Evi, Sekretarisku Yang Janda 1

cesex, cerita sex janda 1 anak, Ngentot dulu ah, cerita sex dengan kàkak kandung, memek friska, cerita xxx bergambar gerak, Cerita dan poto tante girang ngentot ama tukang tambal ban, download video japanese perkosa kakak ipar tengah malam, dengan obat perangsang kujebol perwan efi sepupuku, gekso video porn, Nasib malang para akhwat 1, pengakuwan terlarang perekosa anak majikan yang berjilbab akibat obat perangsang, tanteku minta di gambang sex, tube6anak, ustazad doyan dikenyot, video bos ngentot sekretaris yg montok, wanita hilang perawan kini bercadar, ahh ngentu lesbi, cerita sex tante minta di buatin anak, Amir hot seks kntol gede, anysex bigo live xxx, bokep main anus, cerita cowo ngocok pke cd cewe, Cerita ngentot cergam 17 dinda 1, cerita ngentot dengan bibi kandung, cerita seks menyetubuhi ipar, cerita seks wanita berjilbab riau, Cerita sex didepan suami dungu, cerita sex entot istri ustad yang judes sampai hamil, cerita sex sedarah ngentot memek kak ochi, xhamter cerita pakek bahasa jawa

Sehubungan dengan sekretarisku yang megundurkan diri karena menikah, aku meminta bagian kepegawaian untuk mencarikan sekretaris untukku. Untuk menghemat keuangan perusahaan, aku minta dicarikan dari internal perusahaan saja. Dari bagian lain yang berminat untuk menjadi sekretaris.

Diantara beberapa karyawan yang ditawarkan padaku, ada satu yang menarik perhatianku. Namanya Evi, staf bagian administrasi, umurnya 30 tahun yang berarti 5 tahun di bawah umurku. Dari hasil interview dengannya, aku rasa dia memenuhi semua kriteria yang aku inginkan. Orangnya smart, wajahnya cantik dan yang membikin aku tertarik padanya adalah bentuk tubuhnya yang bahenol. Tubuh bagian atasnya menonjol oleh sepasang payudara yang cukup besar, sementara tubuh bagian bawahnya tampak pantanya yang bulat dan besar. Sungguh bentuk tubuh yang begitu menawan yang dapat mebangkitkan gelora birah bagi setiap lelaki yang memandangnya.

Pada awalnya Evi merasa canggung sehingga sering sekali berbuat salah dan merasa kurang nyaman kalau harus menghadap aku. Mungkin salah satu yang membuatnya kurang nyaman adalah tatapan mataku yang sangat tajam dan terkadang seperti sedang menelanjangi tubuh indahnya. Karena memang aku sangat terpesona dengan bentuk tubuhnya yang bahenol tersebut. Namun berkat keramahan, ketelatenan serta kesabaranku dalam membimbing dia, kini dia sudah tidak canggung lagi dan hubunganku dengannya juga semakin dekat.

Evi termasuk tipikal orang yang cerdas sehingga dalam waktu singkat apa yang aku ajarkan dapat dia kuasai. Dan dengan cepat pula dia dapat mengetahui dan menyesuaikan dengan kebiasaanku. Hingga akhirnya dia dapat aku andalkan untuk mengatur agenda kerjaku dan menyiapkan segala sesuatu yang aku butuhkan berkaitan dengan pekerjaanku. Dan karena kepandaiannya tersebut dan prestasi kerjanya yang bagus, aku tidak ragu mempromosikannya sehingga gajinya naik hampir dua kali lipat. Sejak mendapat promosi tersebut, ada satu perubahan yang Evi alami yaitu dia berusaha tampil lebih menarik setiap hari untukku. Hal itu membuat aku menjadi semakin betah berada didekatnya.

Hubunganku dengan Evi semakin lama semakin akrab dan dekat. Kini Evi mulai berani curhat tentang kehidupan pribadinya kepadaku. Mulai dari pengalamannya sebelum bekerja ditempatku sampai urusan rumah tangganya. Bahkan sampai masalah kehidupan seksualnya dengan matan suaminya tanpa ragu dia ceritakan kepadaku. Dari oborlan tersebut akhirnya aku mengetahui kalau Evi seorang janda dengan satu anak. Mantan suaminya seorang pilot yang meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang.

Setelah dekat dan mengetahui latar belakang kehidupannya terutama masalah kehidupan seksualnya, aku tahu Evi tipikal perempuan yang mempunyai libido seksual tinggi. Hal tersebut membuat aku jadi terobsesi untuk dapat meniduri sekretaris baruku tersebut. Aku membayangkan alangkah nikmatnya seandainya aku dapat meniduri Evi, dapat menikmati tubuh sekretarisku yang bahenol yang cukup menarik bagiku walaupun dia sudah tidak muda lagi dan bukan gadis perawan.

Akhirnya kesempatan untuk mewujudkan keinginan itu terjadi.

Aku ditugaskan oleh kantorku untuk bertemu klien di Bandung. Karena banyak yang harus aku persiapkan dalam pertemuan tersebut maka aku putuskan untuk mengajak Evi dalam tugas tersebut.

