Cerita dewasa | Tante SandraKu

foto sex australia, ceritassex, bacaan sek, cergam bugil, tiny cc/seks, tante sandra, cerita sex india, cergam terbaru, cerita sex artis tua, vagina tante, cersex balas budi, cerita sex putriku, majikan penikmat nafsu budak, cerita sex bondange, cerita seks cewek hijab judes cantik, cerita dewasa hutang budi, budak sex demi kepuasan, cerita abg pengen ml, cersex balas budi dengan kakek, Cerita sex akibat hutang budi, istriku terjebak permainan games yang berakhir ngentot, Bokep Jepang balas budi, bokep japans balas budi, Cerita dewasa birahi jilbaber, Cerseks kakek ganas di ranjang, cerpen sex pesugihan enak banget, Ceritasex hardcord, cerita sek perkoSaaN ibu muDa, Cerita sex fantasi bergambar budak sex makhluk halus, cerita sex cewek membalas budi kakek, cerita seks memperkosa artis sinetron, Cerita sex bergambar stw rias pengantin dientot, 1001 foto bugil

36
Cerita Dewasa | Kantor saya berlokasi di lantai 2, kantor saya kecil dengan lantai karpet agar bisa meredam suara mesin lantai 1, tetapi hiruk pikuk suara mesin cetak di lantai 1 tetap terdengar hingga ke lantai 2, saya sudah sangat terbiasa dengar suara tersebut, di depan kantorku tidak ada meja seketaris seperti kantor-kantor pengusaha yang laen , karena biasanya istriku yang duduk di mejaku kecuali ada yg bertamu menjumpai saya, selebihnya saya lebih sering mondar-mandir mengawasi bisnis percetakanku di bawah karena setiap kesalahan settingan warna bisa rugi besar saya. Sudah seminggu ini saya lebih banyak duduk di kantor memeriksa faktur2 bahan dan pesanan serta menagih hutang ke klien2 yg sudah menerima hasil cetakanku, sekarang ini sudah jarang saya dibayar dengan giro apalagi uang cash, lebih sering dibayar dengan transfer bank, hanya saja wajib sering mengejar klien2ku untuk mentransfer, kalo tidak, selalu saja mereka pura2 lupa bahwasannya sudah jatuh tempo hutang mereka. Biasanya ini menjadi tugas istriku, tetapi untuk sementara tidak dapat dilakukannya berhubung dia sedang berada di rumah untuk masa persalinan anak, yah istriku baru melahirkan putraku seminggu lalu, anak kedua, jadinya dua-duanya anakku laki-laki sehingga tidak heboh lagi, jadinya saya lebih fokus ke bisnisku.


Tiba-tiba saja terdengar suara dengungan, wah ternyata hp saya bergetar, karena kalau berbunyi saja terkadang bisa gak kedengaran saking ributnya mesin cetak di bawah, maklumlah, mesin cetak kuno, usaha percetakan ini warisan dari ortu. Kulihat id penelponnya, ternyata tante istriku, Tante Sandra. Tante Sandra ini seorang agen asuransi yang boleh dibilang sukses, sering capai target sehingga sering berpergian ke Eropa hingga Australia, denger2 nih targetnya sekarang mau ke west coast Amerika. Suaminya dulu punya usaha toko elektronik, tetapi semenjak menjamurnya hypermarket elektronik di mall dan toko online dengan penawaran cicilan 0 persen, membuatnya kalah bersaing dan akhirnya ditutup, jadilah dirinya bapak rumah tangga yang lebih banyak mengantar jemput anaknya sekolah dan les.

“Halo tante, apa kabar?” kujawab panggilannya.

“Oh,…sehat Budi,kamu sehat juga kan, tante baru dari rumahmu, ketemu dengan mbak Ririn,” nama mertuaku, dia lalu melanjutkan,” putramu cakep, tante yakin kalo Anissa melahirkan lagi pasti perempuan berikutnya,”

‘Makasih Tante, buat saya laki-laki atau perempuan sama saja yang penting sehat tante,” jawabku, Anissa adalah nama istriku.

“ Amin..! Budi” Tante Sandra berujar,” Tante doain mereka berdua sehat selalu dan menjadi anak yang soleh dan berbudi,”

“yah, makasih Tante buat doanya, tante ada apa menyari saya?” pura-pura saya berbasa-basi, padahal saya sudah tahu, pasti tentang tawaran asuransi.

