Cerita Dewasa Demi Kenikmatan Ku Relakan Keperawananku

bokep ngintip mandi, cerita dewasa nenen, cerita netek pacar, asrama syahamah, anak smk menyetubui abangnya
memek-tante.tk – Cerita dewasa, cerita sex, cerita bokep, cerita sex sedarah, cerita sex tante girang, kumpulan cerita dewasa, kumpulan cerita sex terbaru, cerita panas, cerita mesum, cerita dewasa 17+, anak SMP bugil – Aku adalah seorang mahasiswi diperguruan tinggi Yogyakarta, aku sudah semester 9 dan sudah menyelsaikan skripsi , sebelum kecerita perkenalkan namaku mirna, diskripsi singkat tentang diriku tinggi 160 cm dengan berat badan 48 kg tubuhku langsing dengan rambut hitam lurus yang spesial menurut tema lakiku yaitu payudaraku yang besar dan bibir tipisku.

Sebulan yang lalu, seorang laki-laki berumur 28 tahun memintaku jadi pacarny. Permintaan yang tak mungkin aku tolak, karena dia adalah sosok yang selalu ku impikan. Dia seperti pangeran bagiku.

Badannya yang tinggi dan atletis serta sorot matanya yang tajam selalu membuatku terpana. Namanya adalah Ami, kekasih pertamaku. Ami sudah bekerja di perusahaan swasta di Jogja. Ami sangat romantis, dia selalu bisa membawaku terbang tinggi ke dunia mimpi.

Ribuan rayuan yang mungkin terdengar gombal selalu bagai puisi di telingaku. Sejauh ini hubungan kami masih biasa saja. Beberapa kali kami melakukan ciuman lembut di dalam mobil atau saat berada di tempat sepi. Tapi lebih dari itu kami belum pernah. Sejujurnya, aku kadang menginginkan lebih darinya. Membayangkannya saja sering membuatku masturbasi.

Tepat sebulan hari jadi kami. Ami dan aku ingin merayakan hari jadi tersebut. Setelah diskusi panjang, akhirnya diputuskan weekend kita berlibur ke kaliurang. Sabtu yang ku tunggu datang juga. Ami berjanji akan menjemputku pukul 07.00 WIB.

”Sudah siap berangkat, Mir?” aku pun mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil. Perjalanan tidak memakan waktu lama karena jalanan masih cukup sepi. Sekitar 45 menit kemudian kita sampai di tempat wisata. Ternyata pintu masuk ke area wisata masih ditutup.

”Masih tutup, mas Ami.. Kita jalan dulu aja ke tempat lain, gimana?” tanyaku
”Iya.. coba lebih ke atas. Siapa tau ada pemandangan bagus.”

Sambil makan roti, mas Ami dan aku berbincang-bincang mengenai tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Tiba-tiba…

”Aduh Mirna sayang, udah gede kok makannya belepotan kayak anak kecil,,,” ucapnya sambil tertawa. Aku jadi malu dan mengambil tisue di dashboard. Belum sempat aku membersihkan mukaku, mas Ami mendekat, ”Sini, biar mas bersihin.”

Aku tidak berpikir macam-macam. Tapi mas Ami tidak mengambil tisu dari tanganku, namun mendekatkan bibirnya dan menjilat coklat di sekeliling bibirku. Oooh,, udara pagi yang dingin membuatku jantungku berdebar sangat kencang.

”Nah, sudah bersih.” Ucap Dika sambil tersenyum. Tapi wajahnya masih begitu dekat, sangat dekat, hanya sekitar 1-2 cm di hadapanku. Sekuat tenaga aku mengucapkan terima kasih dengan suara sedikit bergetar.

mas Ami hanya tersenyum, kemudian dengan lembut tangan kirinya membelai pipiku, menengadahkan daguku. Bisa ku lihat matanya yang hitam memandangku, membuatku semakin bergetar.

Aku benar-benar berusaha mengatur nafasku. Seketika, ciuman mas Ami mendarat di bibirku. Aku pun membalas ciumannya. Ku lingkarkan kedua tanganku di lehernya.