Kami menginap disebuah hotel bintang lima. Sebenarnya aku ingin pesan satu kamar saja agar aku dapat berduaan sekamar dengan Evi, namun karena sebelumnya aku belum mengkonfirmasi keinginanku tersebut kepada Evi aku tidak yakin kalau Evi akan menyetujui keinginanku tersebut. Akhirnya aku putuskan untuk memesan dua kamar namun yang ada pintu penghubung antar kamar. Awalnya Evi ragu namun setelah aku jelaskan alasannya agar sewaktu-waktu aku butuh dirinya tinggal ketok pintu penghubung gak perlu keluar kamar. Begitu juga bila dia butuh konsultasi hasil kerjanya denganku tinggal masuk melalui pintu penghubung tersebut. Dan agar lebih menyakinkan Evi maka kunci pintu penghubung aku minta agar Evi yang menyimpan.

Hari pertama agenda meeting benar-benar padat. Meeting berlangsung dari pagi sampai malam. Hal itu membuat aku capek sekali. Begitu selesai meetingaku minta Evi agar jangan lupa menyiapkan bahan buat besok pagi. Sementara karena kondisiku yang agak kurang fit hari itu, begitu tiba di kamar aku langsung tidur.

Hal serupa juga terjadi pada hari kedua meeting dengan klienku. Agenda pada hari kedua juga masih padat. Sehingga menguras banyak stamina dan pikiran. Baru pada hari ketiga yang merupakan hari terakhir agenda meeting tidak terlalu padat. Hanya membuat resume hasil meeting yang akan ditandatangani keduabelah pihak. Akhirnya tepat pukul 13.00 meetingselesai.

Selesai meeting, aku santai didalam kamar hotel. Tiba2 pintu penghubung antara kamarlu dan kamar Evi terbuka, Evi mengetuk pintu dan wajahnya yang manis nongol dari balik pintu.

“Pak boleh saya masuk?” Tanya Evi dengan sopan.

“Eh… kamu Vi. Masuk aja.” kataku. Aku sangat terkejut begitu Evi sudah ada didalam kamarku. Dia memakai gaun terusan yang sangat ketat sehingga walaupun seluruh tubuhnya tertutup namun lekuk2 tubuhnya yang menawan itu tercetak dengan jelas.

“Kenapa, Pak? Ada yang salah dengan Evi sampai Bapak tidak berkedip gitu melihat Evi.” kata Evi sambil tersenyum, seakan-akan dia tahu aku terpesona melihat tubuhnya yang bahenol tersebut.

“Lagi ngapain Pak?, kayaknya dari tadi serius banget liatin Tab-nya?” tanya Evi.

“Biasa lihat2 berita di twitter dan update status FB” jawabku santai.

“Kirain…, biasanya sih cowok kalau lagi asyik dengan Tab-nya gak jauh2 dari lihat foto2 telanjang cewek atau lihat video porno” ujar Evi sambil duduk ditepi tempat tidur. Aku sempat melirik belahan payudaranya yang besar tersebut.

“Kalau itu sih banyak Vi di laptop aku” kataku.

“Ah yang bener Pak, Evi mau liat dong… itung2 buat refreshing” kata Evi.

“Serius nih, kalau mau aku nyalain laptopku.” Aku mencoba memancing keseriusan Evi.

Evi mengangguk malu. Aku buka Video XXX Jepang berformat MP4.

“Kesempatan nih untuk merangsang libido seksual Evi sehingga nantinya aku dapat menyetubuhi dirinya sesuai keinginanku selama ini.” Gumanku dalam hati. Setelah beberapa lama Video aku putar, tiba2 Evi berkomentar,

“Ihhh… Kon tol cowoknya gede banget Pak” seru Evi.
Aku kaget dengan perkataan Evi tersebut sehingga aku menoleh ke araknya.

“Maaf pak, Evi kelepasan ngomong jorok…” kata Evi sambil membekap mulutnya sendiri, saat melihat aku menoleh ke arahnya.

Namun komentar tersebut tidak aku tanggapi. Aku kembali membaca Twitter dan FB ku namun sebenarnya aku sudah tidak konsen lagi. Aku sudah tidak sabar untuk cepat2 menyetubuhi tubuh bahenol Evi.

“Kayaknya Evi sudah mulai terangsang. Dia sudah tidak malu2 lagi menyebut kata kon tol secara terus terang. Tinggal menunggu waktu nih, aku akan dapat menyetubuhinya.” kataku dalam hati.

Setelah berjalan beberapa menit, aku melihat kea rah Evi yang sedang menikmati adegan demi adegan yang ada dalam video tersebut. Kemudian aku mendekatinya.

“Kamu pernah posisi gitu ga Vi?” tanyaku saat melihat adegan doggy style di video tersebut.