“ Oh, biasalah Budi, seperti yang Tante janjikan, proposal asuransi rencana pendidikan, Tante tadi sudah perlihatkan sama Anissa, dan dia sudah setuju, jadi Tante bawain buat kamu tanda tangani,”
Hugh….Saya menghela nafas, belum bisa ngomong anaknya sudah ditodong asuransinya, hadeh..,” 

Oh yah nanti saya pulang dan pelajari Tante,”

“Oh,..Tante ada buat rangkap dua, sekarang ini Tante sudah mau sampai percetakan Budi, nanti biar Tante jelaskan manfaatnya, ini program baru, lebih menguntungkan,”

“Oh…,” hadeh…bener2 mirip serangan fajar nih Tante, cepat dan gesit amat, “ kalo begitu saya tunggu Tante”

“Iyah Budi, terima kasih lho sudah mau lowongkan waktunya,”

“ Ah,..Tante ini ngomongnya kayak Saya pengusaha besar gituh, waktu saya berjibun Tante, ok saya tunggu,”

“hi..hi…ah..Budi terlalu merendah,..ditunggu yah Budi..terima kasih lho..” Tante sandra menutup teleponnya.

Saya menghenyakan tubuhku pada kursi putarku, pikiranku menerawang membayangkan Tante sandra, Suaranya tadi yang lebih banyak mendesah memang membuat perasaanku berdesir juga, soalnya sudah lebih dari setengah tahun ini saya tidak bercinta dengan Anissa, dan untuk bercinta dengannya saya wajib bersabar sebulan lebih lagi, hade… Saya gak yakin jika Tante Sandra jago amat jual asuransi karena relasinya, setahu saya dia dulunya tidak pernah kerja jadi sales atau Cs dibank, gak pernah kerja kayaknya, gak kuliah juga, gimana bisa sukses jualan Asuransi?

Ah…kayaknya pasti tanda tangan di atas perut ratanya nih semua polis asuransinya, soalnya saya saja yang punya istri cantik saja sering meliriknya diam2 saat berjumpa dengannya, dia tidaklah muda lagi, setahu saya sudah mendekati kepala empat kayaknya, tetapi perawatannya yahud, jadi kulitnya putih mulus, mirip artis sinetron gituh, rambutnya panjang terawat dan wajahnya, tentu saja sudah dipermak operasi plastik, sehingga hidungnya bisa mancung seperti artis India gituh, bibirnya sensual banget, melihatnya bicara pengen banget menciumnya, apalagi kalo adikku dibawah, sudah pengen buaangeettt ..minta dikulum dan diemut2 oleh bibirnya..hadeh..jadi ngeres bayangin dirinya.
Untuk menghindari petugas pajak dan preman pemalak, maka untuk bisa mencapai kantorku, ada dua pintu otomatis yang perlu dilalui, yang pertama menutupi tangga dan baru bisa terbuka hanya dengan id card pegawai khusus yg memiliki chip, hanya dipegang oleh pegawai2 senior, sedangkan pintu kedua hanya bisa dibuka dari dalam atau id card chip yang hanya dimiliki oleh Anissa dan Saya.

Dari monitor CCtv Saya bisa melihat Tante Sandra dengan blus hitam seragam dengan handbagnya melenggak lenggok dikawal salah seorang pegawai seniorku yang tentu saja sudah mengenalnya karena Tante Sandra sering juga mengunjungi Anissa di kantor, kedatangannya memang selalu menjadi pusat perhatian, dimana seakan2 ada tombol slow motion yang membuat Para pegawaiku tak terkecuali yang wanita melambatkan kerjaan mereka untuk bisa melirik Tante Sandra.

Lenggak lenggok Tante Sandra memang anggun, maklumlah denger2nya sih mantan  “model Wannabe” ( Model yg gagal jadi fotomodel fashion tapi berakhir jadi foto model majalah atau tabloid dewasa gituh ), pegawai yg pria pada ngiler liat kakinya yg jenjang dan pantatnya yg tonggek dan berisi ,sedangkan pegawai wanita tentu saja iri dengan kecantikan wajah dan rambutnya yg harus kuakui memang cantik alami. Saya beranjak menuju pintu dan membukanya, Tante Sandra tersenyum padaku, Saya lalu berpaling dan kembali duduk, sedangkan Tante Sandra berbasa-basi berterima kasih pada pegawai seniorku yang mengawalnya atau mungkin sedang menggodanya, biasa!..wanita selalu merasa lebih cantik dan percaya diri bila ada pria salah tingkah melihatnya.

