Evi, Sekretarisku Yang Janda 2

cerita sex ustazah, indosex cerita mom and son, cerita sex anal terbaru, download video sex mama, cerota sec, ku hamili ibu dan tanteku, cerita sek bahasa jawa, cersex beauty and the beast, cersex bahasa jawa, Cerita seks suster, cerseks ngentot mama binal, cerita anal mama, pijat jepang lucah, nyusu dan genjot memek perawan, kisah janda tua hiper sek, memek sekretarisku, borwap sexs bergambar mama ustaza dan anak kandung, ceritasex aku dan anak anakku, cerita anal sex tante mama, cerita dewasa sekretarisku kusetubuhi dan ku jual dengan para bos, cerita sek anal ibu stw alim, Cerita seks panjang anak dan mama part 1, cerita sex bergambar gara gara aqu dititipkan, cerita sex janda alim, cerita sex janda di genjot, Cerita ustajah dan anak gdisnya diperkosa, ceritasekbahasajawa, temanku hamili mamaku

Kira-kira pukul 8 aku terbangun, ketika merasa ada yang meremas-remas batang kon tolku. Kulihat Evi sedang menelungkup dikakiku. Kon tolku dielus dan diremas-remasnya.

“Pak, Evi pengen lagi?” pintanya manja ketika melihat aku sudah terbangun dari tidurku.

“Jangan khawatir Vi, aku akan memuaskanmu. Masih banyak waktu. Mendingan sekarang kita mandi lalu makan. Biar segar dan cukup tenaga buat melanjutkan permainan kita selanjutnya” kataku.

Karena aku ingin agar secepatnya dapat menggeluti tubuh bahenol Evi kembali, maka aku mengusulan pesan makanan lewat hotel saja. Dan ternyata Evi setuju dengan usulanku tersebut.

“Ok pak Evi setuju banget dengan usul Bapak. Biar gak usah repot2 keluar cari makan, lagian Evi juga sudah pingin segera dipuasin sama kon tol super Bapak” jawab Evi. Aku menelpon room service untuk memesan makanan dan minuman.

Aku dan Evi menuju ke kamar mandi. Kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat yang memancar dari shower. Kemudian dengan telatennya Evi menggosok setiap jengkal tubuhku. Saat tangan-tangan halus Evi menggosok-gosok kon tolku, batang kon tolkupun mulai ngaceng. Aku menikmati elusan tangan Evi pada batang kon tolku. Namun aku segera sadar bahwa aku tidak boleh larut dengan perlakuan Evi, maka tangan Evipun aku tarik dari kon tolku. Lalu akupun mulai menggosoki tubuh Evi. Mula-mula tanganku menggosok bagian leher, lalu turun kebagian dada Evi. Dengan lembut aku menggosok kedua payudara Evi yang besar dan kencang tersebut. Kemudian gosokanku turun hingga akhirnya sampai dibagian selangkangan Evi. Me2k Evi dengan hati-hati aku bersihkan. Puas dengan saling gosok, kami berdua kemudian membersihkan busa sabun yang menempel ditubuh kami dengan guyuran air shower yang hangat.

Terdengar bel pintu, aku segera mengeringkan tubuhku, lalu menyarungkan handuk di pinggangku dan keluar kamar mandi, ternyata room service membawa makanan dan minuman yang aku pesan. Setelah itu aku kembali ke kamar mandi, shower sudah dimatikan dan Evi lagi mengeringkan badannya dengan handuk. Aku pun keluar dari kamar mandi bersama dengan Evi dengan tubuh terbungkus handuk.

Akhirnya terasa juga perut lapar yang sudah minta diisi. Dalam keadaan yang hampir telanjang hanya berbalut handuk, kita duduk di sofa menikmati makanan yang telah aku pesan. Selesai makan, Evi menyandar di dadaku.

“Pak, nikmat sekali ngen tot dengan bapak. Rasanya Evi mulai ketagihan ngen tot dengan Bapak” kata Evi

“Aku juga nikmat sekali ngen tot sama kamu, Vi. Gimana masih mau lagi?” tanyaku sambil tersenyum.

“Mau banget… Evi ingin ngerasain dien tot Bapak sampai lemas” jawab Evi.