Sesekali man Ami  menggigit bibirku dan membuatku mendesah, ”uhhhh…” refleks aku memperat pelukanku, meminta lebih. Tapi mas Ami justru mengakhirinya, ”I love you, honey” Lalu mengecup bibirku dengan cepat dan melepaskan pelukannya.

Aku berusaha tersenyum, ”I love you, too”. dalam hati aku benar-benar malu, karena mendesah. Mungkin kalau aku tidak mendesah, ciuman itu akan berlanjut lebih. Aaahh,,, bodohnya aku. Mas Ami lalu menjalankan mobilnya menuju tempat wisata.

Kami bermain dari pagi hingga malam menjelang. Tak terasa sudah pukul 19.00 WIB. Sebelum kembali ke kota, kami makan malam dulu di salah satu restoran. Biasa, tidak ada makan malam hanya 1 jam. Selesai makan, ku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 21.30.

”Waduh, mas,,, sudah jam segini. Kost Mirna dah tutup, nih. Mirna lupa pesen maw pulang telat. Gimana, ini?”

”Aduuh,, gimana, ya?? Ga mungkin juga kamu tidur di kos mas.”

”Uuuh,, gimana, dong??”

”Sayang, kita tidur di penginapan aja, ya. Daerah sini kan banyak penginapan. Gimana?”

”Iya deh, mas.. dari pada Mirna tidur di luar”

Akhirnya sampai juga kami di penginapan daeran ini, Mas Ami langsung saja memesan kamar yang ada. Kami pun masuk ke kamar yang sudah disediakan. Aku segera mandi agar terlihat lebih segar di mata mas Ami.

”Dah selesai mandi, ya..”

”Iya,, mas ga mandi??”

”Ga bawa baju ganti ma handuk”

”Di kamar mandi ada handuk, kok. Pake baju itu lagi aja, mas”

Mas Ami mungkin merasa gerah juga, jadi dia pun mengikuti saranku. Aku sudah merasa mengantuk. Segera ku tarik selimut dan memejamkan mata tanpa berpikir apa-apa. Baru beberapa saat aku terlelap, ku rasakan ada sentuhan dingin di pipiku dan ciuman di mataku.

Saat aku membuka mata, tampak mas Ami telanjang dada. Hanya ada sehelai handuk membalut bagian bawah. Badannya yang atletis tampak begitu jelas dan penampilannya membuatku menahan nafas.

”Ngga dingin mas, ga pake baju. Cuma pake handuk” Kataku dengan senyum penuh hasrat.

Tidak ada jawaban dari mas Ami. Dengan lembut dan cepat di rengkuhnya kepalaku dan kami pun berciuman. Bukan ciuman lembut seperti biasanya. Tapi ciuman penuh gairah. Lebih dari yang tadi pagi kami lakukan. Lidah kami saling bermain, mengisap, “mmmm…mmm..”

Ku lingkarkan tanganku di punggungnya, ku belai punggungnya. Tangan kananku lalu membelau dadanya yang bidang, memainkan puting susu yang kecil. Gerakanku ternyata merangsang mas Ami, di peluknya aku lebih erat, ku rasakan badannya tepat menindihku. Mas Ami mengalihkan ciumannya, ke telingaku, “aaah,,mmm,,”

Tangannya menjelajahi badanku, menyentuh kedua gunung kembarku. Di belainya dengan lembut, membuatku mendesah tiada henti.

”aaah,,mm,, masss,,,uhh,,,”badanku sedikit menggeliat karena geli. Bisa ku rasakan vaginaku mulai basah karena tindakan tadi. Tangan mas Ami, kemudian masuk ke dalam tank topku, menjelajahi punggungku.

Seakan mengerti apa yang dicari mas Ami, ku miringkan sedikit badanku dan ku lumat bibirnya penuh nafsu. Mas Ami pun membalas dengan penuh nafsu dan tidak ada 1 detik kait BH lepas. Ku rasakan tangan mas Ami langsung kembali ke badanku dan mmbelai langsung kedua payudaraku.