Evi menggelengkan kepala, “Gak pernah Pak, semenjak nikah seks kami biasa saja, bahkan Evi jarang digauli Pak. Mantan suami Evi kan pilot pak, jadi jarang ketemunya. Setiap ketemu harapan Evi dapat melampiaskan dahaga seksual Evi dan mendapatkan kepuasan biologis karena jarang digauli tapi ternyata mantan suami Evi tidak mampu memberi kepuasan yang Evi inginkan. Padahal sebenarnya nafsu sek Evi itu tinggi Pak…” lanjut Evi sambil matanya tidak berkedip melihat adegan demi adegan dilayar Laptopku.

“Gimana rasanya ya kalau me2k di isep kayak tadi…..” tiba2 tanpa sadar Evi berbicara.

“Kalau Evi mau ngerasain me2knya di isep, aku mau kok ngisep me2k Evi?” candaku.

“Emang Bapak mau ngisep me2k Evi?” tanya Evi yang sepertinya birahinya sudah semakin tinggi.

Tanpa menjawab pertanyaan Evi, aku langsung melumat bibirnya. Mulanya Evi kaget, namun akhirnya dia membalas ciumanku.

Evi benar-benar sudah dikuasai nafsu birahinya. Saat ini dia ingin menyalurkan gejolak birahinya yang selama ini terpendam. Sekaranglah saatnya baginya untuk melampiaskan nafsu seksnya yang begitu menggelora yang tidak tersalurkan sepeninggal suaminya. Evi sudah tidak memperdulikan lagi bahwa yang sedang melumat bibirnya adalah aku, yang tidak lain adalah Bosnya. Saat ini kesempatan baginya melampiaskan nafsu seksnya yang tinggi tersebut dan bagiku saat ini adalah saat yang tepat untuk mewujudkan keinginanku menyetubuhi Evi yang sudah lama aku pendam.

Evi melepaskan bibirnya dari lumatan bibirku. Lalu dia berdiri melepaskan gaunnya hingga tinggal mengenakan CD dan BH saja. CD Evi model bikini yang tipis dan minim, sehingga semuanya terlihat dengan jelas. Pantatnya yang bahenol terlihat bulat dan mulus sedangkan bagian depannya tampak bukit me2knya yang tembem dihiasi bulu2 jembut yang cukup lebat hingga sebagian keluar dari samping kanan dan kiri serta atas CD Evi. Dibagian dada, BH yang dikenakan Evi tak sanggup menampung sepasang payudaranya yang cukup besar.

Begitu menyaksikan tubuh montok Evi yang hanya mengenakan CD dan BH tersebut, akupun segera melepas pakaian yang aku kenakan hingga aku tinggal mengenakan CD yang membungkus kon tolku yang besar. Bagian depan CDku tampak menyembul akibat kon tolku yang mulai tegang melihat tubuh Evi yang seksi tersebut.

Sesaat Evi melirik ke arah depan CDku yang tampak menyembul besar menyembunyikan batang kon tolku di dalamnya. Melihat hal itu, Evi merasakan 1tilnya berdenyut-denyut dan liang me2knya terasa mulai basah oleh cairan akibat rangsangan birahi yang menderanya. Dengan nafsu yang berkobar-kobar Evi memeluk erat tubuhku. Dengan ganas bibirnya kembali mencium bibirku.

Dengan tidak kalah ganasnya aku membalas pagutan bibir Evi dan memilin-milin lidah Evi didalam mulutku. Kemudian tangan Evi masuk ke dalam CDku, dan menemukan batang kon tol yang besar. Perlahan tangan Evi mulai mengocok batang kon tolku. Sehingga dia merasakan denyut-denyut batang kon tolku yang perlahan-lahan mulai tegak berdiri. Evi semakin tak kuasa menghadapi kenyataan tersebut. Me2knya semakin terasa gatal dan denyutan cairan kental dan licin semakin memenuhi seluruh rongga yang ada di dalam liang me2knya. Evi melepas bibirnya dari pagutan bibirku, lalu jongkok tepat didepan selangkanganku. Diplorotkannya CD yang membungkus kon tolku. Dengan berpegangan pada pundak Evi aku mengangkat sebelah kakiku sehingga CDku terlepas dan jatuh dilantai. Kemudian Begitu CDku telah copot, batang kon tolku yang sudah tegang sejak tadi langsung meloncat keluar.

“Eesstt… uukhh… Paaak… gede banget kon tolnya. Evi pingin dipuasin dengan kon tol bapak yang gede ini…” desah Evi ketika rangsangan birahinya semakin tinggi saat melihat batang kon tolku yang panjang besar dan bengkok itu telah tegak dan keras. Dikocoknya dengan lebut batang kon tolku sehingga batang kon tolku semakin keras dan tegak.

Tiba2 Evi bangun dari posisi jongkoknya. Dengan cepat Evi mencopot BH dan CD yang masih melekat ditubuhnya. Kemudian dengan keadaan telanjang bulat, Evi merebahkan tubuh bahenolnya di tempat tidur. Tubuh bahenol Evi yang selama ini hanya dapat aku nikmati dalam balutan pakaian seksinya kini dapat aku nikmati dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai kain yang menutupinya. Pada bagian me2k sampai sebatas pusarnya, bulu2 jembut yang hitam dan keriting tumbuh lebat sehingga menutupi bukit me2knya yang tembem tersebut. Sementara di dadanya menggantung indah sepasang payudara besar yang dihiasi puting yang berwama kecoklatan.

