sedikit memutar pantatku, tubuhku ambruk menghimpit tubuh Evi. Tubuh kami saling berhimpitan. Evi memeluk erat2 tubuhku.

Terdengar nafas kami berdua terengah-engah, kedua tubuh kami seolah menyatu, tubuh kami berdua basah oleh keringat kami berdua, senyum kepuasan menghiasi kami, kami berdua betul-betul merasa puas dengan persetubuhan pagi ini, kami berdua terkapar kelelahan kehabisan tenaga. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, aku mencabut kon tolku dari me2k Evi, lalu aku berbaring disisinya.

“Terima kasih Vi, akhirnya kesampean juga aku ngen toti kamu. Sejak pertamakali melihatmu dulu, kon tolku langsung ngaceng pingin ngen tot denganmu. Perempuan dengan kumis tipis sepertimu pasti memiliki nafsu sek yang tinggi dan ternyata memang benar. Nafsumu memang benar-benar tinggi. Kalau saja aku gak rajin olah raga dan menjaga staminaku, sudah pasti aku akan kedodoran melayani kamu. Aku puas banget, ngen tot dengan kamu nikmat banget” kataku sambil mengelus2 pipi Evi.

“Sama-sama Pak, dien tot sama Bapak nikmat banget. Evi puas banget. Seumur hidup Evi baru dengan Bapak Evi benar-benar merasakan nikmatnya ngen tot” balas Evi. Sambil menciumi pipiku, Evipun berulangkali bilang bahwa dia sangat puas ngen tot denganku.

Bahkan dia bilang, “Pak boleh gak kalau lain waktu Evi ingin dien tot lagi”

“Boleh. Kapan saja Evi kepingin hubungi saja aku. Lagian aku juga ketagihan dengan jepitan dan empotan me2k kamu” balasku sambil tersenyum.

Jam telah menunjukan pukul 6 pagi. Karena hari ini kami harus kembali ke Jakarta, akupun bangkit dari tempat tidur menuju ke kamar mandi yang segera diikuti oleh Evi. Kon tolku yang mulai mengkerut, tampak mengkilat karena cairan orgasme Evi yang bercapur dengan cairan pejuku. Begitu pula dengan me2k Evi. Saat dia berdiri dari lubang me2knya terlihat cairan putih keruh mengalir perlahan. Di kamar mandi, kami berdua membersihkan diri kami masing-masing.

Setelah membersihkan diri, aku mulai mengenakan pakaian. Sementara dengan berbalut handuk sambil menjinjing pakaiannya, Evi minta ijin kembali ke kamarnya sendiri. Namun sebelum melangkah menuju kamarnya sekali lagi Evi mencium lembut pipiku.

“Terima kasih Pak, atas semua kenimatan yang telah Bapak berikan ke Evi” bisik mesra Evi ditelingaku lalu pergi menuju ke kamarnya.

Setelah sarapan pagi dan beres-beres barang bawaan kami masing-masing, tepat pukul 9, Aku dan Evipun kembali lagi ke Jakarta. Dalam perjalanan aku merasa betul-betul beruntung dapat menikmati kepuasan bersetubuh sampai beberapa kali dengan Evi. Sementara nampaknya Evipun merasa puas juga dien tot kon tolku yang gede dan panjang ini, yang membuat dia memperoleh orgasme berkali-kali. Sungguh pengalaman yang tak pernah aku lupakan.


_THE END_

Evi, Sekretarisku yang Janda 1
Evi, Sekretarisku yang Janda 2

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Related Post

Evi, Sekretarisku yang Janda 3 | memektante | 4.5

Leave a Reply