Lalu sambil berpelukan, bibir kami sudah saling berciuman dengan mesra.

Sambil tetap berciuman, tanganku menarik ikatan handuk yang menutupi tubuh Evi sehingga sepasang payudara Evi yang besar itu menggantung bebas. Tanganku lalu meremas sepasang payudara tersebut. Saat ciumanku beralih ke tengkuk Evi, tubuh Evipun semakin menggelinjang.

Tangan Evipun tidak tinggak diam. Ditariknya lilitan handukku dan kemudian diraihnya batang kon tolku lalu dikocoknya dengan lembut sehingga perlahan-lahan batang kon tolku mulai ngaceng dan tegak berdiri. Tubuh Evi semakin menggelinjang hebat ketika tanganku yang satunya lagi mulai merabai selangkangannya.

“Pak, ditempat tidur aja yuk???” ajak Evi.

“Sudah nggak sabar ya” kataku.

Saat tubuhku sudah ada dipinggiran tempat tidur, Evi mendorong tubuhku keranjang dan jatuh telentang. Evipun segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusulku. Kami berdua kembali berciuman dengan buas. Tak lama kemudian Evi mendorong kepalaku ke dadanya. Ia ingin aku mengerjai payudaranya. Aku menurut karena aku pun juga ingin merasakan lembutnya sepasang payudara Evi yang montok itu. Evi mendesah sambil meremas rambutku saat mulutku mulai menjilati dan menghisap salah satu puting payudaranya sedangkan tanganku dengan lembut meremas payudara yang satunya. Aku merasakan payudara Evi yang lembut perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang semakin mengeras.

“Oh… Paaaakkk…! Gelii… terus paaaaakkk… ssssshhh… aaaakh…” suara erangan Evi merasakan nikmat saat kedua payudaranya mendapat rangsangan dariku.

Sambil tanganku yang satu terus merabai payudara Evi, tanganku yang satunya lagi mulai merambat turun hingga tepat berada kembali di selangkangan Evi. Evi menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.

“Aaaahh… terus paaaakkk!” desis Evi ketika jemariku mulai menyentuh me2knya. Jemariku dengan perlahan menyusuri bukit yang ditumbuhi oleh bulu2 jembut yang lebat yang dibaliknya terdapat bibir lembut yang lembab.

Evi semakin menggelinjang ketika ujung jariku menyentuh 1tilnya. Kini mulut dan tanganku secara bersamaan memberikan rangsangan kepada Evi, wanita yang telah lama menahan dahaga seksnya itu. Evi sangat menikmati setiap jilatan dan rabaanku tersebut. Setelah puas menjilati kedua payudara Evi, perlahan mulutku mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Evi dan berhenti di pusarnya. Evi menggelinjang ketika lidahku menjilati pusarnya.

Evi rupanya tidak mau merasakan nikmat sendiri. Ditariknya pinggulku kearah kepalanya. Aku paham maksudnya. Dengan segera aku kangkangi kepala Evi diantara kedua pahaku dengan batang kon tolku yang menegang keras tersebut tepat diatas muka Evi. Kemudian Evi menjilati batang kon tolku, sementara jari jari tangannya bermain di bulu2 jembut dan biji pelirku. Jilatan Evi makin menggila dan akhirnya batang kon tolku masuk ke dalam mulutnya. Dengan penuh nafsu Evi mengulum batang kon tolku. Evi menghisap kon tolku seperti anak kecil mengisap es mambo. Ketika dia menghisap kepala kon tolku, jari-jarinya menggosok-gosok batang kon tolku. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dan aku hanya bisa menggeliat.

Aku membalas serangan Evi pada kon tolku dengan merundukkan kepalaku yang berada diantara paha Evi yang mengangkang sehingga mulutku tepat di atas bukit me2knya. Dengan menyibakkan bulu2 jembutnya yang lebat itu, mulutkupun mulai menjilati celah lembab yang harum milik Evi.