Aku menelan air ludah, menahan nafsu yang membara. Begitupun Evi. Tubuhnya bergetar dan jantungnya berdegub kencang mengguncang dadanya. Saat kedua tangan Evi menyibakkan bulu2 jembut yang menutupi me2knya tersebut, tampak permukaan bibir me2knya yang tebal dan 1tilnya yang tampak menonjol telah basah oleh cairan yang keluar dari liang me2knya akibat rangsangan birahinya.

Evi membuka kedua belah kakinya lebar-lebar sehingga isi di dalam me2knya semakin tampak jelas olehku. Aku menelan air ludah menahan nafsu ketika melihat isi di dalam me2k Evi yang tampak berkilat dan berwarna kemerahan. Degub jantungku semakin kencang, tubuhku gemetaran saat pandangan mataku menatap ke arah lubang me2k Evi yang tampak menganga diantara lebatnya bulu2 jembut yang menutupi me2k tembemnya tersebut.

Tampaknya Evi ingin agar aku segera mengoral me2knya. Namun aku tidak langsung mengoral me2knya, aku ingin memberikan rangsangan yang maksimak pada Evi, sehingga dia dapat benar-benar merasakan kenikmatan dan kepuasan seksual saat ML bersamaku. Dengan lembut aku kecup bibir Evi sambil kedua telapak tanganku bergerak meraba-raba payudaranya yang besar. Akibat aksiku tersebut, tubuh Evi menggelinjang hebat merasakan sentuhan lembut di tubuh bagian atasnya. Mulut Evi mendesah. Kepalanya mendongak ke atas. Kedua matanya terpejam. Kedua payudara Evi bergerak-gerak disaat tubuhnya menggeliat-geliat eratis, sehingga membuat aku semakin terangsang. Lalu perlahan-lahan aku mendekatkan bibirku ke payudara kiri Evi. Dengan lembut ujung lidahku mengulasi puting payudara Evi yang mencuat ke atas tersebut dan kemudian puting payudara yang tampak merah agak kecoklatan itu aku lumat dan aku hisap-hisap.

“Ooouuww… uukhh… eesstss… aduh Paaakkk… ssshhh… geliiiii… Paaaaakk… ssshhh…” terdengar erangan manja dari mulut Evi. Tanpa memperdulikan suara erangan tersebut, selesai menjilat, melumat serta menghisap puting payudara bagian kiri, mulutku pindah ke puting payudara sebelah kanan sambil tanganku meremas-remas payudara kirinya sehingga tubuh Evi semakin menggeliat-geliat menahan nikmat yang luar biasa.

“Oooooohhh Paaaaaakkk… enaaak bangeeet Paaaakk… oooouuhhh… teruuus Paaaaakk…” suara rintihan Evi menikmati aksiku pada payudaranya.

Puas bermain dengan payudara Evi, cumbuanku mulai merambat turun. Hingga akhirnya wajahku tepat berada diselangkangan Evi. Kemudian aku langsung mendekatkan mulutku ke permukaan bibir me2k Evi. Semerbak bau harum me2k Evi seketika tercium olehku. Setelah bibirku dekat dengan permukaan bibir me2k Evi, sambil menyibakkan bulu2 jembut yang menutupi belahan bibir me2k Evi, perlahan-lahan aku mengeluarkan ujung lidahku. Dengan perlahan belahan bibir me2k Evi itu aku ulas-ulas dengan ujung lidahku. Jilatan lidahku semakin merambat ke atas kearah 1til Evi dan begitu 1tilnya tersentuh ujung lidahku, seketika itu pula Evi memegang kepalaku sambil merintih merasakan kenikmatan yang luar biasa. Aku terus menggesekkan lidahku di atas 1til Evi sehingga 1til tersebut makin lama makin membengkak dan keras. Karena merasakan nikmat yang luar biasa tersebut tanpa terasa Evi menggoyangkan pantatnya, kadang dia angkat, kadang dia goyang ke kiri dan ke kanan. Kemudian aku melakukan sedotan kecil di 1til Evi lalu 1til tersebut kupermainkan kembali dengan ujung lidahku. Akibat aksi sedot dan jilat yang aku lakukan pada 1tilnya, membuat kenikmatan yang Evi dapatkan menjadi semakin luar biasa, gerakannya makin tak terkendali. Evi mengangkat pantatnya tingi2 sehingga bibir me2knya menempel erat di bibirku.

“Oooowwwww… eeessstss… Paaak… aduh… Paaaakkk… enaaaaakkk…” desah Evi. Tubuhnya ketika itu serasa terguyur air yang menyejukkan dan sejuta perasaan nikmat menyelubungi tubuhnya. Dengan gemas aku terus mengulas-ulas ujung lidahku di belahan bibir me2k Evi. Cairan kental dan agak licin kian menguncur dari pelupuk liang me2k Evi membuat me2k Evi menjadi semakin becek.