”aaah,,,uhhh,,,”

”Sayang,,, tank topny dilepas, y” ujarnya dengan nafas tersengal karena penuh gairah. Tanpa persetujuan dariku, lepaslah tank top dan juga BHku. Bagian atasku sudah tak berbusana.

Mas Ami langsung menikmati kedua payudaraku. Di remasnya payudaraku,,, membuatku menggeliat, mendesah.

”aaah,,sss…maass,,uhhh,,,,” Erangan dari mulutku tampaknya membuat mas Ami semakin bernafsu, dia kemudian mengulum dan mengisap pentil payudaraku, “aaaahh,,,,ohhh,,,,,mmmm,,,” aku mengerang, mendesah, menggeliat sebagai reaksi dari setiap tindakannya.

Tangan kiri mas Ami membelai perutku dengan tangan kanan dan mulut yang masih sibuk menikmati payudaraku yang mengeras.

Ku rasakan tanga kiri mas Ami cukup kesulitan membuka celana jeansku. Ku naikkan pinggulku dan kedua tanganku berusaha membukan kaitan celana jeans dengan gemetar. Susah payah celana jeans itu akhrinya terlepas juga.

Tanga kiri mas Ami tanpa membuang waktu langsung menyusup ke dalam celana dalamku, membelai vaginaku yang sudah basah, “aaahh,,,maass,,aah,,teruus,,ssshh,,mmmmm”.

Kurasakan mas Ami menekan klitorisku, “aaahh,,,,” membuatku semakin mendesah dan bergetar. Apalagi mas Ami masih mengisap puting payudaraku.

Tidak lama kemudian ku rasakan seluruh badanku terasa kencang, vaginaku mengalami kontraksi dan aku menggeliat hebat, “AAAHHH,,,,,,” sambil memegang pinggiran tempat tidur menyambut orgasme pertamaku.

Dika tampak puas dapat membuatku merasakan orgasme. Belum selesai aku mengatur nafas, mas Ami berada di antara kedua pahaku, dijilatinya kedua payudaraku, turun ke bawah, menjilat kedua perutku. Membuatku merasa geli penuh nikmat, “Oooh,,mass,,” Seakan tau apa yang ku inginkan, kedua tangan mas Ami melepas celana dalamku.

Tampakalah vaginaku yang memerah dengan sedikit rambut halus di sekitarnya. Mas Ami kemudian memainkan lidahnya di vaginaku. Mas Ami menjilati, mengulum vaginaku, membuatku menggelinjang hebat dan ku rasakan kedua kalinya, adanya kontraksi, “aaaaahh,,,,”. Aku orgasme untuk kedua kalinya. Sensasi yang sangat menyenangakan.

Mas Ami belum puas dengan orgasmeku tadi. Setelah dia membersihkan vaginaku, bisa kurasakan lidah Dika menerobos masuk dan menyerbu klitorisku. Nafasku semakin memburu dan dari bibirku a terus mengalir alunan desahan kenikmtan yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya.

”Aahh,, mas,,aah,,uuhh,,, eeenaakk,,mmm,,sss”

Aku sangat menikmati oral yang diberikan mas Ami. Kurasakan dorongan lidah mas Ami lebih dalam lagi ke dalam vaginaku, membuat cairan dari dalam vaginaku terus mengalir tanpa henti.
Membuat Desahan yang keluar dari mulutku semakin kencang. Semakin lama mas Ami memberikan rangsangan di dalam vaginaku, membuatku menggeliat dan mengerang semakin kuat. Kurasakan lagi vaginaku berkontraksi, dan aku pun orgasme.