“Ouughh… ssssshhh… aahhh…” Evi mengerang sambil melepas kuluman pada batang kon tolku.
Lidahku terus mengulas-ulas celah me2k Evi yang sudah lembab dan basah dan ketika jempol tanganku menggosok-gosok 1til Evi yang sudah semakin mengembang dan keras, Evi menggelinjang dan menjerit kecil, “Uuhhg… oohh… sssshhhh… oohhh…”

Kami berdua dengan penuh nafsu terus saling merangsang. Evi yang telah lama ditinggal oleh suaminya, bertahun-tahun menyimpan hasrat seksualnya, sehingga sekarang seakan-akan merupakan kesempatan baginya untuk menumpahkan nafsu terpendamnya tersebut. Demikian juga dengan aku, walaupun sudah banyak perempuan yang aku tiduri, bagiku Evi mempunyai banyak kelebihan. Tubuhnya mulus dan montok, sepasang payudaranya besar dan montok dan me2knya masih terasa sempit serta empotannya sangat kuat. Sehingga aku merasakan sensasi yang sangat berbeda dari yang pernah aku alami sebelumnya.

“Paaaakkkk!!! Ouuuhhh… eemhh, entoti Evi paaaakkk… ouhh…” diantara desahannya Evi meminta aku segera menyetubuhinya. Evi sudah tak tahan menahan gejolak birahinya.

Aku segera menghentikan jilatanku dan mengatur posisi. Evi telentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kon tolku pada lubang me2knya yang telah semakin basah mengkilat dan berdenyut-denyut.

Dada Evi berdebar kencang, teringat pada malam-malam ketika dirinya disetubuhi oleh suaminya. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya rasa kecewa. Persetubuhan itu berlangsung sebentar karena suaminya cepat ejakulasi sementara dia belum mencapai orgasmenya. Terbayang wajah suaminya yang tersenyum dengan wajah penuh kepuasan tanpa menghiraukan dirinya yang belum meraih puncak kenikmatannya. Evi tersentak dari lamunannya ketika terasa benda hangat menyentuh celah bibir me2knya. Direngkuhnya tubuhku ketika perlahan batang kon tolku yang keras itu mulai menyusuri lubang me2knya.

“Akh…! enak Paaaakkk…!!!” desis Evi. Tangannya menekan pinggulku agar batang kon tolku itu masuk seluruhnya.

Akupun juga merasakan nikmat. Me2k Evi yang masih terasa sempit dan seret itu mencengkeram erat batang kon tolku. Dan kembali kurasakan empotan me2k Evi pada batang kon tolku yang berada di liang senggamanya. Aku mulai menggerakkan pinggulku perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Evi. Kami berdua terus berpacu menggapai nikmat.

“Ayo Paaaakkk enjot terusss… paaaakkk!” desis Evi kembali merasakan nikmatnya enjotan batang kon tolku di me2knya.

Aku menggerakkan pinggulku semakin cepat dan keras. Sesekali kusentakkan kedepan sehingga batang kon tolku masuk seluruhnya kedalam me2k Evi.

“Oh… Paaaakkk…! Evi… ooooohhh sudaaahhhhhhh… mmmmmhhh ngggaaakkkhh… tahaaan… ooooohhh… kooonnntoooolll baapppaaakkkk mennnntthooookkhhhh… aaauuuhhhh… Evi ngggaaaakkkhhhh tahaaannnnn… oohhh… ohhh… ooohh… ooohhh… yyaaa… yaaa… uuuhhh… Evi… ngaaakk… taaaahhhh… ooooooooooohhh…” erang Evi merasakan kemikmatan setiap kali aku melesakkan dalam2 kon tolku didalam liang senggamanya. Terasa batang kon tolku menyodok dasar me2k Evi yang terdalam.

Semakin sering Aku melakukan gerakan tersebut, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Evi sehingga pada hentakan yang ke sekian, Evi merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantatku agar hujaman bantang kon tolku semakin dalam.

“Terussshhhh Paaaaakkk… aaahhhhh… ennaaakkkhhh… Eviiii nggaaaaaa taaaahaannn… Evi keluuuuaaaarr… aaahhhhhhh… keeeeeelllllluuuuaaarrr!!!!” jeritan panjang Evi saat merasakan orgasme pertamanya dimalam ini.

Ssssrr… ssssrrrr… ssssrrrr… me2k Evi menyemburkan cairan orgasmenya dan lubang me2knya terasa berdenyut-denyut. Evi merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Sejenak aku berhenti mengenjotkan batang kon tolku di liang senggama Evi sambil menikmati empotan me2k Evi pada batang kon tolku. Bebera saat kemudian, aku yang belum keluar menggerakkan kembali pinggulku dengan irama yang semakin lama semakin cepat.

