Cerita Dewasa | NITA Kaka Iparku Yang Religius Jadi Pemuas Napsuku

download video sex asia, cerita sex sedarah bergambar, gambar bercerita 18, vibokep, jilbab disekap dan dientot, cerita panas di pasar, gambar bercerita sex, bokep barbie hsu, cerita sex kondom, ceritasexual, Ibu mertua pengganti istri ku terbaru bergambar, cerseks gilir kos pacar, Cersex budak sex pak wen, nonton video nokep, cersex ngidam aura kasih, istriku suka dientot part, cerzek di perkosa, desahan sedarah perjalanan, download video ml cewek menyusui, aa neng sange, ceritadewasa pasarmalam, cerita xxx lulur, bokep ingris di perkosa, Cerbungxxx istri ustad, cerita eksib anak sma terbaru 2017, cerita mesum ngentot di pasar malam, cerita ngentot mamah memangku ibu, Cerita ngentot sambil praktek, cerita seks memekku digarap para gembel, cerita sex anakku pengganti istriku, cerita sex artis mikha tambayong, cerita sex berlanjut, cerita sex gara gara ganti baju bareng, cerita sex perlawanan yg sia, Cerita sex threesome istri mertua dan iparku, cerita stensilan pangku mama, video sex ibu lurah

Cerita Dewasa, Cerita sex, Cerita ABG, Foto sex, Video sex : NITA Kaka Iparku Yang Sexy – Gila memang nafsuku malah ketagihan dengan wanita setengah baya alias STW, tapi aku juga pernah mengalami mengentot kakak iparku bisa dikatakan dia agak relegius dan pendiam, dari mana setan berbicara yang merasuki pikiranku saat itu.


Cerita Dewasa | Kejadiannya begini, suatu hari rumahku kedatangan tamu dari Padang. Nita Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor ikut seminar di kantor pusat sebuah bank pemerintah. Nita adalah kepala cabang di Padang, Nita menginap dirumah kami.

Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Nita Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan.

Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius.


Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Nita jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari.

Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Nita jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua.

Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Nita karena orangnya pendiam. Akupun menduga Nita pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Nita menyetujui usul istriku.

Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Nita yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok.

Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Nita Tati sangat menarik perhatianku secara sexual.

Jeleknya aku, mulai keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Nita. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.
Kuatur jebakan untuk memancing Nita. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. 

Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Nita dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Nita memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit.


Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Nita. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.

Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Nita melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan jNitaorku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini.

Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Nita. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Nita pasti melihat tubuhku yang polos dengan jNitaor yang tegak berdiri.

Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang.


Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang.
“E..eee…maaf Nita, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu. Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Nita terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.

Dengan tenagnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Nita dan sekali lagi memohon maaf.
“Maaf ya Nita, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumha ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.

Tiba-tiba seperti tersadar Nita bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas mengetok pintu kamar Nita.


“Ada apa Duta,” ujar Nita setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Nita, maafkan Duta ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.

“Nggap apa-apa, cuma Nita malu hati, sungguh Nita malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Nita kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.

“Sejujurnya Nita tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Nita malu, tanpa sadar Nita terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Nita sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Nita seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. 
Kudekati Nita dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.

“Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa.

Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Nita sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Nita diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku.

Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.

“Jangan duta…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Dan usaha kedua Nita sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan.


Kucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Nita menggeliat.

Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Nita menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.


Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Nita diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Nita masih diam.


Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Nita yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.


Kukangkangkan kakinya, Nita masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Nita tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”

“Kenapa Nita….Sakit?,” tanyaku. Nita hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Nita menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Duta… ayo Duta….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Duta tuntaskan….Nita udah nggak tahan,” katanya.

Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan jNitaorku kelobang surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Nita semakin menggelinjang.


Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Nita meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre.

Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak.

Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.
Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Nita cantik, Duta keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan JNitaor ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras.

Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Nita agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Nita menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.
Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Nita dan kugencet batang jNitaorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali jNitaorku meludah.


Sekujur tubuh Nita yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Nita bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.

“Duta…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Nita rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku. Dengan persetujuan Nita, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Nita nggak enak badan.


Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Nita. Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.

“Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Istriku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Nita. Sampai Uda meninggal, Nita tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini.

Sebetulnya Nita masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Nita sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Nita sebelum kami sama-sama tertidur pulas.

cerita dewasa, kumpulan cerita sex, blowjob, handjob, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, tante girang, daun muda, pemerkosaan, cerita seks artis,cerita sex artis, cerita porno artis,cerita hot artis, cerita sex, cerita kenikmatan,cerita bokep, cerita ngentot,cerita hot, bacaan seks, cerita, Kumpulan Cerita Seks, onani dan Masturbasi, cerita seks tante,blog cerita seks, seks,sedarah seks, cerita 17 tahun,cerita bokep

Related Post

Cerita Dewasa | NITA Kaka Iparku Yang Religius Jadi Pemuas Napsuku | memektante | 4.5

Leave a Reply