Namun aku tidak perduli. Aku mau membuat Evi orgasme terlebih dahulu, karena itu lidah dan wajahku kujauhkan dari me2knya. Ketika aku melihat lubang me2k Evi telah basah oleh cairan kental dan agak licin yang bercampur dengan air liurku, perlahan-lahan jari tengah tangan kananku bergerak masuk mengulas-ulas bagian dalam me2k Evi yang mengkilat basah dan berwarna kemerahan. Di saat ujung jari tanganku menyentuh benda lembut dan licin didalam liang me2k Evi, tiba2 dinding2 liang me2k Evi seakan-akan menjepit erat jari2 tanganku tersebut dan berdenyut-denyut. Jari tanganku serasa dipijat dan diisep didalam liang me2k Evi. Sambil ujung lidahku menjilati 1til Evi, jari tanganku perlahan-lahan keluar masuk di liang me2k Evi. Gerakan jari tanganku di me2k Evi yang basah itu sampai menimbulkan suara crreek… crrreeek… crrreeek… creek… crrreeek…

Aku semakin mempercepat kocokan jari-jariku di me2k Evi, sambil terus menjilat dan mengenyot 1til Evi. Sesekali mataku melirik ke wajah Evi. Mata Evi merem-melek, sementara keningnya berkerut-kerut menahan nikmat.

Crrreek… Crrreeek… Crreek… Crek… Crek… Crok… Crok… Suara yang keluar dari kocokan jariku di me2k Evi semakin terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Untuk menambah rangsangan pada diri Evi, sambil terus mengocok liang me2k Evi dengan jariku, tanganku yang lain meremas-remas payudara Evi. Hal tersebut semakin membuat birahi Evi tambah memuncak. Tubuhnya semakin bergetar. Aksi yang aku lakukan tersebut semakin membuat Evi merasakan nikmat yang sangat luar biasa.

“Ouughhhh… Paaaaakkk… eenaaaakkk… aakkkuuu mau kelluaarr…” rintih Evi. Tubuhnya menggeliat-liat. Menyadari hal tersebut aku semakin mempercepat kocokan jariku di liang me2k Evi.

“Ssshhh… aagghhhh… Paaaakkkk… aakkkuuuu keluaaaarrrr…!!!” pekik Evi pinggulnya yang amat aduhai itu menggial ke kiri dan ke kanan.

Ssssrr… sssrrrr… ssssrrrr… me2k Evi memuntahkan lahar kenikmatannya.
Tubuhnya mengejang, aku merasakan hangatnya air kenikmatan Evi yang membasahi jari tanganku.

Beberapa detik kemudian Evi terbaring lemas di atas tempat tidur. Matanya memejam rapat. Tampaknya dia baru saja mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di me2knya pun kuhentikan. Kubiarkan jariku tertanam dalam me2knya sampai jepitan dinding me2knya terasa lemah. Setelah lemah. jari tanganku kucabut dari me2knya. Dengan bergantian aku dan Evi menjilati cairan yang membasahi jari tanganku tersebut.

Setelah istirahat beberapa saat sambil menikmati orgasmenya, kemudian Evi bangkit dari tidurnya. Tubuhku didorongnya sehingga posisiku jadi terlentang. Evi duduk di antara selangkanganku, lalu digenggamnya batang kon tolku yang telah ngaceng itu dengan telapak tangannya. Perlahan-*lahan Evi merundukkan tubuhnya sehingga kini mulutnya tepat berada di depan batang kon tolku.

“Evi isep kon tolnya ya pak… Evi mau ngerasain kon tol bapak yang super gede ini! Gedenya jauh melebihi kon tol mantan suamiku…” kata Evi sambil tangan kirinya menggenggam batang kon tolku dan tangan kanannya mengusap-usap biji pelirku.

Kemudian sluppp….. batang kon tolku masuk kedalam mulut Evi yang hangat. Batang kon tolku dikulum dan diisep-isep didalam mulut Evi. Sesekali Evi menjilati kepala kon tolku dengan ujung lidahnya. Mulut Evi yang mungil tersebut hanya mampu menampung setengah dari batang kon tolku. Kepala Evi mengangguk-angguk mengeluar-masukkan batang kon tolku di mulutnya.

“Oooww… aaakhh… Viii… ssssshhh….. Enak sekali Viiii…” suara desahku sambil menggeliat seraya mengangkat kepalaku menghadap langit-langit kamar. Bukan main nikmat yang aku rasakan saat itu.

Evi mengeluarkan batang kon tolku dari dalam mulutnya. Digenggamnya batang kon tolku kemudian dengan bibirnya yang mungil itu, Evi menjilati dan melumat kepala kon tolku yang besar tersebut. Perlahan-lahan jilatan ujung lidah Evi turun dari bagian atas batang kon tolku ke bagian bawah. Evi menyapu bersih setiap jengkal bagian batang kon tolku dengan ujung lidahnya.