Karena sodokan kon tolku yang terus menerus pada me2knya, membuat nafsu Evi kembali bangkit. Evi berusaha mengimbangi gerakanku. Diangkatnya kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat membuat me2knya semakin menjengkit. Dengan posisi Evi seperti itu, menyebabkan hujaman kon tolku semakin dalam. Aku yang berusaha mencapai kenikmatan, merasa lebih nikmat dengan posisi Evi seperti itu. Demikian juga dengan Evi, kenikmatan yang dia peroleh perlahan membuat nafsunya semakin naik. Evi mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundakku, sehingga selangkangannya lebih terangkat.

Aku memeluk kedua kaki Evi, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Aku merasakan jepitan me2k Evi lebih terasa sehingga gesekan batang kon tolku menjadi semakin nikmat. Aku semakin menghentakkan pinggulku ketika kurasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat kurasakan.

“Oooooohhhhhhhhh…” aku rebah menimpa tubuh Evi dan memeluknya, sambil menghujamkan kon tolku sekuat-kuatnya. Mentok didalam sana sampai dasar liang senggama Evi dan berteriaak panjang, “aaaaaaaaahhhhhhhh… esssshhhhh… akuuuu… keluuuuaaaarrrrr Viiiii… aaaahhhhhhhhhh…!!!” aku berteriak.

“Aaaaaahhhhhh… Eviiii juuuugaaaaaa… keellluuaaaarrrr… laaggggii…!!!” jerit Evi untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut. Evi mendekapku erat, aku ambruk di atas tubuh montok Evi. Kon tolku masih berada di liang senggama Evi. Keringat mengucur dari tubuh kami berdua. Nafas kami saling memburu.

Croootttt… croooottt… croooottt… sssrrr… sssrrr… sssrrr…

Kon tolku menyemprotkan pejuh banyak sekali kedalam me2k Evi yang dalam waktu hampir bersamaan me2knya juga menyemburkan cairan orgasmenya. Kami berdua saling berdekapan.

“Makasih Pak, makasih. Luar biasa nikmatnya kon tol bapak… Evi puas banget” kata Evi terbata-bata diantara nafasnya yang memburu. Kami sibuk mengatur nafas masing-masing. Evi mendekapku erat, aku ambruk keatas tubuh montok Evi yang catik itu. Pelan-pelan kulepaskan kon tolku yang mulai melemas dari me2k Evi. Tubuh kami yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.

Tak sampai sepuluh menit kami saling berdekapan, batang kon tolku yang telah lepas dari lubang me2k Evi mulai dirabai dan diremas-remas kembali oleh tangan Evi. Rupanya Evi sudah ingin dientot lagi. Aku tersenyum, “lembur nih malam ini!” kataku dalam hati. Memang Evi sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan yang ada untuk bercinta sebanyak mungkin denganku.

Begitu pula denganku yang tak bosan2nya menikmati me2k Evi yang benar2 nikmat. Sehingga kami berdua ingin terus berpacu merasakan kenikmatan persenggamaan berdua.

Evi mendekati tubuhku lalu dengan penuh nafsu kon tolku yang masih berlepotan pejuhku dan cairan orgasmenya, dia kulum. Kon tolku tersebut dikenyot-kenyot didalam mulutnya sambil tangannya meremas-remas biji pelirku. Mendapat rangsangan tersebut, kon tolkupun mulai tegak dan ngaceng kembali. Setelah kon tolku cukup tegang, kemudian Evi telentang disampingku. Ia mengakangkan pahanya lebar lebar, memperlihatkan belahan me2knya yang telah mekar tersebut. Evi sudah tidak sabar pingin buru-buru me2knya ditimpa kon tol superku.

“Ayo Paaak…!!! En tot Evi lagi…!!! Udah gatel lagi nih me2k Evi pingin digaruk lagi sama kon tol Bapak…” Ujar Evi sambil mengusap usap belahan me2knya yang sudah mekar dan basah akibat nafsu birahinya yang sudah memuncak.