12

Tante sandra lalu berpaling dan berjalan kearahku setelah menutup pintunya, Saya lalu berdiri dan mempersilahkan dirinya duduk, setelah berbasa-basi sejenak tentang putra pertamaku , imutnya putra keduaku dan tentang keinginanya menjejakkan kakinya ke west coast Amrik, yakni los angeles, san fransisco dan seattle….tibalah saatnya saat dia keluarkan proposal Asuransinya yang membelakkan mataku melihat nilai preminya,
“ Waduh Tante,….ini kok gak makin kecil nilainya, biasanya untuk anak kedua kan lebih kecil preminya,” Gue Kaget berseru.
“ Ah..ini kan termasuk upgrade nilai tanggungan anak pertama, jadi nanti manfaat yang mereka terima juga lebih besar, masak sih Budi gak kepingin mereka sekolah disekolah Internasional, oh yah ini sudah termasuk tanggungan hospital plan manca negara lho…” tante Sandra berkelit.
“yah memang saya mau yang terbaik, tetapi saya kan butuh dana untuk perputaran bisnis saya ini juga, sekarang semua pelanggan saya mengeluh bisnis mereka sepi, belum lagi sekarang banyak bermunculan usaha cetak digital baru mencuri pasarku,” Saya mencari alasan menghindar.
“Duh,.kalo Budi tanda tangan nilai premi ini, Target Tante tercapai sudah, masak sih Budi gak bisa ngebantu Tante ini?” Tante sandra sengaja cemberut dan memonyongkan bibir sensualnya membuat gejolak birahiku yg sudah terpendam setengah tahun ini kembali bergelora.

“lha kalo Tante dapat jalan2 ke amrik, saya dapat apa?” Saya mulai memancing, manatau memang ada bonusnya,…he..he…
“Oh,… nanti Tante kasi Budi diskon premi pertama, gimana?”
“Wah, ..mana ada artinya Tante, premi selanjutnya bayar full selama 19 tahun tante, masih berat rasanya,”
“Hm…Budi maunya apa?”
“Wah,…Tante dong yang nentuin bonusnya,” Saya sengaja menatap ke arah belahan dadanya yang tidak terlihat karena tertutup baju putihnya.
“Hm….kantor Budi panas juga yah,” Tante Sandra sengaja membuka blus hitamnya, sepertinya dia juga takut salah menafsirkan bonus yg kuinginkan, malah memalukan dirinya nanti jika kutolak.

35

“wah,…kalo membicarakan soal tanda tangan premi asuransi memang butuh kepolosan Tante,” Saya mulai menyeringai senang dan genit karena tebakanku benar adanya, nih Tante bispak ( bisa dipakai ) rupanya.
“Cukup sepolos ini?” Tante Sandra berdiri dan mendengus kesel setelah membuka bajunya, terlihatlah kutang hitamnya yang membungkus payudaranya, kulitnya jadi terlihat putih sekali, sepertinya dia merasa ternyata Saya sama saja dengan pria lain, pengen bonus gituan, lha iyalah kalo agen asuransinya mantan fotomodel majalah dewasa,…yg gak minta bonus gituan, kalo bukan pria munafik,..berarti pria tolol ato homo kalee..
“masih kurang polos untuk saya perhitungkan tante,” Saya menopang daguku menunggu Tante sandra membuka penutup selanjutnya.
“Sudah cukup jelas Budi?” Tante sandra menahan senyum dan membuka kutang hitamnya, dia merasa risih juga saya pelototi dirinya, jadinya dia mencoba menutupi payudaranya yang putih dan putingnya yang menggoda.