Setelah beberapa saat lamanya, setiap bagian batang kon tolku sudah terjilat oleh ujung lidah Evi. Batang kon tolku tampak bersih dan mengkilat karena basah oleh air ludah Evi. Kemudian sambil telapak tangannya mengurut-urut batang kon tolku, Evi menjilati kedua biji pelirku. Hal itu yang membuat aku semakin menggeliat hebat.

”Oughhh….. sssshhhh….. enakh….. Viii…” *aku melenguh dengan mata terpejam menikmati aksi mulut dan tangan Evi pada kon tolku.

Cukup lama Evi melakukan jilatan-jilatan lidahnya pada kon tolku. Aku semakin menggeliat-geliat hebat karena menahan rangsangan yang semakin meninggi.

Evi menghentikan aksinya. Kemudian Evi kembali telentang di atas ranjang dengan kedua belah pahanya direntangkannya lebar-lebar sehingga bagian bibir me2knya itu tampak terkuak memperlihatkan isi di dalamnya yang berwama kemerahan dan berkilat.

“Pak….. Evi sudah ga tahan, masukin aja kon tolnya Pak…..” pinta Evi.

Tanpa banyak pikir, aku mengambil posisi berada diantara kedua paha Evi. Kedua kaki Evi aku letakkan di atas pundakku. Sebelum aku memasukkan kon tolku kedalam me2k Evi, aku menempelkan dan menggesek-gesekkan ujung kepala kon tolku pada 1til Evi yang berada tepat di atas bibir me2knya. Tampak 1til Evi sudah sedemikian bengkaknya. Evi merasakan sensasi yang begitu nikmat yang belum pernah dia rasakan.

”Oooh…, Paaaak! Cepat masukin kon tolnya Pak! Buruan entoti Evi… Evi udah nggak tahan lagi pingin dientot…..” Evi sudah tak bisa tahan lagi ingin segera disetubuhi olehku. Me2knya yang sudah lama tidak dimasukin kon tol lelaki, sudah sangat gatal pingin digaruk dengan kon tolku.

Perlahan aku mendorong pantatku, sehingga kepala kon tolkupun perlahan mulai membelah celah diantara bibir me2k Evi dan perlahan masuk kedalam liang me2knya. Evi menaikkan pantatnya ke atas menyambut kon tolku sambil tangannya menekan pantatku sehingga batang kon tolku dapat masuk dalam me2knya dengan sempurna.

”Auuuu paaaak… sakit pakk… pelan-pelan pak… Aaarrrghhh…!!!” Evi menjerit ketika batang kon tolku yang besar itu menembus liang me2knya. Beberapa detik Evi tidak bergerak. Evi merasa liang me2knya penuh sesak dan perih, liang me2knya belum beradaptasi dengan ukuran kon tolku yang besar dan panjang bila dibandingkan dengan milik suaminya ditambah lagi liang me2knya sudah lama tidak kemasukkan batang kon tol. Setelah kon tolku tertanam beberapa saat di dalam liang me2knya, rasa perih yang Evi rasakan perlahan berubah menjadi rasa nikmat.

“Ooouuww… aoukhhh… eessstts… enak Pak!” lenguh Evi dengan mata terpejam-pejam dan kepala mendongak menghadap ke atas.

”Ayo, Vi! Goyangkan pantatmu!” perintahku. Evi menuruti perintahkuku. Evi mencoba untuk mengikuti irama dan gerakan-gerakan nikmat yang aku lakukan. Dan efeknya sungguh luar biasa, saat kon tolku menggesek bagian dalam lubang me2k Evi yang licin dan nikmat tersebut kurasakan kedutan-kedutan didalam me2k Evi. Batang kon tolku serasa dipijit-pijit dan disedot-sedot didalam me2k Evi.

“Uuukhh… Viii… Ya begitu!!! Terus goyangkan pantatmu!!! Ssshhh… ooohh…” desahku dengan mata terpejam-pejam menikmati empotan me2k Evi.

Evipun juga menikmati tusukan mantap batang kon tolku. Bahkan dia memeluk tubuh kekarku dengan erat. Seolah tak ingin berhenti dari permainan nikmat ini.

“Ouughhh… Paakkk… teeruusss… tusuk lebih dalam lagi… aaggghhhh… Paakkk… puaskan Evi dengan kon tol gede Bapak…… ssshhhh… aaaaahhhh…” Evi mengerang kenikmatan menikmati tusukan batang kon tolku yang terus masuk ke lubang senggamanya.

Kudorong pinggulku ke bawah dan terus ke bawah sehingga bleeeesss… kon tolku masuk semua kedalam me2k Evi. Sampai bulu kemaluan kami saling beradu, sedangkan kedua belah mata kami terpejam merasakan kenikmatan luar biasa yang sama2 kami rasakan.

”Ooohh… Pak… Ssstt… enak Pak… rasanya memek Evi penuh banget. Kon tol bapak mentok didalam me2k Evi” erang Evi saat kon tolku sudah amblas masuk seluruhnya kedalam me2knya. Evi merasakan nikmat yang sungguh luar biasa. Baru kali ini ia merasakan batang kon tol yang besar dan panjang bukan main sehingga membuat dirinya seakan*-akan tengah berada di awang-awang.