“Sabar Vi, aku capek banget…!!!” Ujarku sambil menarik nafas panjang. Aku memang capek sekali setelah mengalami pertempuran melawan Evi barusan. Kali ini aku mendapatkan lawan yang sebanding. Evi benar benar telah menguras tenagaku. Rupanya Evi yang sudah benar-benar dalam birahi tinggi tidak mau menerima alasanku.

“Ayo Paaakk…!!! Cepetan aku sudah kepingin dien tot lagi…!!! Lihat nih me2k Evi sudah mekar begini. Kalau Bapak biarkan terus begini, Evi bisa mati menahan nafsu birahi Evi…” Evi terus merengek rengek agar aku segera menimpanya.

Karena akupun juga sudah bernafsu ingin segera menimpa kembali tubuh bahenol Evi, maka akupun bangun dan merangkak di atas tubuh Evi yang sudah siap menerimanya. Aku menggosok gosokkan kepala kon tolku dibelahan me2k Evi.

“Ooohhh… Paaakkk… Evi sudah tidak tahan lagi. Buruan masukin kon tolnya Pak. Ooohhh… sekarang Paaaakkk… Ssssshhhhh…” pinta Evi agar aku segera ngen toti dirinya.

Aku pun kemudian menempatkan kon tolku agar posisinya tepat di atas lubang me2k Evi. Lalu kutekan kon tolku kedalam me2k Evi yang disambut oleh Evi dengan mengangkat bokongnya. Dan… blessss… melesaklah kon tolku yang bukan main besarnya itu kedalam me2k Evi sampai mata Evi melotot menahan semua itu.

“Auwwww Paaaakkk… sssssshhhhh… enaaaak Paaakkk… oooohhhh…” Evi mulai mendesah sambil merem-melek menikmati tusukan kon tolku.

“Ayo Paaaak… enjot yang kuat… Tusuk yang dalam… Ssshhh… mmmm…..” Evi memintaku untuk semakin cepat dan kuat mengenjotkan kon tolku didalam me2knya.

Aku pun mengayun-ayunkan pantatku sehingga kon tolku yang luar biasa gedenya itu menghujam bertubi-tubi diliang senggama Evi.

Keringat mulai mengucur membasahi tubuh kami berdua. Desahan nafas birahi kami berdua semakin memburu. Kepala Evi mendongak ke atas dengan disertai mata yang terpejam-pejam, menggeleng ke kiri ke kanan membuat rambutnya menjadi acak¬-acakan tak menentu.

Aku terus menggoyangkan pantatku turun naik ke atas ke bawah membuat kon tolku terus keluar masuk liang senggama me2k Evi. Evi yang berada di bawah tubuhku, mengimbangi gerakan keluar masuk kon tolku tersebut dengan menggoyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan, seperti penari striptease. Gerakannya sungguh erotis.

“Oooohh… ssshhhh… Uuuuhhh… nik… maaaat… sssshhhh… aaaahhhh…” desah Evi dengan mata terpejam-pejam. Sambil terus menggoyangkan pantatnya membuat batang kon tolku serasa dipinjat-pijat dan diremas-remas didalam liang senggama me2k Evi.

“Sssshhhh… Viiiii… ooooohhhh… Empotan me2kmu… enak banget… ssshhhh… ooooohhhh…” akupun mengerang merasakan nikmatnya empotan me2k Evi yang sungguh luar biasa nikmatnya.

Cleb… clob… cleb… clob… bunyi decak suara pergesekan kelamin kami berdua. Semakin memacu nafsu kami berdua.

Bibir me2k Evi mengempot-empot mengikuti helaan kon tolku yang menghujam keluar masuk me2knya sehingga lama-kelamaan bibir me2k Evi itu akhimya tampak memerah dan mengkilat. Hal tersebut juga terjadi pada batang kon tolku yang keluar masuk di dalam liang senggama me2k Evi, batang kon tolku yang terjepit erat oleh sempitnya liang senggama me2k Evi membuat batang kon tolku tampak memerah dan berkilat licin seperti telah diberi pelumas.

“Ssssshhhh… Paaaakkk… Enaaaaak… enjot yang cepat Paaaak…” rengek Evi sambil terus mengempot-empotkan otot me2knya. Aku pun menjadi blingsatan karena remasan otot me2k Evi sehingga enjotanku menjadi makin cepat dan makin keras.