  

“Sekarang semakin jelas, tetapi saya masih kurang mengerti karena tante Tante tutupi,” Saya goda Tante Sandra.
“Oh gituh,” Tante Sandra melepaskan tangannya sehingga terlihat jelas payudaranya.
“Terus tante bonus selanjutnya kok belum diperlihatkan?” Saya berkata.
“Hm..Tante perlihatkan Bonus Utamanya,” Tante sandra lalu membuka Celana dalamnya, lalu dia goda diriku dengan pose ala majalah dewasa memperlihatkan pantatnya yang montot padaku lalu cekikikan dan berjalan ke sofa dan melanjutkan pose menggoda selanjutnya.

14

“Duh…Tante kalo begini bonusnya saya setuju,” Saya tak tahan lagi dari godaan pose erotisnya Tante Sandra lalu beranjak dari kursi dan berjalan ke arahnya, kupeluk dirinya dan bibir kami berdua pun saling berpagutan, ciuman penuh nafsu saya pun dibalas oleh Tante Sandra.

Tante Sandra lalu turun dan berjongkok, tangannya dengan cekatan membuka celanaku dan memplorotinya cepat, terlihatlah penisku yang mulai menegang, wah bener2 profesional sekali tante bispak yang satu ini. Dengan tangannya yang mulus Tante Sandra mengelus2 penisku sehingga semakin membesar dan menantang untuk diemut bibir sensualnya. Tante Sandra lalu mencium kepala penisku dengan lembut dan mengulumnya lembut, hm… hangatnya ludah dan lembutnya lidah Tante Sandra membuat penisku terasa geli2 nikmat oleh permainan oral Tante Sandra. Sesekali dia lepaskan emutannya dan menjilati batang penisku , perlahan turun hingga kantung testisku, lalu dia cium dan emut lembut testisku,



“ergh…oh..ah…” Saya mendesah menikmati jilatan dan ciuman Tante Sandra pada kedua pelirku…

Tante Sandra lalu kembali bergerak naik menjilati batang penisku dan kembali mengulum kepala penisku dan memainkannya dengan lidahnya, lalu Tante Sandra lepaskan tangannya dari penisku dan terasa olehku kepala penisku melesak lebih dalam hingga menyentuh kerongkongan Tante Sandra,

“uhuk..uhuk..hoek..” mual sepertinya Tante Sandra saat mengeluarkan penisku dari mulutnya,
“Punyamu kepanjangan Budi,” Tante Sandra menyeka liurnya.
“Oh,…terlalu tegang Tante, soalnya permainan tante luaarr ..biasaassa….,” Saya mendesah memujinya.

Tante Sandra kembali menjilati dan mengulum penisku, tetapi sensasi hampir ketelan penisku nikmat sekali, saya pengen mengulanginya, jadi saat Tante Sandra kembali memasukkan penisku dalam mulutnya, kutekan kepala Tante Sandra dan kulesakkan penisku lebih ke dalam mulutnya, kembali kurasakan sensasi nikmat luar biasa pada kepala penisku saat menyentuh dinding tenggorokan Tante Sandra.

2021

“hump…ump…” Tante Sandra berusaha mendorong diriku agar penisku bisa keluar dari mulutnya, sengaja saya tahan sejenak untuk merasakan nikmat jepitan tenggorokannya pada kepala penisku sedikit lebih lama.
“Huek.. uek…hhuh..huh…,” Tante Sandra mual dan tersengal2 bernafas cepat saat kulonggarkan tekananku pada kepalanya sehingga dia bisa mengeluarkan penisku dari mulutnya, kedua matanya mendelik protes padaku, tapi Saya Cuma nyengir dan wajah judes Tante Sandra malah membuatku lebih bernafsu padanya, bener2 wajah cantik pemuas nafsu  seks,..he..he . 

Tante Sandra lalu berdiri dan duduk di sofa, dia lalu mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yg terawat dan masih merah muda merekah, tanpa dia perintahkan saya sudah mengerti maksudnya, sekarang giliran Saya memuaskannya.