Cerita dewasa, cerita sex, cerita bokep, cerita sex sedarah, cerita sex tante girang, kumpulan cerita dewasa, kumpulan cerita sex terbaru, cerita panas, cerita mesum, cerita dewasa 17+, anak SMP bugil


Setelah orgasmeku reda, mas Ami dengan wajahnya yang basah dan penuh gairah menindih badanku yang sudah telanjang bulat. Mas Ami mengulum bibir dan lidahku. Tangan kiriku kemudian menarik handuk yang masih menutupi bagian bawahnya. Membuatku merasakan penisnya menusuk perutku, membuatku semakin bergairah. Ciuman kami semakin basah. Mulut kami terbuka lebar, bibir saling beradu.


Lidah mas Ami dengan lincah menelusuri bagian luar dari mulut dan daguku. aku pun membalas kelincahannya. Lidahku membasahi mulut dan dagunya. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kulitku, kurasakan api hasrat liarku makin membesar.

Lidah kami akhirnya bertemu. Aku makin bertambah semangat dan terus mendesah nikmat. Tanganku menelusuri seluruh bagian dari punggungku. Mas Ami membelai kepalaku dan tangan kirinya meremas-remas pantatku yang bulat.

”aaahh,, mass,,,”

Mas Ami tiba-tiba menghentikan cumbuannya, ”sayang… aku mencintaimu, aku ingin kamu seutuhnya” dan mencium lembut bibirku yang sudah basah. Aku sudah terlalu dipenuhi gairah karena segala tindakan mas Ami. Hingga rasanya bicara aku sulit.

Kulingkarkan kedua lengaku di leher mas Ami dan kuhisap kedua bibirnya dalam-dalam sebagai jawabanku. Aku ingin segera menanggalkan keperawananku dalam pelukan mas Ami.

Mas Ami mengalihkan ciuman bibirnya keleherku yang putih, menciuminya, menjilatinya, membuatku semakin terangsang. Kurasakan penis Mas Ami mengusap vaginaku, membuatku semakin bergairah, apalagi kedua payudaraku yang sudah sangat mengeras dimainkan oleh mas Ami.

Jilatan mas Ami dari leherku terus kebawah hingga lidahnya menyentuh ujung puting susuku yang makin membuat aku mengerang tak karuan, “aaahh,,,oohh,,,mmm,,aahh”.

Sementara puting susuku yang satu lagi masih tetap dia pilin dengan sebelah tangannya. Kemudian tangannya terus kebawah payudaraku dan terus hingga akhirnya menyentuh permukaan vaginaku.

Tak lama kemudian kurasakan penis mas Ami tenggelam di dalam vaginaku setelah susah payah karena vaginaku yang sempit.

”Uuuh,,,aarggh,,,,” ku rasakan nyeri yang sangat hingga menangis.

”Sakit ya, sayang… sabar, ya.. Ntar juga hilang kok” mas Ami menenangkanku, sambil mencium mataku yang mengeluarkan air mata. Setelah kurasakan vaginaku mulai terbiasa dengan kehadiran penis mas Ami, mas Ami kemudian menggerakkan penisnya perlahan, keluar-masuk vaginaku. Semakin lama gerakannya semakin cepat dan membuatku mendesah nikmat.

Makin lama makin cepat, kembali aku hilang dalam orgasmenya yang kuat dan panjang. Tapi mas Ami yang tampaknya nyaris tidak dapat bertahan, semakin mempercepat gerakannya. Aku yang baru saja orgasme merasakan vaginaku yang sudah terlalu sensitif berkontraksi lagi.

”Sayaang,, aku sudah mau keluar, dikeluarin di mana?”tanya sambil terengah-engah.
”Di dalam saja, mass,,” Toh, aku juga dalam masa tidak subur. jadi buat apa dikeluarin di luar, pikirku.

Tak lama kemudian aku segera mengalami orgasme bersamaan dengan mas Ami. Ku rasakan semburan di dalam liang vaginaku yang memberikan kenikmatan tiada tara.

Mas Ami kemudian merebahkan diri di sampingku dan memeluk erat tubuhku. Tubuh mungilku segera tenggelam dalam pelukannya. Tangan mas Ami dengan lembut membelai rambut panjangku,

”Mirna sayang… Selamanya kita bersama ya, sayang.” dan ciuman lembut, romantis mendarat di bibirku.