“Ooooh… Viiii jepitan me2kmu nikmat sekali… aaaahhhh…” aku mendesis-desis merasakan jepitan dinding2 didalam lubang senggama Evi ketika kon tolku tertancap amblas di lubang me2knya. Kon tolku serasa dipijit-pijit dan disedot-sedot didalam lubang tersebut.

Perlahan-lahan aku menarik kon tolku sebatas bagian kepalaya, lalu perlahan-lahan aku menekan pantatku lagi sampai batang kon tolku amblas lagi didalam me2k Evi. Kemudian aku tarik lagi lalu aku tekan lagi. Begitu berulang-ulang. Awalnya perlahan-lahan lalu semakin lama semakin cepat.

Keadaan lubang me2k Evi sudah sangat basah oleh cairan pelumas yang selalu menguncur deras dari dalam me2knya. Semakin tergesek lubang me2knya oleh batang kon tolku, semakin banyak pula menguncur cairan tersebut sehingga memperlancar gerakan keluar masuknya kon tolku di dalam lubang me2knya.

Cleb… Cleb… Cleb… decak suara pergesekan kelamin kami berdua seakan-akan turut bersenandung diantara desah nafsu birahi kami berdua yang semakin meniti naik ke puncak. Suara decak itu seakan-akan memberikan semangat dan spirit untuk kian melaju menuju puncak orgasme. Hingga akhirnya,

“Ouughhh… Paaaakkk… aaaakkkkuuu… kkeeelluuarrr…!!!” Evii mengerang tubuhnya mengejang. Ssssrr… ssssrrrr… ssssrrrr… me2k Evi memuntahkan cairan kenikmatannya. Dengan batang kon tolku yang masih berada didalam lubang me2k Evi, sejenak aku menghentikan sodokan kon tolku untuk memberikan kesempatan bagi Evi menikmati orgasmenya sambil menikmati kedutan2 dari dalam lubang me2k Evi yang memijit-mijit batang kon tolku. Sungguh nikmat terasa.

“Gimana Viii? Enak?” tanyaku.

“Enak sekali pak, rasanya nikmat sekali, me2k Evi terasa sesak kemasukan kon tol bapak, abis gede banget sih” Evi menjawab dengan nafas yang masih tersengal-sengal, matanya terpejam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ia rengkuh.

Tubuh Evi terasa lemas setelah mencapai puncak orgasmenya. Wajahnya berbinar karena napsunya telah terpuaskan. Aku tersenyum sambil membelai wajahnya lalu mengecup keningnya. Kemudian aku melumat payudara Evi dengan batang kon tol yang masih terbenam di dalam me2knya. Mendapat serangan pada kedua titik sensitifnya, membuat gairah Evi bangkit kembali.

“Ayo Pak, Evi sudah napsu lagi, pengen ngerasain kon tol bapak keluar masuk dime2k Evi lagi”, kata Evi sambil menggoyangkan pantatnya.

Mendengar permintaan Evi tersebut, akupun kembali memompa kon tolku keluar masuk lubang senggama Evi yang sangat nikmat menjepit kon tolku. Evi pun mengimbangi gerakanku dengan menggoyang dan memutar pinggulnya.

Aku terus memompa kon tolku keluar masuk lubang senggama Evi. Kemudian dengan tanpa mencabut kon tolku dari dalam me2k Evi, aku membalikkan posisi sehingga Evi sekarang menindihku. Mulanya Evi tengkurap di atas tubuhku, tetapi kemudian dia menduduki batang kon tolku karena dengan begitu dia merasa leluasa mengontrol gerakannya. Evi memaju-mundurkan pantatnya. Dan saat Evi memutar-mutar pantatnya, batang kon tolku terasa seperti diremas-remas didalam me2k Evi. Me2k Evi memang tergolong me2k yang nikmat disetubuhi. Jepitan dan cengkraman me2knya di batang kon tolku terasa nikmat sekali.

“Oooohhh… Viiii… nikmat banget empotan me2k kamu” erangku menikmati jepitan dan empotan me2k Evi pada batang kon tolku, “Kencang sekali empotannya… ssssshhhh Viiii… nikmat… Viiii…” aku terus mendesah merasakan empotan me2k Evi yang luar biasa nikmatnya.

Tak lama kemudian, kurasakan otot2 dalam lubang senggama Evi mulai mengencang, menandakan dia akan segera mencapai orgasmenya kembali. Evi pun semakin liar menggoyangkan pantatnya maju mundur hingga akhirnya Evipun kembali mendapatkan orgasmenya.

“Oooooooohhhhh… Paaaaakkkkk… Evi kluaaaaarr laaaggiii… aaaahhh hhhhhhh….” Evi menekan pantatnya kuat2. Sssrrrrr… sssrrrr… sssrrrr… sssrrrrr… me2k Evi kembali menyemburkan lahar kenikmatannya, membasahi batang kon tolku.