1013

Saya lalu membuka seluruh bajuku dan jongkok di depan vaginanya, menatap keindahanya dan mencium aroma uniknya yang sangat merangsang diriku, perlahan ku kecup lembut kelentitnya dan kujilati bibir vaginanya, lalu kujilati bawah vaginanya hingga ke lubang anusnya dan kembali naik menjilati bibir vaginanya sambil sesekali menggigit lembut bibir vaginanya, lalu naik dan memainkan lidahku pada kelentitnya, tubuh Tante Sandra terguncang hebat saat kumainkan lidahku pada kelentitnya dan mendesah-desah kenikmatan saat kumasukkan jariku dan memainkan sebuah tonjolan dalam Vaginanya. “oh..ahh..ah..ah…teruskan Budi….oh..ah..” Tante Sandra kembali menggelinjang menahan geli2 nikmat saat saya kembali mengulangi permainan oralku pada vaginanya, tidak tahan lagi mendengar desahan dirinya, Saya lalu berdiri , kemudian mengambil posisi siap2 untuk penetrasi, kutahan pahanya agar vaginanya yang indah terlihat dan kulesakkan penisku ke lubang vaginanya,

2423
25

“Hm…oh..ah…” Saya yang mendesah nikmat saat hangatnya vagina Tante Sandra menyambut penisku, kurasakan dinding vaginanya berdenyut lembut dan mencengkram batang penisku, huah..nikmat buanget….
“Oh..ah..ah”

Tante Sandra medesah dan memeremkan matanya menikmati sodokan penisku, wajahnya berpaling kiri , kanan memperlihatkan lehernya yang jenjang dan matanya yang sayu, bener 2 muka sensual Mom I love fu….ck….ampun, berdesir hebat diriku menikmati kemolekan tubuh Tante Sandra yang mulus,..kuelus2 tubuhnya dan pahanya , sesekali kuremas lembut payudaranya. Saya merasakan seluruh tubuhku merinding menahan nikmat cengkraman vagina Tante Sandra, semakin ku genjot penisku pada vaginanya, semakin terasa olehku desiran nikmat tersebut mulai berkumpul di penisku, wah…mana bisa secepat ini kusudahi kenikmatan dan kemolekan tubuh Tante Sandra, saya lalu mencabut penisku dari vaginanya,

“kita ganti gaya tante,” saya beralasan agar libidoku bisa turun kembali dan bisa kembali menikmati Tante Sandra,..he..he…

“Oh,..ah..Budi sayang pengen gaya apa,” Tante Sandra mendesah sengaja menggodaku, sepertinya dia tahu jika saya hanya mencari alasan karena hampir nembak.

“gaya doggy aj tante ..heh..huh…huh… ,..” Saya terengah-rengah mengatur nafas dan hasratku yang semakin menggebu saat Tante Sandra membalikkan tubuhnya dan berpegangan pada sandaran kursi, asem….bokongnya tidak kalah indah dengan bagian depan, sama saja, saya tetap semakin mendekati puncak asmara oleh gaya nungging Tante Sandra. Saya lalu membelai2 vagina Tante Sandra sejenak menikmati keindahan luarnya dari posisi nunggingnya Tante Sandra, saya lalu memasukkan jariku menikmati cairan lembab vagina Tante Sandra yang menurut otakku yg sudah sangat2 terangsang ini terasa harum dan penuh godaan pada system penciumanku…hadehhhhh…. nih tante bener2 sexual generator. Kuarahkan penisku memasuki lubang vaginanya dan perlahan kunikmati kembali cengkraman dinding vaginanya pada batang penisku dan semakin nikmat saat kugerakkan penisku keluar masuk vaginanya.

1126
2827

“Oh..ah…ah..sss..ah..”

Tante Sandra mendesah menikmati sodokan penisku pada vaginanya dari belakang, kuremas-remas pantatnya yang lunak dan mulus, saya bener2 tidak kuat lagi menahan dorongan kenikmatan dalam diriku yang semakin bergejolak dan bergerak menuju penisku, semakin cepat dan kuat kusodok keluar masuk penisku hingga tubuh Tante Sandra juga terdorong maju sehingga dirinya semakin maju ke depan sofa , saya yang tidak ingin kelepasan kenikmatan ini terus mengikuti Tante Sandra maju.

“Oh..ah..ah..tante…saya gak tahan lagi,..” Saya mengerang kuat dan menembakkan spermaku yang lumayan banyak ke dalam vaginanya, maklumlah sudah sekian lama puasa pastilah  penisku sensitif terhadap rangsangan , jadi kali ini saya cepat sekali ejakulasi. Sexynya Tante Sandra membuat saya tidak peduli menembakkan pejuku padanya, saya yakin tante bispak ini begitu pandai menjaga bodynya gak mungkin tidak pandai menjaga rahimnya..he..he..