“Iya… gitu… ooooohhh… Paaaaak… aduuuuuh… enak banget Paaaak… terus Paaaaak… terasa banget gesekan kon tol Bapak di me2k Evi, nancepnya dalem banget… terus Pak… yang cepat… sssshhhh… aaaahhhh…” kata Evi terengah-engah keenakan. Aku mempercepat enjotan kon tolku membuat Evi menjadi semakin liar, pantatnya menggelinjang saking nikmatnya dan Evi terus merintih kenikmatan sampai akhirnya dia tidak dapat menahan lebih lama,

“Paaaak… Evi gak tahan lagi Paaaaak… Evi keluuuaaarrr Paaaaak… aaaaahhhhh…!!!” jerit Evi. Tubuhnya mengejang. Dengan nafas yang terengah engah.

Seerr… seeerr… seerrrr… seeeeerrrr… me2k Evi kembali menyemburkan cairan orgasmenya banyak sekali membasahi batang kon tolku. Terasa olehku me2k Evi berkedut-kedut kuat sekali meremas kon tolku yang masih keras itu. Evi memeluk tubuhku erat-erat sementara kon tolku masih tetep nancep di me2knya. Evi menikmati enaknya orgasme oleh enjotan kon tol Aku. Aku menahan gerakan kon tolku di dalam me2k Evi. Aku membiarkan Evi menikmati orgasmenya. Pelan pelan tubuh Evi lunglai, lemas. Sehingga pelukannya pun makin melemah.

Setelah kurasa cukup memberi kesempatan bagi Evi untuk menikmati orgasmenya, aku mulai menarik kon tolku perlahan-lahan. Tampak bibir me2k Evi monyong mengikuti tarikan batang kon tolku. Kemudian aku mendorong kon tolku kembali perlahan-lahan kedalam liang senggama me2k Evi. Bibir me2k Evipun ikut terdorong bersama kon tolku. Perlahan-lahan aku tarik kembali kon tolku lalu aku dorong kembali.

“Enak Vi?” tanyaku menggoda Evi yang sedang menikmati sodokan kon tolku di me2knya.

“Oooohhhh….. Enaaaaak banget Paaaak…” jawab Evi. Aku mengenjotkan kon tolku semakin cepat sambil meremas payudara Evi.

“Aow… Paaaaak…!!!” jerit Evi lirih, ketika kon tolku kembali menghunjam me2knya. Cengkraman me2k Evi terasa erat sekali pada kon tolku yang besar dan panjang. Kon tolku keluar masuk me2k Evi dengan cepat dan keras.

“Ouuuhhhh Pak… terus Paaaaak… tusuk yang kuat… Paaaaak… Evi mau nyampe lagi Pak…!!!” teriak Evi. Aku mempercepat enjotanku.

“Paaaaak!!! Aku keluaaaarrr lagiiiii… aaaaahhhh…!!!” jerit Evi saking nikmatnya.

Seerr… seeerr… seerrrr… seeeeerrrr… me2k Evi menyemburkan cairan orgasmenya. Me2k Evi mengejang-ngejang ketika dia mendapatkan orgasmenya.

Setelah beristirahat sejenak, menyadari bahwa aku masih belum ada tanda2 mau keluar. Evi berdiri sehingga kon tolku terlepas dari jepitan me2k Evi.

“Pak, gantian Evi yang service Bapak, Evi main di atas, ya?” kata Evi sambil mengurut-urut kon tolku.

Tanpa menjawab, aku pun merebahkan diriku dan kemudian Evi menduduki tubuhku. Kedua paha Evi dibuka lebar2 di atas selangkanganku. Liang me2k Evi tepat di atas kon tolku. Evi menggenggam batang kon tolku yang masih tegak sempurna. Pelan2 Evi menggosok-gosokkan kepala kon tolku kebelahan me2knya yang sudah agak kering, karena sebelumnya telah dia lap dengan handuk. Saat kepala kon tolku bergesekan dengan 1tilnya, Evi terasa geli-geli nikmat.