”Iya, mas..” ku cium bibirnya lambat tapi sesaat. kemudian ku rapatkan badanku ke badannya. Ku lihat jam di kamar menunjukkan pukul 01.00, mataku pun sudah lelah dan kami pun tidur dengan pulas.

Pagi menjelang, sinar matahari masuk ke dalam kamar melalu jendela dan membangunkanku. Ada sedikit rasa terkejut melihat wajah mas Ami karena baru pertama aku tidur dengan laki-laki. Tapi teringat kejadian semalam membuatku kembali terangsang.

Perlahan, ku cium bibi mas Ami yang sedikit terbuka. Ternyata ciumanku membangunkan mas Ami yang kemudian membalas ciumanku dengan lebih bergairah dan menggigit telingaku.

”Selamat pagi sayangku, cintaku,,” ucapnya.
”Pagi,,,”ku cium lagi bibirnya dan tak lama kami pun saling mengulum bibir satu sama lai, dan memainkan lidah, menambah kenikmatan di pagi hari. Karena ingin sedikit iseng, ku lepas ciumanku.

”Aku mandi dulu, ya…”belum sempat aku berdiri, baru duduk, mas Ami menarik perutku, menciuminya dengan lembut. Membuatku menahan keinginan untuk meninggalkan tempat tidur.
”Nanti saja sayang..” Perlahan ciuman mas Ami dari perut naik menuju leherku, menjilatinya, membuatku mendesah nikamat, “aahh..mmm..”

Mas Ami menjilati leherku dari belakang. Tangan kanannya meremas-remas payudaraku dan tangan kirinya menekan vaginaku. Ku rasakan jarinya masuk menyusuri liang vaginaku, memainkan klitorisku. Tak lama badanku pun menggeliat, pinggulku terangkat, dan orgasme pertama pagi itu datang.

Dengan lembut mas Ami memangkuku. Diletakannya aku di atas kedua pahanya. Kakiku melingkar di punggungnya. Kami pun berciuman dan mas Ami perlahan memasukkan penisnya ke dalam vaginaku. Mas Ami kemudian memompa penisnya, membuatku menggelinjang penuh nikmat. Sambil memainkan penisnya, mas Ami menikmati kedua payudaraku yang mengeras.

“aaah,,aah,,aahh,,” semakin lama, semakin cepat, dan aku merasakan vaginaku kembali berkontraksi. Ku peluk kepala mas Ami dengan erat dan aku mengerang karena orgasme “Aaaaaaahhhh….” yang disusul dengan mas Ami yang juga mencapai puncaknya.

Setelah itu kami bercumbu lagi beberapa saat kemudian baru mandi dan pulang ke kota meninggalkan seprei kamar yang basah karena cairanku dan mas Ami serta bercak darah pertanda hilangnya keperawananku.

Sebelum memulangkanku ke kost, kami mampir ke kost mas Ami untuk bercinta lagi. Sejak saat itu, setiap akhir minggu jika tidak ada kesibukan kami pasti check in di hotel untuk bercinta.

Cerita dewasa, cerita sex, cerita bokep, cerita sex sedarah, cerita sex tante girang, kumpulan cerita dewasa, kumpulan cerita sex terbaru, cerita panas, cerita mesum, cerita dewasa 17+, anak SMP bugil, siswi SMA telanjang, tante bugil, tante girang bugil, ABG SMA telanjang, Video sex ABG, Video sex jepang, sex cewek ngentot, situs vagina merah basah, cerita sex ABG, suka bugil, ABG foto bugil terbaru, ABG ngentoto memek, khusu anak SMA, cerita sex perek anak SMA, SMA telanjang, cewek SMA bugil, Foto dewasa, Foto sex anak SMA bugil, foto sex tante girang

Related Post

Cerita Dewasa Demi Kenikmatan Ku Relakan Keperawananku | memektante | 4.5

Leave a Reply