“Wah buanyak banget sayang peju kamu..hi..hi…” Tante Sandra tertawa cekikian saat dia mengedan keluar spermaku, ditampungnya dengan tissue..

“huh..huh…lagi tante,..” saya terengah2 mengatur nafasku, terlalu cepat nembak, hasratku masih memuncak dan saya belum puas menikmati body sexy Tante Sandra, mau lage….dan kurasakan penisku sama sekali tidak menunduk malah masih tegang melihat Tante Sandra yang sedang mengangkang di lantai karpet.

36

“hi..hi…ayuh….tante juga belum nih….sssayang..” Tante Sandra sengaja mendesah menggodaku dengan matanya yang sengaja dibuatnya sayu seakan2 menunggu diriku menikmatinya,..glek..hadeh…nih tante..bener2 wanita  pemuas nafsu seks.Saya tidak tahan oleh gayanya yang boleh dibilang anggun ynamun sensual sekali, gilaa.. istriku saja yang lebih muda darinya tidak memiliki sexual appeal seperti Tante Sandra.

Kali ini saya yang baru nembak bisa lebih sedikit sabar, saya lalu mendekati dirinya dan mengelus2 dirinya dari pahanya hingga payudaranya, kuremas2 lembut kedua payudanya yang masih kenyal lembut bergantian, kucium putingnya dan kumainkan dengan lidahku bergantian, dari puting payudara kanan perlahan sambil menjilati belahan payudaranya yang putih dan mulus dengan lidahku dan bergerak memainkan puting payudara kanan Tante Sandra.



“oh..ah…enak sayang….” Tante Sandra mendesah dan sepertinya sudah profesional banget dirinya memuaskan pria, dengan mudahnya dia sayang2an denganku..apalagi saat suara desahan huruf s nya sungguh sanggat menggairahkan mendengarnya dan Tante Sandra menyadarinya maka sengaja dia mendesah hanya saat wajahku dekat dengannya. Rambutnya yang sudah terlepas dan terurai di lantai membuat dirinya terlihat lebih cantik lagi, bener2 tante pemuas yang berkualitas, saya menjadi makin menggebu2 kembali ingin menggenjot dirinya saat kulihat penampilan dirinya dengan rambutnya yang terurai lepas.

3435

Saya tentu saja tidak berminat lagi bermain dengan vaginanya, maklumlah…saya rasa pasti ada sisa peju gue sekitar vaginanya..he..he..  jadi langsung saja kuarahkan penisku memasuki lobang kenikmatan vagina Tante Sandra, dan hangat dinding serta denyutan vagina Tante Sandra mengalahkan perasaanku bahwa penisku saat ini berlumuran pejuku,.. yang terasa olehku cengkraman kuat otot vagina Tante Sandra yang kurasakan nikmatnya tak akan bisa ditandingi oleh vagina istriku walaupun dirinya lebih muda, sepertinya Tante Sandra ini terlahir sebagai mesin seks pemuas nafsu pria.

“ss..ah oh..ah..ah..sssah ah..” Kami berdua mendesah dan mengerang menikmati keluar masuk penisku pada vagina Tante Sandra. Karena saya baru saja nembak maka genjotan kedua ini bisa lebih lama, saya bener2 bersabar mengatur ritme genjotan keluar masuk penisku pada vagina Tante Sandra, saya sengaja memasukkan sedikit saja penisku ke dalam vaginanya dan sesekali menekan kuat dan memasukkan seluruh penisku dan kembali mengulangi memasukkan separuh, bener menikmati bercinta dengan Tante Sandra sambil sesekali mengelus tubuhnya dan mencium leher jenjangnya saat dia memalingkan wajahnya menikmati permainan penisku,

3029
3132

“Gantian tante yang diatas sssaayang..,” Tante Sandra mendesah dan berbisik di telingaku saat sedang kunikmati leher jenjangnya.