Evi ambruk setelah mendapat orgasmenya. Biasanya wanita yang baru saja mengalami orgasme maka untuk mencapai orgasme berikutnya sangatlah mudah. Hal itu pula yang dialami Evi. Hanya dalam waktu beberapa menit saja Evi telah mendapatkan kembali orgasmenya.

“Aduh pak rasanya nikmat banget dan lemes banget” kata Evi.

Sebenarnya tadi saat Evi menggoyang patatnya naik turun dan memutar pinggulnya ke kiri dan ke kanan, aku sudah hampir mendapatkan ejakulasiku. Namun belum sempat aku mendapatkan ejakulasiku, ternyata Evi sudah lebih dulu mendapatkan orgasmenya. Maka agar aku pun dapat segera memperoleh ejakulasiku, kuminta Evi tidur tengkurap dan menaikkan bagian pinggulnya. Me2knya kusodok dari belakang. Terasa nikmat sekali cengkraman lubang senggama Evi ketika perlahan-lahan kubenamkan batang kon tolku. Dengan posisi tersebut jepitan lubang senggama Evi pada batang kon tolku semakin kuat terasa. Hal tersebut semakin membuat diriku merasa nikmat. Aku pun semakin gencar menyodokkan batang kon tolku kedalam lubang senggama Evi.

“Ouughhh… Paaaaak… akkuuuu mauuuuu keellluuaaarrr lagi… oooohhhhh… enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii… Paaaaaakkkk…” Evi mengerang. Ternyata dengan posisi DS tersebut, sodokan batang kon tolku dari belakang menyundul-nyundul titik G-Spot Evi, sehingga membuat dia dengan cepat akan mencapai puncak kenikmatannya lagi.

Sementara itu jepitan dan cengkraman lubang senggama Evi pada kon tolku semakin erat kurasakan, membuat aku merasa akan mencapai puncak kenikmatanku.

“Ouuughhhhh… Viiii…. Aaakkkuuuu juga mau kelluaaaarrr….. aaaagghhhhhh… enaaakkk sekaaalliiiii…… ooougghhhh…. Viiii… aku gak taaahhaaannn laagi…” erangku. Kemudian dengan satu hentakan, aku menyodokkan batang kon tolku kedalam lubang senggama Evi kuat-kuat.

“Viiii… aaakkkuuuu kelluaaaarrr….. aaaagghhhhhh…!!!!” aku menjerit merasakan puncak orgasmeku.

Croootttt… croooottt… croooottt… sssrrr… sssrrr… sssrrr…

Aku menyemprotkan pejuhku didalam me2k Evi. Cairan spermaku menyiram hangat rahim Evi. Pada saat aku ejakulasi, Evipun mendapatkan orgasmenya kembali. Me2k Evi kembali menyemprotkan cairan kenikmatannya. Akupun merasakan hangat dibatang kon tolku karena disiram oleh cairan kenikmatan Evi tersebut.

Setelah kon tolku berhenti menyemprotkan spermaku, akupun mencabut batang kon tolku dari dalam me2k Evi. Begitu batang kon tolku tercabut, tampak cairan putih kental meleleh keluar dari lubang me2k Evi. Cairan itu merupakan campuran antara spermaku dan cairan orgasme Evi. Akupun kemudian merebahkan tubuhku disamping tubuh Evi. Sesaat kemudian Evi memelukku dengan mesra.

“Terima kasih Pak. Bapak telah memberikan Evi kepuasan yang belum pernah Evi dapatkan sebelumnya” Evi berkata sambil mengecup pipiku.

“Sama2 Vi, aku juga puas banget ngentot dengan kamu. Me2k kamu nikmat banget, empotannya terasa banget” kataku memujinya sambil memberikan kecupan di keningnya. Kemudian kami berdua berpelukan. Karena tubuhnya yang amat lemas akibat beberapa kali mencapai orgasme, Evi pun tidak kuat menahan kantuknya. Dan sebentar kemudian Evipun sudah tertidur pulas.

Tak terasa ternyata 2 jam lamanya aku dan Evi berpacu dalam birahi. Persetubuhan siang itu cukup melelahkan dan menyita stamina kami berdua namun penuh dengan kepuasan. Aku bangkit dari tempat tidur menuju ke kamar mandi membersihkan diriku dan sekeluarnya dari kamar mandi aku membawa handuk basah yang hangat. Dalam keadaan tertidur pulas, me2k Evi aku bersihkan dari sisa2 spermaku dan cairan orgasmenya yang sampai meleleh keluar dari me2knya. Begitu pulasnya Evi tertidur, sampai2 saat me2knya aku bersihkan dia tidak bangun sama sekali. Setelah bersih, badan Evi yang masih telanjang aku tutupi dengan selimut tebal. Evi sudah mendengkur halus. Kemudian dalam keadaan masih telanjang, akupun ikut masuk ke dalam selimut. Tak lama kemudian aku pun sudah tertidur.

_To Be Continued_

 

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Related Post

Evi, Sekretarisku Yang Janda 1 | memektante | 4.5

Leave a Reply