Pelan2 Evi menurunkan pantatnya ke bawah. Bleeessss….. Kon tolku pun amblas tertelan lubang me2k Evi yang hangat dan lembut. Terasa nikmat bukan main. Evi pun merasakan kenikmatan tersebut. Matanya merem melek merasakan kenikmatan tersebut.

Dalam posisi WOT Evi jadi lebih leluasa mengontrol keluar masuknya kon tolku dalam me2knya. Dan Evi pun juga lebih leluasa memainkan otot-otot liang senggama me2knya sehingga empotan me2knya lebih terasa olehku sehingga membuat aku merintih-rintih.

“Viiii, me2kmu nikmat sekali Viiiii… peret banget, kerasa sekali cengkeramannya. Empotannya bikin kon tolku serasa diisap-isap didalam me2kmu… Aaaahhh… Viiiiiii… Enaaaaakkkk…” eranganku merasakan enaknya jepitan dan empotan me2k Evi pada kon tolku sehingga memberikan kenikmatan yang luar biasa rasanya.

Evi menaik turunkan pantatnya sambil menggoyang dan memutar-mutarkan pantatnya, sehingga kon tolku keluar masuk liang senggama me2knya. Aku meremas- remas kedua payudara Evi. Dengan posisi WOT, Evi merasakan lebih nikmat karena dia bisa mengarahkan gesekan kon tol besarku ke seluruh bagian me2knya termasuk 1tilnya.

Akibat goyangan Evi dan empotan dalam me2knya, membuat aku tidak tahan lagi untuk segera menembakkan pejuku, kepalaku menggeleng-geleng menahan nikmat dan sebentar lagi tampaknya pejuku akan keluar. Dan ternyata benar, aku memberikan aba-aba pada Evi bahwa aku akan keluar.

“Viiiiiiiii… nikmat banget Viiiiii… aku mau keluar… sssshhhh… aaaahhh…” desisku.

“Tahan Pak. Kita keluar sama-sama Pak. Sssshhhh… oooohhhhh… Evi juga mau nyampe lagi…” rintih Evi sambil mempercepat goyangan pantatnya. Evipun merasakan sebentar lagi juga akan mendapatkan orgasmenya kembali.

“Aaaaahhhhh… Viiiiiii… aku keluaaarrrr…!!!” Aku mengerang hebat sambil menekan kuat-kuat pantat Evi kebawah lalu menahannya sehingga kon tolku amblas seluruhnya dalam liang senggama me2k Evi. Crot… Croott… Crooottt… menyemburlah pejuku dalam me2k Evi banyak sekali. Bersamaan dengan itu, Evipun kembali mendapatkan orgasmenya.

“Aaaaahhhh… Paaaaak… aku juga keluuuuaaaarr…!!!” jerit Evi. Me2knya berkedut-kedut. Ser… seerr… seerrr… me2k Evi menyemburkan kembali cairan orgasmenya. Pejuku dan lendir me2k Evi bercampur menjadi satu membanjiri me2k Evi. Kami berdua akhirnya terkulai lemas di atas tempat tidur. Evi tengkurap di atas tubuhku.

“Makasih Pak. Bapak kuat banget mainnya. Evi berkali2 nyampe bapak baru keluar, udah gitu kon tol Bapak terasa sekali gesekannya, abis gede banget dan panjang lagi” kata Evi sambil mencium bibirku.

“Sama2 Vi, aku juga sangat puas sekali, nikmat banget ngen totin kamu, me2k kamu enak banget, sudah peret, empotannya bikin gak tahan terasa banget…” jawabku.

Setelah batang kon tolku mengecil, Evi menarik pantatnya sehingga kon tolku tercabut dari me2knya. Kon tolku berlumuran lendir me2k Evi dan pejuku sendiri. Dengan sisa – sisa tenaganya Evi membaringkan tubuhnya disampingku. Evi terkapar lemas setelah puas mencapai puncak kenikmatan berulang kali. Akupun kemudian memeluknya sambil menikmati sisa-sisa kepuasan yang kedapatkan darinya. Gak terasa hari sudah hampir tengah malam akhirnya kami tertidur sambil berpelukan.

_To Be Continued_

Evi, Sekretarisku yang Janda 1

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Related Post

Evi, Sekretarisku Yang Janda 2 | memektante | 4.5

Leave a Reply