Saya lalu terlentang dan kulihat Tante Sandra menggenggam penisku dan mengarahkannya memasuki vaginanya, lalu dia mulai menggerakkan pinggulnya naik turun dan sesekali dia memutar2 pinggulnya membuat diriku semakin senewen menikmati putaran penisku oleh cengkraman hangat dan lembut dinidng vagina Tante Sandra. Sepertinya Tante Sandra sudah tidak sabar karena dirinya semakin cepat menggenjot pinggulnya naik turun, disodorkan puting payudaranya dan langsung kusambut dengan mulutku, kucium dan kumainkan putingnya dengan lidahku dan kedua tanganku tidak henti2nya meremas2 payudara Tante Sandra menikmati mulus dan kenyalnya.

“Oh..oh…argh….ahhhh…..” Tante Sandra mengerang panjang menikmati orgasmenya, terasa olehku seluruh tubuh Tante Sandra menegang sejenak lalu lunglai dan perlahan dia perlambat gerakan pinggulnya,

“Hm…oh…enak sekali sssayang..,” Tante Sandra memandangi diriku dengan mata sayunya dan tersenyum, “ Kamu masih mau nembak kedua kali yah ssaayang?”

“he eh..tante…tanggung nih,..” Saya masih mengelus2 body sexy Tante Sandra agar penisku tetap dalam kondisi tegang tanpa genjotan Tante Sandra.

“Hi…hi…iyah..sssasayang..duduk yah..,” Tante Sandra tertawa dan beranjak naik dari tubuhku, dia lalu menarik kedua tanganku agar saya naik dan duduk di sofa. Kuturuti saja dan kurebahkan diriku duduk dan bersandar di sofa, Tante Sandra lalu membuka kedua pahaku sehingga dirinya bisa menyelinap diantaranya dan perlahan dia mulai memainkan kantung testisku dan menjilati batang penisku naik ke kepala penisku dan kemudian dia menggenggam dan memasukkan penisku ke dalam mulutnya dan mulai mengemut2 penisku.

“Hm…ah…ah..” Saya mendesah menikmati hisapan Tante Sandra pada penisku serta kocokan tangannya pada batang penisku, kedua tanganku mengelus2 rambutnya yang panjang dan indah, saya sebenarnya ingin kembali mendorong dan menekan kepalanya agar penisku bisa masuk hingga tenggorokannya lagi, tetapi sekali ini Tante Sandra sudah tahu, makanya dia tidak melepaskan tangganya dari batang penisku sehingga penisku tertahan hanya bisa masuk separuh saja, wah memang tante ini cepat sekali daya tanggapnya, saya yakin jikalau Tante Sandra dulunya selesaikan kuliahnya, mungkin sekarang ini sudah menjadi anggota dewan, licik dan pandai menghalalkan segala cara untuk ambisinya…hadeh..nikmat sekali permainan oral Tante Sandra pada penisku, tidak tahan lagi ku tembakkan spermaku dalam mulut Tante Sandra, bukannya kaget oleh spermaku dalam mulutnya, tetapi malah Tante Sandra semakin kuat menyedot seluruh spermaku dan menelannya membuat diriku melonglong kenikmatan yang baru pertama sekali saya rasakan selama bercinta.

“OOhh…..arghh…aaaaaaaaahhhhhhh..”

Untung saja deru suara mesin cetak dibawah sangat bising, jika tidak bakal ketahuan sama seluruh pegawaiku, bosnya sedang dibawa ke bulan oleh Tante Sandra.

“hi..hi..enak Budi ssaayangg,” Tante Sandra cekikikan mendengar longlonganku..

“He..eh…tante jago banget banget ngasi bonusnya,…” kali ini Saya yang memeremkan mataku menikmati sisa2 sensasi ejakulasi penisku dalam mulutnya Tante Sandra.

“Pokoknya kamu tanda tangani polisnya tante ini, jangan cemas, kalau Budi ssayang masih ingin bonus lagi bisa telepon tante, selalu siap buat kamu ssssayang…,” Bisik manja Tante Sandra yang menduduki diriku dan memeluk erat diriku. Saya sama sekali tidak menyesal ataupun merasa berdosa menghianati istriku, tetapi malah ketagihan ingin berselingkuh lagi dengan Tante Sandra, sepertinya saya harus berebutan dengan klien asuransi lainnya  untuk bergiliran meminjam tubuh sexy Tante Sandra dari suaminya untuk memuaskan nafsu sex kami.

Related Post

Cerita dewasa | Tante SandraKu | memektante | 4.5

Leave a Reply